Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat.

Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk target pembangunan lebih dari 2.400 kilometer jalan tol baru.

Namun, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak berantai. Pengenaan PPN sebesar 11 hingga 12 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dapat mendorong kenaikan tarif tol secara efektif. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan biaya logistik dan memicu kenaikan harga barang.

Akademisi dan praktisi manajemen, Tedy Ardiansyah, menilai isu ini tidak semata persoalan fiskal, melainkan juga menyangkut efisiensi ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar penambahan penerimaan negara, tetapi juga menyangkut dampak langsung terhadap rantai distribusi dan konsumsi masyarakat,” tulisnya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Menteri Keuangan menyatakan implementasi pajak baru akan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik bahwa tambahan beban biaya transportasi akan menekan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilema ini mencerminkan tantangan klasik dalam kebijakan fiskal. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk membiayai pembangunan infrastruktur secara masif. Di sisi lain, ruang fiskal yang terbatas membuat perluasan objek pajak menjadi opsi yang sulit dihindari.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah peningkatan penerimaan negara sebanding dengan potensi tekanan terhadap daya beli dan inflasi?

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang lebih presisi agar keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pantau terus perkembangan ekonomi, saham, harga sembako, dan harga emas terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Negara dengan Paspor Lebih Kuat dari Inggris 2026, Malaysia dan Singapura Unggul

    Daftar Negara dengan Paspor Lebih Kuat dari Inggris 2026, Malaysia dan Singapura Unggul

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Paspor Inggris dengan sampul hitam menjadi perbincangan di media sosial setelah viralnya kasus yang melibatkan seorang penerima beasiswa pemerintah. Di tengah sorotan tersebut, peringkat kekuatan paspor dunia 2026 menunjukkan bahwa Inggris bukan pemegang paspor terkuat secara global. Berdasarkan laporan Passport Index 2026, kekuatan paspor diukur melalui mobility score (MS), yakni jumlah destinasi yang […]

  • Rupiah Melemah Terus! Kini Sudah Rp17.130 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Terus! Kini Sudah Rp17.130 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pagi ini. Rupiah mencatatkan koreksi tipis di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih fluktuatif. Berdasarkan data dari Antara pada Selasa (14/4/2026), rupiah mengalami penurunan sebesar 25 poin atau setara dengan 0,15 persen. Pergerakan ini membawa posisi rupiah ke level Rp17.130 per dolar […]

  • Perdagangan Dibuka IHSG Bergerak ke Zona Hijau

    Perdagangan Dibuka IHSG Bergerak ke Zona Hijau

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal perdagangan hari ini, Jumat (28/11/2025), menguat. Saat ini bursa Asia bergerak variatif. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,26% atau 22,27 poin ke level 8.568,14. Tercatat sebanyak 251 saham menguat, 259 saham melemah, dan 186 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 6,7 miliar […]

  • Rupiah Jebol Lagi! Tembus Rp18.000 per Dolar AS

    Rupiah Jebol Lagi! Tembus Rp18.000 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Mata uang Indonesia kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah mengawali perdagangan dengan melemah 0,18 persen atau 32 poin ke posisi Rp18.029 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya. Rupiah masih berada di level Rp17.997 per dolar […]

  • Cabai Merah dan Rawit Naik di Tengah Kabut Asap Jambi

    Cabai Merah dan Rawit Naik di Tengah Kabut Asap Jambi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (1/10/2026) relatif stabil. Namun, harga cabai tercatat mengalami kenaikan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga beras seperti Beras Anggur, Beras Belido, Beras King dan Beras Tiga […]

  • Guncang Akhir Tahun! All New Honda Vario 125 Resmi Meluncur di Jambi

    Guncang Akhir Tahun! All New Honda Vario 125 Resmi Meluncur di Jambi

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi secara resmi meluncurkan All New Honda Vario 125 kepada masyarakat Jambi. Skutik 125cc generasi terbaru ini hadir dengan pembaruan menyeluruh pada desain dan fitur, serta diperkuat dengan kehadiran tipe Street yang mengusung konsep street style lebih ekspresif dan berkarakter. […]

expand_less