Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Banjir Besar Sumatra 2025 Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Banjir Besar Sumatra 2025 Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak pekan lalu dipastikan memberi tekanan berat terhadap perekonomian nasional pada kuartal IV 2025. Sekitar 50 kabupaten/kota terdampak parah, dengan ribuan rumah rusak dan aktivitas ekonomi lumpuh total.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (2/12) mencatat 712 orang meninggal dunia dan 507 orang masih hilang. Korban jiwa tersebar di Aceh sebanyak 218 orang, Sumut 301 orang, dan Sumbar 193 orang. Lembaga riset Celios memperkirakan kerugian ekonomi mencapai Rp68,67 triliun akibat hancurnya properti, infrastruktur, dan terhentinya rantai produksi.

Ekonom INDEF M. Rizal Taufikurahman menyebut bencana besar di tiga provinsi Sumatra ini membuat target optimistis pemerintah untuk mencapai pertumbuhan 5,6–5,7 persen pada kuartal IV 2025 menjadi sulit tercapai.

“Aktivitas produksi terhenti, mobilitas logistik terputus, dan pendapatan rumah tangga anjlok,” ujarnya.

Meski demikian, Rizal menilai dampaknya bersifat gangguan sementara dan tidak mengubah arah fundamental ekonomi RI. Namun, ia menegaskan kecepatan respons pemerintah menjadi faktor penentu tingkat koreksi pertumbuhan.

Ekonom Bright Institute Muhammad Andri Perdana memperkirakan bencana ini berpotensi menghilangkan 0,6 persen pertumbuhan ekonomi riil pada kuartal IV 2025. Andri mengingatkan bahwa PDB tidak bisa mencerminkan nilai kerusakan bangunan atau aset yang sebelumnya dihitung sebagai pertumbuhan ekonomi.

“Angka pertumbuhan bisa terlihat aman, padahal dampak kemanusiaan dan ekonomi jangka panjangnya jauh lebih besar,” tegasnya.

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi menegaskan pemerintah harus berani menyesuaikan proyeksi ekonomi dan memprioritaskan:

  • percepatan belanja rekonstruksi,
  • program padat karya,
  • bantuan tunai terarah,
  • pelonggaran defisit anggaran.

Ia juga menekankan perlunya koordinasi erat dengan Bank Indonesia agar likuiditas terjaga, serta restrukturisasi kredit untuk warga terdampak. Para ekonom sepakat bahwa bencana tahun ini harus menjadi momentum perbaikan tata ruang dan penataan ulang wilayah hulu. Rekonstruksi juga harus memakai standar ketahanan bencana agar tidak mengulang siklus kerusakan yang sama.

Syafruddin menekankan bahwa korban bencana memerlukan lebih dari sekadar bantuan logistik.

“Mereka butuh dukungan modal kerja, restrukturisasi kredit, dan bantuan tunai bersyarat agar dapat kembali produktif,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran BNPB masih tersedia sekitar Rp500 miliar. Pemerintah juga siap menambah dana melalui skema Anggaran Belanja Tambahan jika dibutuhkan.

“Kalau BNPB butuh, kita proses. Dana darurat ada,” tutur Purbaya.

Sebelum bencana terjadi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,6–5,7 persen pada kuartal IV 2025, ditopang berbagai stimulus termasuk BLT Kesra untuk 35 juta keluarga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Kerja Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah Jambi Tahun 2026, pada Senin, 2 Februari lalu.

    Berantas Aktivitas Keuangan Ilegal, Satgas PASTI Jambi Kedepankan Deteksi Dini

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas keuangan ilegal semisal investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga praktik pencucian uang jadi perhatian OJK. Untuk itulah kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyelenggarakan Rapat Kerja Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah Jambi Tahun 2026, pada Senin, 2 Februari lalu. Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya dalam […]

  • Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (30/4/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.349 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu sebelumnya yang masih berada di level Rp17.326 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah menunjukkan tren fluktuasi yang masih cukup […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Segini Dijual per Gram

    Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Segini Dijual per Gram

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan Antam kembali mengalami penurunan pada awal pekan. Penurunannya cukup signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman resmi Logam Mulia pada Senin (27/4/2026), harga emas Antam hari ini anjlok Rp16.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.825.000 menjadi Rp2.809.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi harga emas dalam beberapa waktu terakhir, […]

  • Bank Jambi Error 5 Hari, Gaji PNS dan THR Dipastikan Aman

    Bank Jambi Error 5 Hari, Gaji PNS dan THR Dipastikan Aman

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Layanan Bank Jambi yang mengalami gangguan sistem selama lima hari terakhir memicu kekhawatiran para nasabah, terutama pegawai negeri sipil (PNS) di Jambi. Pasalnya, akses mobile banking dan ATM belum dapat digunakan hingga Kamis (26/2/2026). Akibat gangguan tersebut, nasabah terpaksa mendatangi kantor cabang untuk melakukan transaksi, termasuk penarikan uang melalui teller. Antrean panjang pun […]

  • Toba Pulp Bantah Jadi Penyebab Banjir Sumatra, Klaim Patuh Regulasi Lingkungan

    Toba Pulp Bantah Jadi Penyebab Banjir Sumatra, Klaim Patuh Regulasi Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Toba Pulp Lestari menegaskan tidak bertanggung jawab atas banjir dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan menewaskan lebih dari 600 orang. Perusahaan menyampaikan bantahan resmi melalui surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/12/2025). “Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” ujar Corporate Secretary Toba Pulp […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp 16.556 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat Jadi Rp 16.556 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (9/10/2025). Rupiah naik 0,10 persen ke posisi Rp 16.556 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.573 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Won Korea naik […]

expand_less