Investasi Industri Mengalir, UMKM Batang Hari Bisa Masuk dari Jalur Ini
- account_circle say say
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

DPMPTSP menyebut terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan. Investasi juga masuk ke sektor industri makanan, pengolahan kayu, plastik dan produk nonlogam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Masuknya investasi ke Kabupaten Batang Hari, Jambi, membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai ekonomi industri. Peluang tersebut tidak selalu berupa menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menyediakan berbagai kebutuhan operasional perusahaan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Hari mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp594,527 miliar, hampir menyamai target sepanjang tahun sebesar Rp600 miliar. Investasi tersebut didominasi sektor perkebunan, terutama pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO).
DPMPTSP menyebut terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan. Investasi juga masuk ke sektor industri makanan, pengolahan kayu, plastik dan produk nonlogam. Pemerintah daerah mendorong agar perkembangan tersebut berlanjut ke industri hilir, termasuk produk turunan CPO seperti margarin.
Bagi UMKM, perkembangan industri menciptakan kemungkinan permintaan terhadap sejumlah layanan. Kebutuhan itu dapat berupa katering dan makanan pekerja, transportasi, logistik, perawatan kendaraan, jasa kebersihan, percetakan, perlengkapan kantor hingga penyediaan kebutuhan operasional lainnya.
Peluang tersebut muncul di tengah bertambahnya jumlah UMKM Batang Hari. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM mencatat jumlah UMKM meningkat dari sekitar 13.000 unit pada 2025 menjadi sekitar 14.000 unit pada 2026, atau naik sekitar 8 persen. Pertumbuhan terutama berasal dari usaha makanan, minuman dan rumah makan.
Dari sisi makro, BPS mencatat ekonomi Batang Hari tumbuh 4,52 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih berada dalam fase pertumbuhan.
Sementara di tingkat Provinsi Jambi, Bank Indonesia mencatat kredit korporasi tumbuh 14,55 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Kredit sektor perdagangan tumbuh 14,36 persen, sedangkan kredit industri meningkat 19,44 persen. BI juga memprakirakan ekonomi Jambi sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,20–5,00 persen.
Namun, pertumbuhan investasi tidak otomatis membuat UMKM lokal menjadi pemasok perusahaan. Untuk masuk ke rantai pasok korporasi, pelaku usaha membutuhkan legalitas, kapasitas produksi, kualitas yang konsisten, harga kompetitif, ketepatan waktu dan administrasi yang tertib.
Karena itu, tantangan berikutnya bagi UMKM Batang Hari bukan hanya bertambah jumlahnya, tetapi meningkatkan kapasitas agar mampu memenuhi standar pasar perusahaan.
Jika proses tersebut berjalan, investasi industri dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas. Uang yang masuk tidak hanya berputar di perusahaan besar, tetapi juga mengalir kepada pelaku usaha lokal yang menyediakan barang dan jasa pendukung.
- Penulis: say say
