Dilema UMKM Perempuan: Keuntungan Usaha Masih Tercampur dengan Kebutuhan Rumah Tangga
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- comment 0 komentar

Yuli Supadama (37) tampak serius mengikuti materi selama hampir enam jam pelatihan. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait pengelolaan usaha kecil, terutama terkait pemisahan laba usaha dan keuangan keluarga.
JAMBISNIS.COM – Lebih dari 100 pelaku UMKM memadati Gedung PLUT Kabupaten Pacitan untuk mengikuti pelatihan wirausaha dan literasi finansial yang digelar Kementerian UMKM bersama ShopeePay dan SeaBank. Mayoritas peserta adalah ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kemampuan mengelola usaha, termasuk memisahkan keuangan bisnis dari kebutuhan rumah tangga sebuah dilema yang hingga kini masih kerap terjadi pada UMKM perempuan.
Di antara peserta, Yuli Supadama (37) tampak serius mengikuti materi selama hampir enam jam pelatihan. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait pengelolaan usaha kecil, terutama terkait pemisahan laba usaha dan keuangan keluarga.
“Saya selama ini jualan ya jualan saja, niatnya buat tambahan pemasukan. Ternyata banyak hal yang harus diperhatikan supaya usaha bisa berkembang,” ujar Yuli usai mengikuti pelatihan.
Yuli merintis usaha rumahan berupa hiasan dinding, aksesori fesyen, hingga tanaman hias buatan dari bahan kawat bulu. Setelah membuka toko daring di Shopee sejak Agustus lalu, penjualannya perlahan meningkat. Ia pun aktif mempromosikan produknya melalui WhatsApp dan memanfaatkan fitur pembayaran digital.
Menurutnya, pelatihan literasi finansial sangat penting karena membantu memahami pencatatan modal, laba, hingga arus kas secara lebih rapi. “Pembayaran digital juga membantu pencatatan setiap transaksi. Lebih mudah buat usaha kecil kayak saya,” ujar Yuli yang mengelola toko daring bernama Orlinshop_id.
Manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan peserta perempuan. Anton Subroto (31), peserta lainnya, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai strategi berjualan online dan manajemen keuangan. Ia menilai materi pelatihan kali ini jauh lebih lengkap karena mencakup digital marketing, pengelolaan toko online, hingga cara meningkatkan traffic.
“Bukan cuma buka aplikasi. Ternyata masih banyak strategi lain, dari ikut promo sampai pencatatan keuangan. Ini membantu banget,” kata Anton.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Prayitno, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Menurutnya, pelatihan ini dapat meningkatkan profesionalisme UMKM serta membuka peluang usaha yang lebih besar.
Ia berharap UMKM tidak lagi mengelola usaha seorang diri dan bisa mulai menambah tenaga kerja, baik untuk produksi maupun pemasaran. “Ke depan minimal ada dua karyawan. Sementara soal keuangan cukup dipegang pemilik usaha, khususnya ibu-ibu,” ujarnya.
Prayitno optimistis pelatihan ini dapat memperkuat fondasi UMKM perempuan di Pacitan dan membantu mereka memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan keluarga tantangan klasik yang sering menghambat perkembangan UMKM.
“Wajah peserta hari ini terlihat berseri dan semangat. Ini tanda-tanda calon juragan UMKM,” tambahnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar