BSDE Catat Prapenjualan Rp7,1 Triliun di Kuartal III-2025, Capai 71 Persen dari Target Tahunan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 27 Okt 2025
- comment 0 komentar

Ilustrasi. Sinar Mas Land meluncurkan produk komersial terbaru yakni The Exquis Lifestyle Park di BSD City sebagai pusat niaga untuk berbagai jenis usaha seperti office, restaurant, showroom, beauty clinic, boutique, bakery, kafe, dan bisnis lainnya. Produk komersial terbaru ini dipasarkan sebanyak 105 unit, dengan harga mulai dari Rp2,8 miliaran.
JAMBISNIS.COM – Perusahaan properti milik Grup Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp7,10 triliun hingga kuartal III-2025. Angka ini setara 71 persen dari target tahunan sebesar Rp10 triliun.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, capaian tersebut tumbuh 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,84 triliun, menandakan permintaan pasar properti yang tetap solid di tengah kondisi ekonomi global yang menantang.
“Pencapaian hingga kuartal III-2025 tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan adanya permintaan yang tetap terjaga di pasar properti,” ujar Hermawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2025).
Hermawan menjelaskan, segmen residensial menyumbang Rp3,14 triliun atau 44 persen dari total prapenjualan perseroan.
Pertumbuhan ini ditopang oleh proyek-proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, dan Terravia di BSD City, serta proyek Kaia Yara, Klasika Vicente, dan proyek baru Altara di Grand Wisata Bekasi.
Sementara proyek Richmond dan Averon di Kota Wisata Cibubur turut memperkuat kinerja segmen residensial.
Adapun segmen komersial mencatatkan prapenjualan Rp3,33 triliun atau 47 persen dari total penjualan, terdiri atas ruko senilai Rp1,88 triliun, kavling komersial Rp1,08 triliun, dan unit apartemen Rp372 miliar.
“Kinerja ruko didukung oleh peluncuran proyek baru seperti Nava Park Business Suites, Xlane Community Complex, The Exquis Lifestyle Park BSD, dan Asterra Business Park,” ungkap Hermawan.
Untuk segmen apartemen, penjualan ditopang proyek The Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City. Berdasarkan lokasi proyek, BSD City masih menjadi penyumbang utama dengan kontribusi 64 persen terhadap total prapenjualan hingga September 2025. Di antara proyek andalannya, Nava Park berkontribusi sekitar 12 persen, sedangkan Hiera mencapai 5 persen. Sementara itu, proyek Grand Wisata Bekasi menyumbang 10 persen, Kota Wisata Cibubur sebesar 4 persen, dan Grand City Balikpapan sebesar 4 persen.
Menjelang kuartal IV-2025, BSDE akan melanjutkan strategi penjualan melalui kampanye nasional “Move in Quickly”, serta memanfaatkan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang berlaku hingga akhir 2026.
“Dukungan kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, termasuk penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pelonggaran likuiditas, menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor properti di paruh kedua tahun ini,” ujar Hermawan.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas akses pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Kebijakan itu membuat pembiayaan KPR lebih terjangkau dan meningkatkan minat beli, terutama untuk produk hunian siap huni. Dengan portofolio proyek yang beragam, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Hermawan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar