Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4,35 persen. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi, dipicu kenaikan harga energi dan dampak konflik global. Langkah tersebut menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut, sekaligus mengembalikan level suku bunga seperti pada Desember 2024.

Mengutip laporan CNBC, mayoritas anggota dewan RBA mendukung kebijakan ini. Sebanyak delapan anggota memilih menaikkan suku bunga, sementara satu anggota lainnya memilih mempertahankan di level 4,1 persen.

RBA menyebut lonjakan inflasi terjadi sejak paruh kedua 2025, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan komoditas global.

“Perkembangan di Timur Tengah berdampak pada inflasi. Harga bahan bakar yang lebih tinggi meningkatkan tekanan harga dan berpotensi menimbulkan efek lanjutan pada berbagai sektor,” tulis RBA dalam pernyataannya.

Bank sentral juga memperkirakan inflasi akan tetap berada di atas target 2–3 persen dalam beberapa waktu ke depan. Risiko inflasi dinilai masih tinggi seiring ketidakpastian global.

Ke depan, RBA memberi sinyal kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan. Suku bunga diproyeksikan dapat mencapai 4,7 persen pada Desember 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Selain itu, proyeksi inflasi direvisi naik menjadi 4,8 persen pada pertengahan 2026 dan sekitar 4 persen di akhir tahun. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Australia justru direvisi turun menjadi 1,3 persen dari sebelumnya 1,8 persen.

Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Australia mencapai 4,09 persen pada kuartal I 2026. Bahkan, pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 4,6 persen, menjadi level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Meski demikian, ekonomi Australia masih menunjukkan ketahanan. Produk domestik bruto negara tersebut tercatat tumbuh 2,6 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, menjadi laju tercepat dalam dua tahun.

RBA menegaskan bahwa ketidakpastian global, terutama terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah, masih menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi inflasi dan arah kebijakan moneter ke depan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecah Rekor Tertinggi Lagi! Harga Emas Antam Meledak

    Pecah Rekor Tertinggi Lagi! Harga Emas Antam Meledak

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) kembali menyentuh rekor tertinggi. Pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026) emas Antam menjadi Rp2.772.000 per gram lantaran naik lagi Rp35.000. Mengutip laman logammulia.com, untuk satuan harga emas Antam yang terkecil 0,5 gram berada di Rp1.436.500. Sementara, untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kg […]

  • 6 Fakta 4 Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    6 Fakta 4 Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Penetapan ini diumumkan oleh Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI. Keempat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES kini telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih […]

  • AHY Pastikan APBN Ikut Tanggung Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    AHY Pastikan APBN Ikut Tanggung Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dilibatkan dalam proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11/2025). “Kami […]

  • Bisnis Kita Sehat atau Tidak? Cek 5 Indikator Ini

    Bisnis Kita Sehat atau Tidak? Cek 5 Indikator Ini

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Toko yang ramai, omzet yang meningkat dan jumlah pelanggan yang bertambah sering dianggap sebagai tanda bisnis sedang sehat. Namun, indikator tersebut belum cukup untuk mengetahui kondisi perusahaan secara menyeluruh. Pelaku usaha di Jambi perlu memantau setidaknya lima indikator, yaitu revenue growth, gross margin, net profit, cash flow dan customer retention. Revenue menunjukkan perkembangan […]

  • Keterampilan yang Dibutuhkan Industri dan Perusahaan di Jambi, Kompetensi Digital Makin Relevan

    Keterampilan yang Dibutuhkan Industri dan Perusahaan di Jambi, Kompetensi Digital Makin Relevan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penguasaan keterampilan teknis, komunikasi, pemecahan masalah, dan adaptasi terhadap teknologi menjadi bekal penting bagi pencari kerja di Provinsi Jambi. Kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan perusahaan dapat membantu memperluas pilihan karier, baik di sektor industri, perkebunan, perdagangan, maupun jasa. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai sekitar 1,80 juta orang pada […]

  • Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan laba bersih perusahaan sepanjang 2025 dapat tembus US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun (kurs Rp 16.500). Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 49,54 triliun. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 68 miliar […]

expand_less