BP Tapera Sudah Salurkan Rp27,72 Triliun untuk Rumah Subsidi
- account_circle -
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Rumah subsidi banyak diminati masyarakat. Hingga 21 November, sudah tercatat 223.279 rumah KPR FLPP telah disalurkan BP Tapera dengan nilai Rp27,72 triliun.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksi total penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada November ini akan mencetak sejarah tertinggi. Bahkan, diprediksi melampaui capaian tertinggi KPR FLPP, tepatnya pada 2023 sejumlah 229 ribu unit rumah.
Hingga 21 November, sudah tercatat 223.279 rumah KPR FLPP telah disalurkan BP Tapera dengan nilai Rp27,72 triliun. Tercatat pada 2022 mencapai 226 ribu unit rumah dengan nilai Rp25,15 triliun dan pada 2023 sebanyak 229 ribu unit rumah senilai Rp26,32 triliun.
Sedangkan pada 2024 mencapai 200.300 unit rumah dengan nilai subsidi Rp24,6 triliun.
“Kami yakin, 2025 ini akan tercatat yang tertinggi dalam sejarah penyaluran FLPP sejak 2022,” ungkap Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam rilis BP Tapera, Senin (24/11/2025).
Menurut Heru, 2025 merupakan pencapaian luar biasa dalam penyaluran rumah subsidi. Dibanding realisasi pada 2023 dan 2024 dengan realisasi pada 2024-2025, ada peningkatan 10,99 persen.
Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah KPR FLPP sudah dicairkan berada pada angka 237.849 unit, sedangkan KPR Tapera sebanyak 1.306 unit rumah sehingga totalnya yang sudah cair dan sudah realisasi sebanyak 239.165 unit rumah.
Di sisi lain, keyakinan tersebut juga didasarkan pada data yang ada di Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan atau SiKasep. Hingga saat ini, permintaan unit rumah dari masyarakat terus meningkat.
Data SiKasep memaparkan, dari 300.910 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mendaftar di SiKasep, ada 265.219 data yang lolos subsidi checking dan 226.477 MBR yang sudah di followu p perbankan.
“Masih terdapat 38.742 data yang belum di-follow up bank penyalur. Kami berharap segera ditindaklanjuti oleh perbankan demi percepatan pemilikan rumah bagi MBR,” imbau Heru.
Heru tak menampik ada sejumlah faktor yang menjadi kendala percepatan penyaluran FLPP pada 2025. Jika melihat data FLPP per 21 November 2025 yang mencapai 223.279 unit rumah, tercatat baru 63,38 persen dari total target kuota FLPP 350 ribu unit pada 2025.
Faktor paling dominan adalah belum pulih sepenuhnya daya beli masyarakat. Meski Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2025 mencapai 5,04 persen secara tahunan (year-on-year), angka ini menunjukkan adanya sedikit perlambatan dibanding capaian Kuartal II 2025 yang tumbuh sebesar 5,12 persen.
Konsumsi masyarakat yang biasanya tumbuh lebih dari 5 persen, tapi saat ini berada di angka 4,89 persen.
Data tersebut memperlihatkan daya beli masyarakat masih tertahan. Dengan kata lain, menunjukkan daya beli masyarakat masih belum pulih.
“Perlu adanya upaya mendorong konsumsi dan memperbaiki daya beli,” tutup dia.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua

Saat ini belum ada komentar