Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat.

Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk target pembangunan lebih dari 2.400 kilometer jalan tol baru.

Namun, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak berantai. Pengenaan PPN sebesar 11 hingga 12 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dapat mendorong kenaikan tarif tol secara efektif. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan biaya logistik dan memicu kenaikan harga barang.

Akademisi dan praktisi manajemen, Tedy Ardiansyah, menilai isu ini tidak semata persoalan fiskal, melainkan juga menyangkut efisiensi ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar penambahan penerimaan negara, tetapi juga menyangkut dampak langsung terhadap rantai distribusi dan konsumsi masyarakat,” tulisnya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Menteri Keuangan menyatakan implementasi pajak baru akan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik bahwa tambahan beban biaya transportasi akan menekan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilema ini mencerminkan tantangan klasik dalam kebijakan fiskal. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk membiayai pembangunan infrastruktur secara masif. Di sisi lain, ruang fiskal yang terbatas membuat perluasan objek pajak menjadi opsi yang sulit dihindari.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah peningkatan penerimaan negara sebanding dengan potensi tekanan terhadap daya beli dan inflasi?

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang lebih presisi agar keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pantau terus perkembangan ekonomi, saham, harga sembako, dan harga emas terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Pastikan Akan Menanggung Upah Peserta Magang Nasional Selama 6 Bulan

    Pemerintah Pastikan Akan Menanggung Upah Peserta Magang Nasional Selama 6 Bulan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memastikan bahwa pemerintah akan menanggung penuh biaya upah peserta magang nasional selama enam bulan. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat transisi tenaga kerja muda ke dunia industri, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi lulusan baru. Afriansyah menjelaskan, peserta program Magang Nasional akan menerima insentif setara upah […]

  • Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Kemeterian PKP menambah kuota rumah subsidi permanen bagi 5.000 unit bagi nakes. Sehingga, totalnya menjadi 35.000 unit. Para nakes tersebut terdiri dari tiga profesi yaitu Tenaga Kesehatan Perawat Anestesi, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), serta Tenaga Kesehatan Terapis […]

  • Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel  Rp16.847 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel Rp16.847 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah mendapat tanggapan dari Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Dikutip dari Antara, ia […]

  • Cabai Merah di Pasar Angso Duo Jambi Turun 12,5 Persen, Mayoritas Sembako Stabil

    Cabai Merah di Pasar Angso Duo Jambi Turun 12,5 Persen, Mayoritas Sembako Stabil

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga komoditas cabai merah di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami penurunan cukup signifikan pada Kamis (11/6/2026). Berdasarkan data terbaru Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil kompak melandai sebesar 12,5 persen dibandingkan hari sebelumnya. Saat ini, kedua jenis komoditas tersebut […]

  • Pertamina Temukan 724 Juta BOE Cadangan Migas Baru di Rokan, Terbesar dalam 10 Tahun

    Pertamina Temukan 724 Juta BOE Cadangan Migas Baru di Rokan, Terbesar dalam 10 Tahun

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) mencatat capaian besar pada 2025 setelah menemukan potensi cadangan migas non konvensional (MNK) sebesar 724 juta barrel oil equivalent (BOE) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Temuan tersebut menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir sekaligus memperkuat upaya peningkatan ketahanan energi nasional. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa […]

  • Sudah Dihitung Prabowo, 10.000 masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

    Sudah Dihitung Prabowo, 10.000 masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyiapkan dua jenis lauk dalam hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. “Selain susu, harus ada dua jenis lauk, bukan satu,” kata Nanik, dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2025). Nanik mengatakan, instruksi tersebut langsung disampaikan oleh Presiden, […]

expand_less