Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » OJK Tegaskan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Financial Markets Week

OJK Tegaskan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Financial Markets Week

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan standar internasional sekaligus mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi peserta serta menjaga stabilitas sektor keuangan. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam rangkaian kegiatan OECD Financial Markets Week yang berlangsung pada 2–5 Maret 2026 di Kantor Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Paris, Prancis.

Ogi Prastomiyono memimpin delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan OJK dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk berpartisipasi dalam berbagai forum strategis yang membahas perkembangan kebijakan sektor keuangan global.

Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD, di mana Indonesia saat ini berstatus sebagai accession country dan merupakan negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang memperoleh status tersebut.

Keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum OECD menjadi bagian penting dalam mendukung proses penilaian dan dialog kebijakan dengan negara-negara anggota OECD.

Dalam rangka mendukung proses aksesi tersebut, Ogi pada Rabu (4/3), menyampaikan presentasi self-evaluation terhadap dua instrumen hukum OECD terkait sektor dana pensiun, yaitu Core Principles of Private Pension Regulation dan Good Design of Defined Contribution Pension Plans di hadapan delegasi negara anggota OECD.

Dalam pemaparannya, Ogi menjelaskan berbagai aspek sistem dana pensiun nasional, antara lain struktur industri dana pensiun di Indonesia, kerangka regulasi dan pengawasan, penerapan tata kelola dan manajemen risiko, serta implementasi pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision) yang mendukung stabilitas industri dan perlindungan peserta.

Indonesia juga secara objektif mengidentifikasi beberapa area penguatan dibandingkan dengan standar OECD, antara lain pengembangan strategi investasi berbasis life-cycle, penguatan desain manfaat pensiun yang lebih mendorong pembayaran berkala sebagai pendapatan pensiun, serta peningkatan cakupan kepesertaan program pensiun.

“OJK terus mendorong penguatan sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan praktik terbaik internasional. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat pensiun bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional,” kata Ogi.

Selain menghadiri forum OECD, OJK juga berpartisipasi dalam pertemuan International Organisation of Pension Supervisors (IOPS), di mana OJK saat ini merupakan anggota Executive Committee IOPS.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan pertemuan gabungan antara IOPS dan OECD Working Party on Insurance and Pensions (WPIP) yang membahas berbagai isu kebijakan dan praktik pengawasan dana pensiun di tingkat global.

Delegasi negara anggota OECD menyambut baik presentasi yang disampaikan Indonesia dan mengapresiasi pendekatan terbuka yang dilakukan dalam memetakan kekuatan serta area penguatan sistem dana pensiun nasional.

Masukan dari OECD tersebut akan menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kebijakan serta penguatan sistem dana pensiun nasional ke depan, sekaligus mendukung tahapan lanjutan dalam proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.

Keikutsertaan OJK dalam forum internasional tersebut juga mencerminkan komitmen OJK untuk terus memperkuat kualitas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan Indonesia agar sejalan dengan standar global. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sistem keuangan nasional, memperkuat kepercayaan investor, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (*)

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

    Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Epilepsi pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga psikologis, baik bagi anak maupun orang tua. Kekhawatiran kerap muncul ketika kejang terjadi secara tiba-tiba, terutama saat anak sedang beraktivitas atau bermain. Dalam upaya mencegah kekambuhan, sebagian orang tua mulai memperhatikan pola makan anak. Salah satu yang sering disorot adalah konsumsi makanan […]

  • Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

    Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proses lelang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek gas raksasa Abadi, Blok Masela, dapat dilakukan pada tahun 2026. Setelah lebih dari dua dekade perencanaan, proyek gas Blok Masela kini memasuki babak baru yang diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. […]

  • Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berkutik di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026), menandakan tekanan terhadap rupiah belum mereda. Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Kembali Turun

    Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Kembali Turun

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tiga kali berturut-turut harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Jambi turun. Pada periode kali ini, 14 – 20 November 2025, harga TBS kelapa sawit Jambi untuk usia 10-20 tahun turun Rp 31,39 per kilogram TBS. Memang turunnya harga kali ini lebih kecil dibanding periode sebelumnya. Harga baru ini berlaku untuk 14-20 November […]

  • Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

    Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami belasan siswa sekolah dasar usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan TTU, Basilius Haumein, mengatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa belum dirilis […]

  • Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

    Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Bank Tanah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata berbasis UMKM lokal. Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Tanah seluas 5.000 meter persegi yang berada di bawah Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala […]

expand_less