Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Bank Tanah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata berbasis UMKM lokal. Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Tanah seluas 5.000 meter persegi yang berada di bawah Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Desa Kutuh I Wayan Mudana dan Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, pada acara Landbank Strategic Partnership Forum di Menara BNI, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan lahan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat desa.

“Pemanfaatan lahan di Desa Kutuh ini bukan hanya untuk mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dan UMKM sebagai bagian penting dalam rantai ekonomi lokal,” ujar Hakiki.

Menurutnya, pengelolaan Tanah Negara harus dimaknai bukan sekadar penguasaan aset fisik, tetapi juga bagaimana lahan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan yang memberi nilai tambah ekonomi.

“Melalui kerja sama dengan pemerintah desa, kami ingin memastikan pengelolaan tanah membawa dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, menyambut positif inisiatif Badan Bank Tanah ini. Ia menilai program tersebut akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Kerja sama ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat kami,” kata Wayan Mudana.

Ia berharap pengembangan kawasan wisata berbasis UMKM ini dapat menjadi model percontohan nasional untuk kolaborasi antara desa dan lembaga pengelola aset negara. Desa Kutuh sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata sukses di Bali, dengan berbagai inisiatif ekonomi kreatif seperti wisata pantai, atraksi budaya, serta produk olahan lokal yang dikelola oleh masyarakat desa.

Badan Bank Tanah melalui berbagai kerja samanya tengah memperkuat ekosistem pengelolaan Tanah Negara yang berdaya guna bagi masyarakat. Konsep pengelolaan lahan di Kutuh diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pengelola aset, dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

“Pemanfaatan tanah harus memberi dampak nyata, tidak hanya bagi pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelas Hakiki.

Selain dengan Desa Kutuh, Badan Bank Tanah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai daerah lain di Indonesia, terutama yang memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif tinggi. Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia terus didorong untuk melakukan transformasi menuju pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi Bank Tanah dengan Desa Kutuh menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pengembangan kawasan 5.000 meter persegi di Desa Kutuh ini direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM pariwisata, termasuk fasilitas pelatihan, pusat promosi produk lokal, serta area wisata tematik berbasis budaya dan lingkungan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global. Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar […]

  • Cegah Keracunan, BGN Wajibkan SPPG Pasang Label Batas Waktu Konsumsi MBG

    Cegah Keracunan, BGN Wajibkan SPPG Pasang Label Batas Waktu Konsumsi MBG

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memasang label batas waktu aman konsumsi pada hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diterapkan untuk menekan risiko keracunan makanan yang belakangan terjadi di sejumlah daerah. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan setiap kepala SPPG […]

  • Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

    Kenaikan Royalti Tambang Nikel hingga Emas Ditunda, Pemerintah Kaji Dampak ke Investasi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah menaikkan tarif royalti pertambangan mineral, mulai dari nikel hingga emas, memicu respons negatif dari pelaku pasar. Akibatnya, kebijakan tersebut untuk sementara ditunda sambil menunggu evaluasi lebih lanjut. Usulan yang digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu mencakup kenaikan royalti untuk sejumlah komoditas strategis seperti nikel, tembaga, timah, emas, hingga […]

  • Harga Emas Antam Meroket, Sentuh Angka Rp2,9 Juta Per Gram

    Harga Emas Antam Meroket, Sentuh Angka Rp2,9 Juta Per Gram

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam naik dratis pada Rabu (8/4/2026). Adanya kenaikan harga baru ini membuat emas Antam kembali mahal. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga emas Antam melonjak sebesar Rp50.000 menjadi Rp2.900.000 per gram dari semula Rp2.850.000. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga terbang tinggi sebesar Rp95.000 ke level […]

  • Akhir 2025, Menkeu Bessent Prediksi Pertumbuhan Ekonomi AS 3 Persen

    Akhir 2025, Menkeu Bessent Prediksi Pertumbuhan Ekonomi AS 3 Persen

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Scott Bessent menyampaikan prediksi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 3 persen. Bessent menyatakan musim belanja liburan sejauh ini sangat kuat dan memprediksi ekonomi AS akan mengakhiri tahun dengan pijakan yang solid. Bessent menyampaikan optimisme tinggi terhadap kondisi makroekonomi AS. “Ekonomi (AS) lebih baik dari yang kami kira. Kami […]

  • Harga Sembako Jambi 4 Desember 2025: Cabai Merah Melonjak di Tiga Pasar, Komoditas Lain Stabil

    Harga Sembako Jambi 4 Desember 2025: Cabai Merah Melonjak di Tiga Pasar, Komoditas Lain Stabil

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi per 4 Desember 2025 terpantau stabil, meski beberapa komoditas strategis seperti cabai merah besar dan cabai merah kecil mencatat lonjakan signifikan. Data ini dihimpun dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi yang memantau tiga pasar utama, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat […]

expand_less