Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5% pada 2026, dan 5,2% pada 2027. Pertumbuhan ini lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%.

Meski demikian, Dalam Laporan Bertajuk Fondasi Digital untuk Pertumbuhan oleh Bank Dunia edisi Desember 2025 menyebut, proyeksi pertumbuhan tersebut masih menandakan perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah berbagai risiko.

“Perekonomian Indonesia diperkirakan akan tetap tangguh dengan profil risiko yang berimbang,” jelas Bank Dunia mengutip laporan tersebut, Selasa (16/12/2025).

Bank Dunia melihat, perekonomian di 2026 dan 2027 akan didorong peningkatan investasi secara bertahap menopang kenaikan tersebut, dengan dukungan investasi negara melalui Danantara, pelonggaran kebijakan moneter untuk memacu kredit sektor swasta, dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Selain itu, kondisi inflasi Indonesia yang rendah dan stimulus fiskal akan meningkatkan konsumsi swasta, tetapi kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan keseluruhan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Penurunan pendapatan masyarakat, khususnya konsumen kelas menengah, melatarbelakangi kondisi tersebut,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, inflasi ke depan juga diperkirakan tetap berada dalam kisaran target BI yakni 2,5% plus minus 1%, meskipun volatilitas harga pangan dan energi masih menjadi tantangan. Risiko sisi bawah (downside risk) mencakup penurunan lebih lanjut upah riil yang semakin menekan konsumsi, meningkatnya ketegangan perdagangan global, serta pembalikan kondisi keuangan eksternal.

Di dalam negeri, Bank Dunia melihat, realisasi pendapatan negara yang lebih rendah dari yang direncanakan pada periode tersebut, dapat menguji kepatuhan terhadap aturan fiskal dan membatasi belanja negara.

Di sisi lain, terdapat juga risiko sisi atas (upside risks) mencakup permintaan yang meningkat dari mitra dagang utama, serta percepatan implementasi reformasi deregulasi bisnis, perdagangan, dan investasi yang sedang berlangsung.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kontan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Loyo, Pagi Ini Tembus Rp16.981 per Dolar AS

    Rupiah Loyo, Pagi Ini Tembus Rp16.981 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin pagi, (30/3/2026). Analis menilai, rupiah loyo seiring penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah hari ini melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.981 dari penutupan sebelumnya di level […]

  • BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

    BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengharmonisasikan 1.060 kode klasifikasi barang atau Harmonized System Code (HS) guna memperkuat pengawasan produk wajib halal di Indonesia. Kepala BPJPH, Haikal Hasan, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan implementasi kebijakan wajib halal yang akan berlaku pada Oktober 2026. “Sampai saat ini kami telah mengidentifikasi 1.060 item […]

  • Ini Menu MBG Selama Ramadan untuk Siswa Berpuasa, Ada Kurma hingga Telur

    Ini Menu MBG Selama Ramadan untuk Siswa Berpuasa, Ada Kurma hingga Telur

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026. Namun, khusus bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa, menu MBG akan disesuaikan menjadi makanan kering yang dapat dibawa pulang untuk berbuka. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, perubahan menu ini berbeda dari pelaksanaan MBG di hari biasa […]

  • Rupiah Dibuka Hari Ini Menguat ke Rp16.722 per dolar AS

    Rupiah Dibuka Hari Ini Menguat ke Rp16.722 per dolar AS

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), membuka perdagangan hari ini. Dikutip Antara, Senin (5/1/2026), rupiah menanjak 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.722 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.725 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terlihat naik 0,17% ke level 98,59. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut […]

  • Rupiah Tembus Rp17.064 per Dolar AS, Terpuruk!

    Rupiah Tembus Rp17.064 per Dolar AS, Terpuruk!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kian terpuruk. Pagi ini rupiah sudah tembus Rp17.064 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan itu dipicu sentimen global dari lonjakan harga minyak dan ketegangan geopolitik, serta tekanan domestik dari defisit APBN yang melebar. Berdasarkan data dari Antara, Selasa (7/4/2026), nilai tukar rupiah melemah 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.064 […]

  • Stagnan! UBS dan Galeri24 Sentuh Rp 2,9 Juta

    Stagnan! UBS dan Galeri24 Sentuh Rp 2,9 Juta

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak mengalami perubahan. Harga masih yang sama pada hari sebelumnya. Seperti tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian, Jumat (6/2/2026), harga emas buatan UBS di posisi Rp 2.988.000 per gram. Sedangkan harga emas buatan Galeri24 di posisi Rp 2.974.000 per gram. Angka itu merupakan harga yang […]

expand_less