Blak-blakan! Pope Leo XIV Tolak Perang, Donald Trump Tak Terima
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemimpin Gereja Katolik Pope Leo XIV
JAMBISNIS.COM – Ketegangan antara pemimpin Gereja Katolik Pope Leo XIV dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kian memanas di tengah konflik geopolitik global yang terus bereskalasi. Paus Leo XIV menegaskan bahwa Gereja memiliki “kewajiban moral” untuk menentang perang dan menyerukan perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan dalam perjalanan menuju Aljazair, saat konflik di Timur Tengah masih berlangsung intens.
Menurut Paus, ajaran Injil secara tegas mendorong umat untuk menjadi pembawa damai. Ia juga menegaskan tidak gentar terhadap kritik, termasuk dari pemerintahan Donald Trump.
Di sisi lain, Trump merespons keras seruan tersebut. Ia menilai pernyataan Paus tidak tepat, khususnya terkait sikap terhadap Iran. Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan mempertahankan kebijakan keras terhadap negara tersebut.
Ketegangan ini muncul di tengah memanasnya konflik pasca serangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi tersebut turut memicu reaksi dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang membela posisi Paus dan menyebut kritik terhadap pemimpin Gereja sebagai hal yang tidak pantas.
Dalam kunjungannya ke Aljazair, Paus Leo XIV kembali menekankan pentingnya rekonsiliasi global. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan perdamaian, pengampunan, serta menghormati nilai kemanusiaan, termasuk dalam perlakuan terhadap warga sipil dan migran.
Paus juga menegaskan bahwa Gereja tidak menjalankan agenda politik atau kebijakan luar negeri, melainkan menyuarakan nilai moral universal yang relevan bagi seluruh umat manusia.
Sementara itu, pernyataan-pernyataan keras dari Donald Trump terus berlanjut, termasuk kritik terhadap sikap Paus yang dinilai lemah dalam menghadapi ancaman global.
Ketegangan antara moralitas agama dan kepentingan geopolitik ini menjadi sorotan dunia, sekaligus mencerminkan kompleksitas konflik internasional yang semakin sulit diredam.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar