Warga Bahar Selatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Dorong Akses Ekonomi Muaro Jambi
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Semangat gotong royong warga di wilayah Bahar Selatan menuju Bahar Tengah, Kabupaten Muaro Jambi, patut diacungi jempol. Sabtu (25/10/2025), mereka kompak turun tangan memperbaiki jalan rusak secara swadaya dengan cara patungan dana dan tenaga. Kegiatan ini digagas oleh Paguyuban Busurpitu yang diketuai Budiantoro, bersama para pemuda serta aparat Desa Bukit Subur. Warga bergotong royong menimbun dan meratakan jalan berlubang yang menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian dan perkebunan sawit.
“Dana kami kumpulkan dari iuran masyarakat dan sumbangan warga yang sering lewat bawa hasil panen sawit. Jalan ini urat nadi ekonomi warga, jadi harus dijaga bersama,” ujar Budiantoro di lokasi kegiatan.
Perbaikan jalan di wilayah Bahar Selatan memiliki dampak besar terhadap kelancaran distribusi hasil perkebunan sawit, yang menjadi sumber pendapatan utama masyarakat. Jalan yang baik membuat ongkos angkut hasil panen menurun dan mempercepat waktu pengiriman ke pabrik.
“Kalau jalan rusak, biaya transportasi naik karena mobil sering rusak dan waktu tempuh lebih lama. Jadi kalau kita perbaiki bareng, manfaatnya langsung terasa buat ekonomi warga,” jelas Budiantoro.
Menurut dia, jalan penghubung Bahar Selatan–Bahar Tengah sering rusak akibat dilalui kendaraan berat seperti truk pengangkut sawit. Karena itu, warga secara rutin melakukan perawatan mandiri agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga mendukung inisiatif masyarakat lewat program “Sapu Lobang”, yang setiap tahun memperbaiki titik-titik jalan rusak. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di daerah penghasil sawit tersebut.
“Harapan kami, camat Bahar Selatan, Pak Bupati Muaro Jambi, dan instansi terkait bisa terus dukung kegiatan seperti ini. Kalau infrastruktur lancar, ekonomi warga ikut naik,” tegas Budiantoro.
Tak hanya aktif memperbaiki jalan, Paguyuban Busurpitu juga sering mengadakan bakti sosial dan program bantuan ekonomi bagi warga sekitar. Paguyuban ini menjadi contoh bagaimana komunitas lokal bisa berperan langsung dalam memperkuat ekonomi desa dan solidaritas sosial.
“Yang penting niatnya untuk kemanusiaan dan kebersamaan. Selama bisa bantu sesama dan memajukan desa, kami akan terus bergerak,” tambah Budiantoro.
Aksi warga Bahar Selatan ini membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar nilai budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi lokal. Dengan infrastruktur yang terjaga, biaya logistik turun, daya beli petani meningkat, dan aktivitas perdagangan di pasar desa menjadi lebih lancar.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga bisa tumbuh dari partisipasi aktif masyarakat.
“Jalan yang bagus bikin hasil panen cepat dijual. Pendapatan petani naik, ekonomi desa hidup,” tutup Budiantoro.
- Penulis: syaiful amri



Saat ini belum ada komentar