Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Badan Bank Tanah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata berbasis UMKM lokal. Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Tanah seluas 5.000 meter persegi yang berada di bawah Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Desa Kutuh I Wayan Mudana dan Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, pada acara Landbank Strategic Partnership Forum di Menara BNI, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan lahan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat desa.
“Pemanfaatan lahan di Desa Kutuh ini bukan hanya untuk mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dan UMKM sebagai bagian penting dalam rantai ekonomi lokal,” ujar Hakiki.
Menurutnya, pengelolaan Tanah Negara harus dimaknai bukan sekadar penguasaan aset fisik, tetapi juga bagaimana lahan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan yang memberi nilai tambah ekonomi.
“Melalui kerja sama dengan pemerintah desa, kami ingin memastikan pengelolaan tanah membawa dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, menyambut positif inisiatif Badan Bank Tanah ini. Ia menilai program tersebut akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Kerja sama ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat kami,” kata Wayan Mudana.
Ia berharap pengembangan kawasan wisata berbasis UMKM ini dapat menjadi model percontohan nasional untuk kolaborasi antara desa dan lembaga pengelola aset negara. Desa Kutuh sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata sukses di Bali, dengan berbagai inisiatif ekonomi kreatif seperti wisata pantai, atraksi budaya, serta produk olahan lokal yang dikelola oleh masyarakat desa.
Badan Bank Tanah melalui berbagai kerja samanya tengah memperkuat ekosistem pengelolaan Tanah Negara yang berdaya guna bagi masyarakat. Konsep pengelolaan lahan di Kutuh diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pengelola aset, dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
“Pemanfaatan tanah harus memberi dampak nyata, tidak hanya bagi pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelas Hakiki.
Selain dengan Desa Kutuh, Badan Bank Tanah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai daerah lain di Indonesia, terutama yang memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif tinggi. Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia terus didorong untuk melakukan transformasi menuju pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi Bank Tanah dengan Desa Kutuh menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pengembangan kawasan 5.000 meter persegi di Desa Kutuh ini direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM pariwisata, termasuk fasilitas pelatihan, pusat promosi produk lokal, serta area wisata tematik berbasis budaya dan lingkungan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar