Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bank Dunia: Anak Muda Asia Timur dan Pasifik Sulit Dapat Pekerjaan Layak

Bank Dunia: Anak Muda Asia Timur dan Pasifik Sulit Dapat Pekerjaan Layak

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Dunia (World Bank) melaporkan bahwa anak muda di kawasan Asia Timur dan Pasifik menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan pekerjaan layak. Meski ekonomi kawasan ini terus tumbuh pesat berkat ekspor dan industri padat karya, perubahan teknologi dan demografi menciptakan ketimpangan di pasar tenaga kerja.

Dalam laporannya, Bank Dunia mencatat tingkat pengangguran usia 15–24 tahun di Indonesia masih di atas 10 persen, sementara untuk usia 25–54 tahun berada di atas 5 persen. Kondisi serupa juga dialami di China, Kamboja, dan beberapa negara Pasifik, yang menghadapi rendahnya partisipasi angkatan kerja, terutama di kalangan perempuan.

“Menciptakan lapangan kerja penting, tidak hanya bagi kaum muda dan perempuan, tetapi juga bagi negara kepulauan Pasifik yang tingkat pekerjanya masih di bawah rata-rata global,” tulis Bank Dunia dalam laporan terbarunya.

Bank Dunia menilai, negara-negara di kawasan ini perlu meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan memperluas akses terhadap pelatihan serta pekerjaan formal. Hal ini penting mengingat populasi usia kerja di kawasan Asia Pasifik diprediksi menyusut 200 juta orang pada 2025–2050, terutama di China, Vietnam, dan Thailand.

Sementara itu, negara seperti Indonesia, Filipina, dan Kamboja justru mengalami lonjakan jumlah penduduk muda, yang jika tidak terserap di sektor produktif, berisiko menimbulkan tekanan sosial dan ekonomi jangka panjang.

Bank Dunia mendorong pemerintah di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk memperkuat reformasi pasar tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja inklusif, serta menyesuaikan kebijakan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri masa depan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat anjlok 3,06% ke level 7.152,85 pada perdagangan siang ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,09%, disusul sektor […]

  • Ini Cara Mengecek Notaris dan PPAT Bodong atau Tidak

    Ini Cara Mengecek Notaris dan PPAT Bodong atau Tidak

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mayoritas masyarakat berpikir notaris maupun Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah satu profesi yang sama. Memang, keduanya berhubungan dengan pembuatan akta pertanahan, namun memiliki perbedaan dari tugas maupun wewenangnya. PPAT merupakan pejabat umum yang secara khusus diberi kewenangan membuat akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu yang berkaitan dengan tanah dan bangunan. Dasar hukumnya […]

  • Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Semester II 2026

    Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Semester II 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menargetkan proses merger perusahaan pelat merah sektor karya dapat diselesaikan pada semester II 2026. Konsolidasi baru akan dilakukan setelah seluruh BUMN karya berada dalam kondisi sehat secara fundamental. Hal tersebut disampaikan Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai memberikan keterangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu […]

  • Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dipastikan batal rampung pada 2025. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penggabungan perusahaan tersebut bergeser ke kuartal I 2026. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena masih banyak persoalan keuangan yang harus dibereskan sebelum penggabungan […]

  • Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencatatkan capaian penting dalam kegiatan eksplorasi migas nasional. Rig PDSI#15.3/N110-M berhasil menemukan indikasi sumber minyak dan gas (migas) baru melalui pengeboran sumur eksplorasi SAC-001 di wilayah Pertamina EP Zona 7, Indramayu, Jawa Barat. Operasi pengeboran berlangsung sejak 16 Agustus hingga 29 Oktober 2025, dengan kedalaman […]

  • Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

    Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat, 25 Oktober 2025, melanjutkan kenaikan sebelumnya dan tetap berada di jalur penguatan mingguan. Kenaikan harga dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, yang menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan global. Mengutip CNBC, harga minyak Brent berjangka turun tipis 7 sen atau […]

expand_less