Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bahlil Lahadalia: Hilirisasi Harus Berkeadilan, Daerah Harus Dapat Nilai Tambah Terbesar

Bahlil Lahadalia: Hilirisasi Harus Berkeadilan, Daerah Harus Dapat Nilai Tambah Terbesar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa daerah penghasil tambang harus menjadi pihak yang paling banyak mendapatkan nilai tambah keekonomian dari proses pertambangan dan hilirisasi. Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/10/2025), Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, pengusaha, dan masyarakat lokal untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Hilirisasi ke depan itu harus berkeadilan bagi daerah-daerah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah, dan masyarakat daerah. Tidak boleh kue ekonomi itu dibawa semua ke Jakarta atau dibawa investor. Inilah sebagai implementasi dari sila kelima Pancasila,” tegas Bahlil.

Bahlil mencontohkan keberhasilan program hilirisasi industri nikel di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah. Kedua provinsi tersebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga 20 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 6 persen.

Menurutnya, data itu menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi mampu menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah, sekaligus memperkuat daya saing nasional di sektor industri.

“Ini adalah strategi untuk melakukan transformasi ekonomi kita, dari jasa konstruksi ke industri. Kalau ini konsisten kita lakukan, insya Allah kita akan menuju apa yang sudah ditargetkan, yakni menjadi salah satu negara yang GDP-nya masuk 10 besar dunia pada 2045,” jelas Bahlil.

Lebih lanjut, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah kini tengah menyusun peta jalan hilirisasi pascatambang, termasuk rencana pembangunan industri baru setelah aktivitas pertambangan berakhir.

Langkah ini, menurutnya, sangat penting agar daerah tidak bergantung hanya pada kegiatan ekstraksi sumber daya alam, tetapi juga memiliki struktur ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan sektor industri lanjutan.

“Kita ingin memastikan setelah tambang selesai, ekonomi daerah tetap hidup. Karena itu, hilirisasi pascatambang menjadi prioritas kita agar masyarakat tidak kehilangan sumber pendapatan,” ujarnya.

Kementerian ESDM memastikan kebijakan hilirisasi dijalankan dengan prinsip pemerataan manfaat ekonomi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini juga diharapkan memperkuat peran UMKM daerah dalam rantai pasok industri.

“Upaya ini menjadi bagian dari implementasi sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Bahlil Lahadalia.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina NRE Gandeng Bank Mandiri Luncurkan “AKU NET-ZERO HERO”

    Pertamina NRE Gandeng Bank Mandiri Luncurkan “AKU NET-ZERO HERO”

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya mendorong partisipasi publik dalam pengurangan emisi karbon terus diperkuat. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Jejakin, dan IDXCarbon meluncurkan kampanye bertajuk “AKU NET-ZERO HERO”. Peluncuran inisiatif tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Bumi sebagai respons atas semakin nyata dampak perubahan iklim yang dirasakan masyarakat. Kampanye […]

  • Rupiah Melemah Tipis, Kini Rp16.605 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Tipis, Kini Rp16.605 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada Senin (27/10/2025). Rupiah melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.605 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.602 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,11% ke level 98,84. Sementara mata uang di Asia bervariasi, seluruhnya menguat. Di mana, won Korea Selatan menjadi […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • Jaksel dan Jaktim Jadi Lokasi Uji Coba LPG 3 Kg Satu Harga

    Jaksel dan Jaktim Jadi Lokasi Uji Coba LPG 3 Kg Satu Harga

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan uji coba kebijakan LPG 3 kilogram (kg) satu harga mulai dilakukan tahun ini. Pada tahap awal, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur ditetapkan sebagai wilayah percontohan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari aturan LPG tepat sasaran […]

  • Indonesia dan Turki Sepakat Perluas Kerja Sama Penerbangan, Tambah Rute dan Frekuensi Terbang

    Indonesia dan Turki Sepakat Perluas Kerja Sama Penerbangan, Tambah Rute dan Frekuensi Terbang

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia dan Turki sepakat memperluas kerja sama di sektor penerbangan sipil melalui penambahan rute penerbangan, peningkatan kapasitas angkut penumpang, serta penguatan konektivitas udara untuk mendukung pariwisata, perdagangan, dan peluang ekonomi kedua negara. Kesepakatan ini tercapai dalam konsultasi hubungan udara bilateral antara Indonesia dan Turki yang digelar di Istanbul, Turki, pada 22–23 Oktober 2025. […]

  • Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa menanam kelapa saat ini lebih  menguntungkan dibandingkan kelapa sawit. Pernyataan ini muncul seiring lonjakan permintaan kelapa dari China yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut di tingkat petani. Zulhas mengungkapkan harga kelapa di tingkat petani melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan signifikan ini […]

expand_less