Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Israel Ancam Serang Iran di Selat Hormuz

Israel Ancam Serang Iran di Selat Hormuz

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menunjukkan kekuatan militernya di Selat Hormuz, sementara Israel mengancam akan melancarkan serangan baru yang disebut lebih mematikan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Dalam laporan terbaru, Iran merilis video operasi militer yang memperlihatkan pasukan elite menaiki dan menguasai kapal kargo di wilayah perairan strategis tersebut. Teheran mengklaim tindakan itu sebagai bentuk penegakan kedaulatan maritim, terutama terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi wilayah ini, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga energi secara signifikan.

Ketegangan semakin meningkat setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan. Presiden Donald Trump menyatakan tetap membuka peluang diplomasi, namun tidak menutup kemungkinan aksi militer jika negosiasi gagal.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa negaranya siap melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Ia bahkan menyebut serangan berikutnya akan lebih agresif dan dapat menyasar target strategis, termasuk pimpinan tertinggi Iran.

Situasi ini turut diperparah oleh laporan aktivitas drone misterius di sejumlah wilayah Iran yang memicu respons sistem pertahanan udara. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dampak dari eskalasi konflik ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak mengalami fluktuasi tajam, sementara indeks saham di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami tekanan. Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Selain itu, potensi gangguan distribusi energi juga berisiko meningkatkan biaya logistik global. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya dapat merembet ke harga barang kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Iran sendiri menegaskan tidak akan membuka kembali jalur negosiasi sebelum AS mencabut pembatasan terhadap kapal-kapalnya. Sementara itu, Washington tetap melanjutkan operasi pengawasan di jalur laut internasional, termasuk terhadap kapal tanker yang diduga membawa minyak Iran.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel  Rp16.847 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel Rp16.847 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah mendapat tanggapan dari Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Dikutip dari Antara, ia […]

  • BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Manokwari Lewat Program Goes to Customer

    BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Manokwari Lewat Program Goes to Customer

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan layanan dan edukasi publik lewat program “BPJS Kesehatan Goes to Customer”, yang kali ini digelar bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menjawab langsung berbagai keluhan dan pertanyaan masyarakat. […]

  • Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pemerintah pusat memberikan izin pinjaman kepada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kebijakan ini diterapkan untuk membantu daerah yang mengalami kekurangan kas sementara, terutama pada awal atau akhir tahun anggaran. “Kadang-kadang untuk awal tahun atau akhir tahun pemda kekurangan uang, ya untuk […]

  • Respons Kemnaker soal Gugatan UMP Jakarta 2026 ke PTUN: Penetapan Upah Jadi Hak Prerogatif Gubernur

    Respons Kemnaker soal Gugatan UMP Jakarta 2026 ke PTUN: Penetapan Upah Jadi Hak Prerogatif Gubernur

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merespons rencana serikat buruh yang akan menggugat penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan tersebut dipicu ketidakpuasan buruh atas besaran UMP Jakarta 2026 yang ditetapkan sebesar Rp5,73 juta per bulan. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah […]

  • Pemerintah Siap Tambah Dana BNPB untuk Tanggulangi Banjir Sumatra, Purbaya Pastikan Anggaran Cukup

    Pemerintah Siap Tambah Dana BNPB untuk Tanggulangi Banjir Sumatra, Purbaya Pastikan Anggaran Cukup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. DSP digunakan untuk kebutuhan darurat seperti evakuasi, logistik, pengungsian, hingga layanan kesehatan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi […]

  • Rupiah Menguat  0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat 0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin (24/11/2025). Diperdagangan awal pekan ini rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.716 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen pasar yang bercampur antara perkembangan geopolitik global dan rilis data ekonomi domestik yang […]

expand_less