Stok Beras Nasional 4,5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan Aman
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Mentan: Stok Beras RI 4,5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman 11 Bulan
JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah saat ini dalam kondisi aman dan stabil, meski di tengah ketidakpastian global akibat gejolak di Timur Tengah.
Menurut Amran, stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog kini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Stok beras pemerintah sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri, jadi tidak perlu diragukan,” ujar Amran saat meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan stok beras tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat.
Beberapa kebijakan tersebut antara lain kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, serta penerapan transformasi pertanian modern.
Amran menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, kondisi stok beras saat ini bahkan telah melampaui kapasitas gudang yang tersedia. Pemerintah pun terpaksa menyewa tambahan gudang untuk menampung kelebihan stok.
“Kapasitas gudang kita sekitar 3 juta ton, sementara stok sudah 4,5 juta ton. Artinya kita harus menyewa gudang tambahan, bahkan ke depan akan ditambah lagi,” kata Amran.
Ia memperkirakan dalam waktu 10 hingga 20 hari ke depan, stok beras nasional bisa menembus 5 juta ton. Bahkan, dalam dua bulan ke depan, jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga 6 juta ton.
Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan. Di Sulawesi Selatan, misalnya, stok beras saat ini mencapai sekitar 761 ribu ton, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Amran memastikan kondisi stok tersebut telah diverifikasi langsung melalui pengecekan lapangan di sejumlah gudang Bulog.
Dengan kondisi stok yang melimpah, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.
Ia menambahkan, jika memperhitungkan stok yang ada, cadangan di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta potensi panen yang masih berlangsung, maka ketersediaan beras nasional dipastikan aman hingga 11 bulan ke depan.
“Artinya, stok untuk masyarakat Indonesia aman untuk 11 bulan ke depan,” ujarnya.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar