China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Ming, 26 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pendapatan industri micro drama China terus melonjak tajam. Berdasarkan laporan The Micro-Drama Economy 2025 dari Media Partners Asia (MPA), industri ini diproyeksi menghasilkan USD 9,4 miliar atau sekitar Rp 156,06 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) pada tahun 2025, meningkat dari USD 5,1 miliar pada 2023 dan USD 6,9 miliar pada 2024.
MPA meneliti delapan platform micro drama terkemuka di China, yaitu DramaBox, DramaWave, FlickReels, GoodShort, MoboReels, NetShort, ReelShort, dan ShortMax. Semua platform ini juga aktif beriklan di media sosial untuk menjangkau lebih banyak penonton.
Proyeksi pendapatan industri micro drama China diperkirakan mencapai USD 16,2 miliar atau Rp 265,07 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 11,5 persen selama lima tahun ke depan. Pendapatan tahunan China diproyeksikan meningkat menjadi USD 11,5 miliar pada 2026, USD 13,3 miliar pada 2027, USD 14,6 miliar pada 2028, USD 15,5 miliar pada 2029, hingga USD 16,2 miliar pada 2030.
Jika dibandingkan dengan negara lain, industri micro drama China mendominasi secara global. Pada 2025, Jepang diproyeksikan menghasilkan USD 267 juta (Rp 4,42 triliun) dan Korea Selatan USD 109 juta (Rp 1,81 triliun). Untuk 2030, Jepang diprediksi meraup USD 1,2 miliar (Rp 19,88 triliun) dan Korea Selatan USD 886 juta (Rp 14,68 triliun) dengan CAGR masing-masing 35,2 persen dan 52,3 persen.
Di Asia Tenggara, industri micro drama masih relatif kecil, dengan total pendapatan diproyeksikan mencapai USD 189 juta (Rp 3,13 triliun) pada 2025. Kontribusi terbesar berasal dari Indonesia USD 66 juta (Rp 1,09 triliun), Thailand USD 49 juta (Rp 811,77 miliar), dan Filipina USD 44 juta (Rp 728,94 miliar). Negara-negara Asia Tenggara lainnya menyumbang USD 29 juta (Rp 480,43 miliar).
Pertumbuhan industri micro drama di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai USD 1,2 miliar (Rp 19,88 triliun) pada 2030, dengan CAGR 39,7 persen. Di Indonesia sendiri, pendapatan micro drama diprediksi mencapai USD 311 juta (Rp 5,15 triliun) pada 2030 dengan CAGR 36,3 persen, menunjukkan peluang besar bagi pelaku industri hiburan lokal. Dengan lonjakan pendapatan yang signifikan, micro drama kini menjadi salah satu sektor hiburan digital paling menjanjikan di dunia, khususnya di China.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar