Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun per Hari untuk Jaga Rupiah, Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi
- account_circle say say
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait langkah pemerintah menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar obligasi, Jakarta, 19 Mei 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 2 triliun per hari untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar obligasi. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan pasar global terhadap mata uang domestik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan aktif masuk ke pasar obligasi melalui skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund). Intervensi dilakukan secara bertahap guna menjaga kepercayaan investor dan menahan gejolak di pasar keuangan.
“Kami sudah mulai masuk ke pasar obligasi secara bertahap. Investor asing juga mulai kembali masuk, sehingga diharapkan kondisi akan lebih stabil dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Purbaya, Selasa (19/5/2026).
Ia menegaskan akan terlibat langsung setiap hari dalam aktivitas di pasar obligasi untuk memastikan stabilitas tetap terjaga. Pemerintah, kata dia, memanfaatkan pengelolaan kas negara sebagai sumber pendanaan intervensi tersebut.
Menurut Purbaya, langkah ini tidak akan mengganggu kondisi fiskal karena hanya merupakan bagian dari strategi manajemen kas. Pemerintah juga berupaya menjaga tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) agar tidak meningkat tajam.
Kenaikan yield yang terlalu tinggi dinilai berisiko memicu kerugian bagi investor, terutama investor asing, yang pada akhirnya dapat mendorong arus keluar modal dari pasar domestik.
- Penulis: say say

