Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BTN Pede, Dana Rp 25 Triliun Habis pada November

BTN Pede, Dana Rp 25 Triliun Habis pada November

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tetap menyatakan optimismenya bahwa penempatan uang negara sebesar Rp 25 triliun di BTN akan terserap habis pada November 2025. Ini sejalan dengan upaya perseroan menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, termasuk perumahan rakyat yang menjadi prioritas dan keahlian perseroan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa penyerapan dana pemerintah sebesar Rp 25 triliun oleh BTN masih dalam tahap awal seiring dengan proses penyaluran kredit yang berlangsung secara bertahap, sesuai dengan pipeline kredit yang telah dijadwalkan.

Dia memaparkan hingga September 2025, dari dana Rp 25 triliun yang ditaruh Kemenkeu di BTN, sudah disalurkan untuk kredit sebesar Rp 10,5 triliun atau sekitar 42%. Namun yang baru di-reimburse hanya sebesar Rp 4,8 triliun.

“Ekspansi sebenarnya sudah Rp 10,5 triliun, tadi sudah saya laporkan ke Pak Menteri, karena kami mau rapi dulu datanya, baru kami reimburse sisanya bulan ini. November kelar,” tutur Nixon dikutip dari Investor, Selasa (14/10/2025).

BTN telah menyiapkan pipeline kredit yang kuat di berbagai segmen, mulai dari korporasi, komersial, UMKM, konsumer, hingga syariah. Adapun total pipeline yang tersedia mencapai sekitar Rp 27,5 triliun, atau lebih besar dari dana pemerintah yang ditempatkan sebesar Rp 25 triliun.

“Pipeline tersebut siap untuk mendapatkan pencairan sesuai yang telah dijadwalkan,” jelas Nixon.

Menurut Nixon, dengan dukungan likuiditas yang sangat kuat dan biaya dana yang terus menurun, BTN optimistis seluruh dana penempatan pemerintah sebesar Rp 25 triliun akan terserap 100% pada bulan November 2025. Dana tersebut akan disalurkan ke sektor-sektor produktif, seperti konstruksi, real estate, perdagangan, kesehatan, serta pembiayaan perumahan rakyat yang menjadi fokus utama BTN.

Dia mengatakan penyaluran kredit di BTN setiap bulan rata-rata sekitar Rp 10 triliun. Terlebih, menjelang akhir tahun biasanya penyaluran kredit bisa lebih ngebut lagi. Dengan begitu, dia percaya diri (pede) dana dari pemerintah bisa habis sebelum akhir tahun.

Dengan kapasitas yang besar tersebut, Nixon menegaskan bahwa BTN tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat agar kualitas kredit yang disalurkan tetap terjaga. BTN juga berpedoman pada ketentuan dan tujuan penggunaan dana pemerintah seperti yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan.

Seluruh penyaluran dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan ketentuan serta tujuan penggunaan dana dari Kementerian Keuangan, sehingga secara kapasitas BTN siap sepenuhnya menyerap dana yang ditempatkan pemerintah.

Nixon menuturkan, penyerapan yang masih relatif lambat pada tahap awal disebabkan mayoritas portofolio BTN yang bersifat khusus, yaitu pembiayaan ke sektor perumahan terutama KPR. Secara prinsip, kata Nixon, KPR memiliki proses yang lebih kompleks dibandingkan kredit pada umumnya, mulai dari tahap verifikasi hingga persetujuan kredit.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Mulai Tekan Ekonomi Jambi, Omzet UMKM dan Pengunjung Pasar Terancam Turun

    Kabut Asap Mulai Tekan Ekonomi Jambi, Omzet UMKM dan Pengunjung Pasar Terancam Turun

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi persoalan kesehatan dan lingkungan di Provinsi Jambi. Jika berlangsung lebih lama, kondisi tersebut berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang pasar, hingga usaha kuliner. Kekhawatiran itu muncul seiring masih tingginya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah […]

  • Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 8.064,67. IHSG lalu bergerak pada rentang 8.030-8.072 sesaat setelah pembukaan. Sebanyak 864,74 juta saham diperdagangkan, dengan nilai Rp947,68 miliar. Sejumlah 240 saham menguat, 164 saham melemah, dan 201 saham stagnan. […]

  • Tiga Emas di Pegadaian Kompak Anjlok, UBS Paling Dalam

    Tiga Emas di Pegadaian Kompak Anjlok, UBS Paling Dalam

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren negatif masih menyelimuti tiga jenama emas yang dijual melalui Pegadaian. Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), harga produk emas UBS, Galeri24, dan Antam, kembali kompak mengalami penurunan. Penurunan paling dalam terjadi pada emas produksi UBS. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS hari ini terpangkas Rp44.000 per gram. Setelah mengalami koreksi cukup dalam, harga […]

  • Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang merasa tersinggung atas pernyataannya terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utamanya tetap sama: anggaran harus dihabiskan agar ekonomi nasional bergerak optimal. “Kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi yang benar lah, habiskan […]

  • Terkoreksi Tipis, IHSG Ditutup ke Level 8.632

    Terkoreksi Tipis, IHSG Ditutup ke Level 8.632

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis 7,43 poin atau 0,09 persen ke level 8.632,76 pada akhir perdagangan Jumat (5/12/2025). Sebanyak 362 saham naik, 293 saham turun dan 146 saham stagnan. Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai Merah Naik hingga 31,82 Persen

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai Merah Naik hingga 31,82 Persen

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil berdasarkan pembaruan data per 16 Mei 2026. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti cabai mengalami fluktuasi cukup signifikan. Data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi menunjukkan, mayoritas harga bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih berada dalam kondisi stabil. Untuk […]

expand_less