Harga Saham Gabungan (IHSG) Hari Ini Anjlok 3,46 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

Petugas memantau pergerakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia saat IHSG mengalami tekanan di tengah sentimen negatif pasar global dan domestik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ketika bursa saham global mulai menunjukkan pemulihan, pasar modal Indonesia justru bergerak ke arah sebaliknya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,46 persen ke level 6.370 pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dan menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di Asia.
Di saat indeks-indeks utama dunia kompak menghijau, IHSG terseret arus penurunan tajam. Bursa di Hong Kong, Shanghai, Singapura, hingga Eropa justru mencatat penguatan. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan di pasar Indonesia tidak lagi semata dipengaruhi faktor eksternal.
Menurut pengamat pasar modal Hendra Wardana, tekanan yang terjadi menunjukkan pergeseran sumber risiko dari global ke domestik. Investor, kata dia, mulai menilai ulang prospek ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.
“Ini mencerminkan mulai rapuhnya kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar keuangan Indonesia,” ujarnya.
Di tengah sentimen global yang membaik, pelemahan IHSG justru dipicu aksi jual besar-besaran di berbagai sektor. Sektor industri dasar tercatat menjadi yang paling terpukul dengan penurunan hingga 7,30 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, BRPT, INKP, TKIM, hingga SMGR turut mengalami tekanan signifikan.
Investor institusi dan asing disebut melakukan aksi pengurangan risiko di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Tekanan pasar semakin dalam seiring pelemahan rupiah yang kembali menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat. Kombinasi keluarnya dana asing dari pasar saham dan tekanan nilai tukar memperburuk sentimen di bursa domestik.
“Ketika rupiah terus melemah bersamaan dengan keluarnya dana asing, tekanan terhadap IHSG biasanya akan semakin besar,” kata Hendra.
Di tengah situasi tersebut, perhatian pasar kini tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang paripurna DPR. Investor menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi, disiplin fiskal, serta sinyal stabilitas yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar.
Hendra menilai, tanpa langkah konkret yang meyakinkan pelaku pasar, tekanan terhadap IHSG berpotensi berlanjut. Level 6.300 disebut sebagai batas psikologis penting yang menentukan arah jangka pendek indeks.
Jika level tersebut bertahan, peluang teknikal untuk rebound ke kisaran 6.500 masih terbuka. Namun jika ditembus, pasar dinilai berisiko memasuki fase penurunan yang lebih dalam akibat krisis kepercayaan jangka pendek.
- Penulis: say say

