Selasa, 9 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Israel Ancam Serang Iran di Selat Hormuz

Israel Ancam Serang Iran di Selat Hormuz

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menunjukkan kekuatan militernya di Selat Hormuz, sementara Israel mengancam akan melancarkan serangan baru yang disebut lebih mematikan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Dalam laporan terbaru, Iran merilis video operasi militer yang memperlihatkan pasukan elite menaiki dan menguasai kapal kargo di wilayah perairan strategis tersebut. Teheran mengklaim tindakan itu sebagai bentuk penegakan kedaulatan maritim, terutama terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi wilayah ini, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga energi secara signifikan.

Ketegangan semakin meningkat setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan. Presiden Donald Trump menyatakan tetap membuka peluang diplomasi, namun tidak menutup kemungkinan aksi militer jika negosiasi gagal.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa negaranya siap melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Ia bahkan menyebut serangan berikutnya akan lebih agresif dan dapat menyasar target strategis, termasuk pimpinan tertinggi Iran.

Situasi ini turut diperparah oleh laporan aktivitas drone misterius di sejumlah wilayah Iran yang memicu respons sistem pertahanan udara. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dampak dari eskalasi konflik ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak mengalami fluktuasi tajam, sementara indeks saham di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami tekanan. Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

Selain itu, potensi gangguan distribusi energi juga berisiko meningkatkan biaya logistik global. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya dapat merembet ke harga barang kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Iran sendiri menegaskan tidak akan membuka kembali jalur negosiasi sebelum AS mencabut pembatasan terhadap kapal-kapalnya. Sementara itu, Washington tetap melanjutkan operasi pengawasan di jalur laut internasional, termasuk terhadap kapal tanker yang diduga membawa minyak Iran.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, menandai dimulainya puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Pergerakan dilakukan secara bertahap dari pemondokan di Kota Makkah menuju lokasi wukuf. Sejak pagi hari waktu Arab Saudi, ribuan jemaah terlihat telah bersiap di depan hotel masing-masing. Mereka mengenakan pakaian ihram dan membawa perlengkapan […]

  • emas batangan

    Sejumlah Nama Baru Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sepuluh besar orang terkaya Indonesia versi Forbes pada Desember 2025 mengalami perubahan. Bahkan jika daftar itu diperpanjang lagi, bermunculan nama baru. Sementara dari daftar 10 orang terkaya Indonesia, beberapa nama melorot dari daftar. Menurut Forbes sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (15/12) penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 17 persen sepanjang tahun ini turut […]

  • BI Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid Meski Moody’s Negatif

    BI Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Solid Meski Moody’s Negatif

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s dari stabil ke negatif pada 5 Februari 2026 tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi RI. Menurut Perry, revisi outlook lebih dipengaruhi oleh risiko penurunan kepastian kebijakan yang bisa berdampak pada ekonomi jika berlanjut. Kinerja ekonomi domestik tetap solid, tercermin […]

  • Harga Sembako Jambi Hari Ini Stabil, Cabe Rawit Naik, Cabe Merah Turun

    Harga Sembako Jambi Hari Ini Stabil, Cabe Rawit Naik, Cabe Merah Turun

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi pada Rabu (29/10/2025) terpantau relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga. Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Jambi, perubahan harga terjadi pada beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, sedangkan bahan pokok utama seperti beras, […]

  • Maybank Indonesia Kucurkan Pembiayaan Syariah Rp1,1 Triliun untuk PLTGU Batam

    Maybank Indonesia Kucurkan Pembiayaan Syariah Rp1,1 Triliun untuk PLTGU Batam

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyalurkan pembiayaan syariah berbasis keberlanjutan senilai Rp1,1 triliun dari total Rp3,3 triliun dalam bentuk Sindikasi Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bagi PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam. Pembiayaan ini digunakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 120 megawatt (MW) di Batam, guna meningkatkan pasokan dan […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

expand_less