Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah.

Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, jauh meninggalkan negara lain. Total kekayaan para miliarder di Negeri Paman Sam diperkirakan mencapai hampir US$7 triliun, mencerminkan dominasi AS dalam sektor teknologi, keuangan, dan pasar modal.

China berada di peringkat kedua dengan sekitar 470 miliarder dan kekayaan gabungan US$1,8 triliun. Meski pertumbuhan ekonomi China melambat dibandingkan satu dekade lalu, negara tersebut masih mencatat pertambahan miliarder dua digit, terutama dari sektor teknologi, manufaktur, dan konsumen.

Di posisi berikutnya, India menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dengan hampir 200 miliarder, didorong oleh ekspansi di bidang teknologi, infrastruktur, dan industri manufaktur. Sementara itu, Jerman menjadi negara Eropa dengan jumlah miliarder terbesar, menandai kebangkitan kekayaan dari sektor industri dan keluarga bisnis lama.

Menariknya, sejumlah negara dengan populasi relatif kecil justru memiliki konsentrasi miliarder yang tinggi, seperti Swiss, Hong Kong, dan Singapura. Negara-negara ini memanfaatkan peran sebagai pusat keuangan global dan tujuan relokasi kekayaan internasional.

Di kawasan Asia Tenggara, Singapura mencatat lonjakan signifikan nilai kekayaan miliardernya, bahkan melampaui pertumbuhan beberapa negara maju. Kondisi ini memperkuat posisi Singapura sebagai pusat manajemen kekayaan regional.

Sebaliknya, Indonesia belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah miliarder nasional tercatat masih terbatas dan total kekayaannya justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tantangan di sektor komoditas dan pasar keuangan domestik.

Sementara itu di Eropa, pertumbuhan jumlah miliarder berlangsung tidak merata. Jerman mencatat kenaikan tajam, sedangkan negara-negara seperti Inggris dan Prancis relatif stagnan. Di luar pusat ekonomi utama, beberapa negara berkembang justru mencatat lonjakan persentase tertinggi meski dari basis yang kecil.

Laporan tersebut menegaskan bahwa pusat penciptaan kekayaan global kini semakin menyebar, tidak lagi hanya terkonsentrasi di ekonomi besar, meski Amerika Serikat dan China masih memegang kendali utama dalam jumlah absolut.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di seluruh pasar. Langkah ini diambil menyusul adanya ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan akibat penghentian sementara kegiatan operasional oleh pemerintah. Suspensi tersebut sebagaimana tercantum dalam pengumuman BEI No. Peng-SPT-00021/BEI.PP3/12-2025, yang berlaku mulai Sesi II perdagangan Rabu, 17 […]

  • Tragedi Banjir Sumatera: 442 Meninggal, 402 Hilang, Prabowo Turun ke Lapangan

    Tragedi Banjir Sumatera: 442 Meninggal, 402 Hilang, Prabowo Turun ke Lapangan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 442 korban meninggal dunia dan 402 warga masih hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Senin (1/12/2025). Pemerintah mempercepat penanganan darurat, mulai dari pencarian korban, evakuasi warga, hingga pembukaan akses wilayah terisolasi. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa […]

  • BI Suntik Insentif Rp36,38 Triliun untuk Pembiayaan Hijau

    BI Suntik Insentif Rp36,38 Triliun untuk Pembiayaan Hijau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menebar insentif makroprudensial sebesar Rp36,38 triliun hingga 1 November 2025 kepada bank-bank yang membiayai sektor-sektor berkelanjutan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan insentif makroprudensial tersebut merupakan kebijakan untuk mendorong pembiayaan hijau, selain upaya-upaya lainnya untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi. “Seluruh kebijakan dan inisiatif ini kami susun […]

  • Investor Asing Masih Lirik Indonesia

    Investor Asing Masih Lirik Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih terjaga meski dunia tengah diliputi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menilai Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang relevan. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyebut bahwa investor asing masih melihat peluang besar di dalam negeri, seiring dengan kondisi […]

  • Erupsi Gunung Semeru, Awan Panas 8,5 Km Tutup Akses Jembatan Gladak Perak

    Erupsi Gunung Semeru, Awan Panas 8,5 Km Tutup Akses Jembatan Gladak Perak

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, memicu luncuran awan panas sejauh 8,5 kilometer dari puncak. BPBD Jawa Timur melaporkan bahwa arah luncuran mengarah ke kawasan Jembatan Gladak Perak, Lumajang, yang berada di sisi tenggara Semeru. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyampaikan bahwa akses menuju Jembatan Gladak […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Relatif Stabil, Cabe Merah Besar Naik

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Relatif Stabil, Cabe Merah Besar Naik

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil. Komoditas beras masih bertahan stabil. Beras Naruto dan Beras Belido dijual Rp 15.400 per kilogram, sementara Beras King berada di harga Rp 15.200 per kilogram. Gula pasir lokal tercatat Rp 18.000 per kilogram, dan tepung terigu merek Cakra Kembar serta […]

expand_less