Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Direstui AS, India Borong 20 Juta Barel Minyak Rusia lewat Pengiriman Kilat

Direstui AS, India Borong 20 Juta Barel Minyak Rusia lewat Pengiriman Kilat

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – emerintah India bergerak cepat mengamankan pasokan energi dengan membeli jutaan barel minyak mentah Rusia setelah mendapat dispensasi sementara dari Amerika Serikat.

Departemen Keuangan AS memberikan pengecualian selama 30 hari yang memungkinkan perusahaan pengolahan minyak India mengimpor minyak dari Rusia. Kebijakan ini diambil untuk menjaga pasokan minyak global di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dispensasi tersebut bersifat sementara.

“Untuk memastikan minyak tetap mengalir ke pasar global, Departemen Keuangan mengeluarkan pengecualian sementara selama 30 hari,” kata Bessent seperti dikutip Reuters pada Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menambahkan kebijakan itu tidak akan memberikan keuntungan finansial besar bagi pemerintah Rusia karena hanya mencakup transaksi minyak yang sudah tertahan di laut.

Menurut sumber Reuters, perusahaan yang terlibat antara lain Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum, Hindustan Petroleum, serta Mangalore Refinery and Petrochemicals Limited.

Keempat perusahaan itu disebut tengah mengatur pengiriman segera sekitar 20 juta barel minyak mentah Rusia. Hindustan Petroleum dan Mangalore Refinery tercatat terakhir mengimpor minyak Rusia pada November 2025. India termasuk negara yang sangat bergantung pada impor energi. Cadangan minyak mentah negara tersebut hanya cukup untuk sekitar 25 hari konsumsi.

Di sisi lain, sekitar 40 persen impor minyak India berasal dari Timur Tengah, yang sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz. Penutupan jalur pelayaran strategis itu akibat konflik regional memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Selama beberapa bulan terakhir, AS juga menekan India agar mengurangi pembelian minyak Rusia. Washington mengaitkan hal itu dengan rencana tarif impor hingga 25 persen dalam kerangka negosiasi perdagangan antara kedua negara. Namun, situasi krisis energi membuat pemerintah AS memberikan kelonggaran sementara agar pasar minyak global tetap stabil.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Periode November 2025, Harga CPO Naik Tipis Jadi 963,75 Dolar AS per Ton

    Periode November 2025, Harga CPO Naik Tipis Jadi 963,75 Dolar AS per Ton

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga referensi (HR) Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional naik tipis di awal November 2025. Kenaikan tersebut salah satunya dipicu oleh rencana pemerintah menerapkan biodiesel campuran 50 persen alias B50. Naik 0,14 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 0,01 persen dibanding HR CPO Oktober 2025 yang sebesar 963,61 dolar AS per ton. […]

  • KUR BRI Tembus Rp130,2 Triliun hingga September 2025, Sektor Pertanian Jadi Andalan

    KUR BRI Tembus Rp130,2 Triliun hingga September 2025, Sektor Pertanian Jadi Andalan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memperkuat sektor produktif terus menunjukkan hasil positif. Hingga akhir September 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI mencapai Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur, atau 74,40 persen dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun. Menariknya, penyaluran tersebut masih didominasi oleh sektor […]

  • Ini Penyebab Timnas Indonesia Keok dari Arab Saudi

    Ini Penyebab Timnas Indonesia Keok dari Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi setelah kalah tipis 2-3 pada laga perdana Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Sempat unggul lebih dulu lewat penalti Kevin Diks, skuad Garuda gagal mempertahankan momentum dan harus menyerah dari tim tuan rumah. […]

  • Prabowo Singgung “Beking Seragam Ijo-Coklat” di DPR, Warning Keras Oknum Aparat dan Pejabat

    Prabowo Singgung “Beking Seragam Ijo-Coklat” di DPR, Warning Keras Oknum Aparat dan Pejabat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam forum resmi penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 itu, Prabowo secara terbuka menyinggung adanya praktik “beking” oleh oknum aparat berseragam. “Biasanya mereka itu […]

  • ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat. Kebijakan ini diberlakukan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya penyesuaian pola kerja yang lebih adaptif dan efisien. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan […]

  • Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS

    Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026). Mata uang Indonesia melemah cukup tajam seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah tercatat menyusut 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp18.107 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya yang […]

expand_less