Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » “Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir

“Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, secara resmi menandatangani surat ketidaksanggupan daerah dalam menangani banjir yang melanda wilayah itu sejak 22 November 2025. Surat tersebut diteken pada Rabu (3/12/2025), disertai ungkapan permintaan maaf dan tangis haru karena bantuan yang diharapkan belum kunjung tiba.

Dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Posko Utama Pendopo Bupati, Ismail akrab disapa Ayahwa mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak lagi mampu mengatasi dampak banjir yang telah merendam 852 desa dan memicu longsor di sejumlah titik.

“Saya mohon maaf kepada rakyat Aceh Utara. Saya sudah meminta helikopter sejak hari pertama banjir, tetapi sampai hari ini belum juga tiba,” ucapnya sambil menangis.

Hingga Rabu siang, data menunjukkan 121 orang meninggal dan 109 orang hilang. Sejumlah wilayah masih terisolasi karena akses jalan putus, aliran listrik terhenti, serta logistik belum sepenuhnya menjangkau desa-desa pedalaman.

Ayahwa menjelaskan bahwa bantuan yang masuk masih jauh dari cukup. Beras dari Bulog sebanyak 120 ton telah didistribusikan, tetapi kebutuhan jauh lebih besar. Pemerintah daerah mengajukan tambahan 350 ton, namun belum disetujui.

“Kami hanya punya sedikit beras, mi instan, dan telur. Semua uang daerah sudah kami kerahkan, tetapi tidak cukup. Makilah saya. Dengan begitu pusat sadar bahwa banjir di Aceh Utara ini sangat besar,” ujarnya.

Sejauh ini, bantuan baru datang dari beberapa perusahaan, Pemerintah Aceh, Basarnas, dan satu mobil pikap bantuan dari sebuah bank.

Sementara itu, laporan dari lapangan menunjukkan warga di pedalaman mulai mengalami kelaparan. Beberapa jenazah korban banjir juga belum bisa dievakuasi karena akses terputus total. Ayahwa menegaskan bahwa Aceh Utara membutuhkan dukungan cepat dari Pemerintah Pusat, terutama untuk pengiriman helikopter dan bantuan logistik skala besar.

“Pusat, selain Basarnas, belum hadir ke Aceh Utara. Rakyat saya kelaparan, jenazah belum diambil. Tolong bantu kami. Jangan biarkan rakyat kami mati kelaparan,” katanya.

Ia menyebutkan rakyat kehilangan rumah, harta benda, dan kini mulai sakit akibat kondisi darurat yang terus berlangsung.

Hingga laporan ini diturunkan, sejumlah wilayah di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Barat masih terisolasi. Cuaca buruk memperlambat penyaluran bantuan udara. Pemerintah provinsi telah menetapkan tanggap darurat, sementara Pemerintah Pusat tengah melakukan asesmen untuk percepatan bantuan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Turun ke US,59 Usai Sinyal Pembukaan Selat Hormuz

    Harga Minyak Turun ke US$90,59 Usai Sinyal Pembukaan Selat Hormuz

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (16/4), seiring munculnya sinyal de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuka peluang kelancaran distribusi energi global. Mengacu laporan Reuters, harga minyak mentah Brent tercatat turun 44 sen atau 0,5 persen menjadi US$94,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS […]

  • Pemerintah Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu, Ini Gaji, Tunjangan, dan Syaratnya

    Pemerintah Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu, Ini Gaji, Tunjangan, dan Syaratnya

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah kini mulai menerapkan skema baru dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN), yakni Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Model ini menjadi alternatif selain PPPK penuh waktu maupun PNS, dengan jam kerja lebih singkat dan fleksibel. Sesuai ketentuan, PPPK paruh waktu hanya bekerja di bawah 37,5 jam per minggu, tergantung kesepakatan […]

  • Perak Antam Rontok! Harganya Jadi Rp48.600 per Gram

    Perak Antam Rontok! Harganya Jadi Rp48.600 per Gram

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Bahkan turun cukup dalam. Berdasarkan data yang dihimpun Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, harga perak Antam anjlok Rp1.150 per gram. Kini, logam mulia tersebut dibanderol Rp48.600 per gram, dari sebelumnya Rp49.750 per gram. Tak hanya dalam satuan gram, harga perak batangan dalam […]

  • Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mematok serapan pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2025 mencapai 96 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PKP Didyk Choiroel mencatat realisasi serapan anggaran kementerian telah mencapai Rp 3,98 triliun atau 75,5 persen dari total pagu TA 2025 sebesar Rp 5,27 triliun per 13 November 2025. “Kita sudah 75,5 […]

  • Periode November 2025, Harga CPO Naik Tipis Jadi 963,75 Dolar AS per Ton

    Periode November 2025, Harga CPO Naik Tipis Jadi 963,75 Dolar AS per Ton

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga referensi (HR) Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional naik tipis di awal November 2025. Kenaikan tersebut salah satunya dipicu oleh rencana pemerintah menerapkan biodiesel campuran 50 persen alias B50. Naik 0,14 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 0,01 persen dibanding HR CPO Oktober 2025 yang sebesar 963,61 dolar AS per ton. […]

  • Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik

    Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Temuan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Surabaya memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan pemerhati kesehatan. Bukan lagi hanya mencemari laut dan sungai, mikroplastik kini terbukti terbawa melalui atmosfer dan jatuh kembali ke permukaan bumi bersama air hujan yang turun hampir setiap hari di wilayah Surabaya. Dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium […]

expand_less