Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Israel Ancam Serang Iran di Selat Hormuz

Israel Ancam Serang Iran di Selat Hormuz

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menunjukkan kekuatan militernya di Selat Hormuz, sementara Israel mengancam akan melancarkan serangan baru yang disebut lebih mematikan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Dalam laporan terbaru, Iran merilis video operasi militer yang memperlihatkan pasukan elite menaiki dan menguasai kapal kargo di wilayah perairan strategis tersebut. Teheran mengklaim tindakan itu sebagai bentuk penegakan kedaulatan maritim, terutama terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi wilayah ini, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga energi secara signifikan.

Ketegangan semakin meningkat setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan. Presiden Donald Trump menyatakan tetap membuka peluang diplomasi, namun tidak menutup kemungkinan aksi militer jika negosiasi gagal.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa negaranya siap melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Ia bahkan menyebut serangan berikutnya akan lebih agresif dan dapat menyasar target strategis, termasuk pimpinan tertinggi Iran.

Situasi ini turut diperparah oleh laporan aktivitas drone misterius di sejumlah wilayah Iran yang memicu respons sistem pertahanan udara. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dampak dari eskalasi konflik ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak mengalami fluktuasi tajam, sementara indeks saham di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami tekanan. Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Selain itu, potensi gangguan distribusi energi juga berisiko meningkatkan biaya logistik global. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya dapat merembet ke harga barang kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Iran sendiri menegaskan tidak akan membuka kembali jalur negosiasi sebelum AS mencabut pembatasan terhadap kapal-kapalnya. Sementara itu, Washington tetap melanjutkan operasi pengawasan di jalur laut internasional, termasuk terhadap kapal tanker yang diduga membawa minyak Iran.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Bertahan, Harga Perak Antam Hari Ini Rontok

    Usai Bertahan, Harga Perak Antam Hari Ini Rontok

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam berbalik arah. Setelah sebelumnya bertahan alias stagnan, harga logam mulia berwarna silver tersebut akhirnya rontok pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini terpangkas Rp250. Setelah mengalami koreksi, harga perak berada di level Rp43.450.000 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam bertahan di level […]

  • Rismon Sianipar Akui Ijazah UGM Joko Widodo Asli

    Rismon Sianipar Akui Ijazah UGM Joko Widodo Asli

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peneliti forensik digital Rismon Sianipar akhirnya menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi adalah asli. Pernyataan itu disampaikan Rismon setelah melakukan kajian lanjutan selama sekitar tiga bulan terkait dokumen kelulusan Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “Iya, asli. Dengan kajian saya, kebenaran itu menyakitkan, tetapi lebih menyakitkan lagi jika […]

  • Harga Perak Cetak Rekor Baru  US$ 64,22 per Troy Ons

    Harga Perak Cetak Rekor Baru  US$ 64,22 per Troy Ons

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak kembali mencetak rekor baru, setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5%–3,75%. Dikutip dari Reuters, Jumat (12/12/2025) harga perak spot naik hampir 4% ke level US$ 64,22 per troy ons, mendekati rekor tertinggi US$ 64,31 yang dicapai sebelumnya pada sesi tersebut. […]

  • Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Galeri24 dan UBS Kompak Naik

    Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Galeri24 dan UBS Kompak Naik

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak naik. Dikutip laman resmi Sahabat Pegadaian, Rabu (11/2/2026), harga emas UBS kini berada di angka Rp 3.002.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.993.000 per gram. Sedangkan harga buyback UBS sebesar Rp2.798.000 per gram. Untuk harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.987.000 per gram dari sebelumnya Rp […]

  • Rupiah Melemah Tipis Rp16.613 Per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

    Rupiah Melemah Tipis Rp16.613 Per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (29/10/2025). Rupiah melemah sebesar 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.613 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.608 per dolar AS. Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,08%. Selanjutnya […]

  • BI-Rate Diprediksi Naik ke 6 Persen! Ini Pemicu Tekanannya

    BI-Rate Diprediksi Naik ke 6 Persen! Ini Pemicu Tekanannya

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih tertahan di dekat level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah tekanan mata uang Garuda dan risiko arus keluar modal asing, keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada Rabu (21/10/2026) menjadi perhatian pelaku pasar. Mengutip Antara, rupiah bergerak stagnan sebesar 0 poin atau 0,00 persen pada perdagangan […]

expand_less