Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Nasabah UMKM Bank Nagari Paling Terdampak Bencana

Nasabah UMKM Bank Nagari Paling Terdampak Bencana

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Bank Nagari menjadi salah satu bank yang terdampak langsung oleh bencana banjir di Sumatera Barat. Di tengah kondisi tersebut, bank mulai memetakan dampak banjir, nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kelompok yang paling terdampak.

Pemetaan awal dilakukan terhadap dampak operasional dan debitur, sembari menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi kenaikan kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Bencana yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga menghantam aktivitas usaha masyarakat.

Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengungkapkan, akibat bencana, nasabah terdampak, baik usaha nasabah, tempat tinggal, dan jalan akses atau transportasi untuk kegiatan usaha.

“Dari 1.314 nasabah yang terdampak di Bank Nagari konvensional, mayoritas adalah nasabah yang bergerak di sektor UMKM (pertanian, perdagangan, industri kecil dan jasa-jasa) dan juga para pegawai pemerintah dan perusahaan serta sektor perumahan,” tutur Gusti dikutip Investor Daily, Senin (8/12/2025).

Sementara itu, pada Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari, nasabah terdampak sebanyak 232 nasabah dengan mayoritas di sektor perdagangan skala mikro dan kecil. Gusti menyampaikan bahwa Bank Nagari telah mengaktifkan pemetaan dan identifikasi terhadap seluruh debitur terdampak, baik langsung maupun tidak langsung. Bank juga terus memantau risiko kenaikan NPL seiring terganggunya kemampuan bayar nasabah.

Untuk kebijakan restrukturisasi kredit, Bank Nagari masih mengacu pada POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Kualitas Aset Bank Umum, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari OJK terkait stimulus khusus bencana alam.

“Bank Nagari terus melakukan koordinasi dengan pihak OJK sembari menunggu arahan dan kebijakan terhadap kondisi bencana alam dimaksud,” tutur Gusti.

Adapun, Bank Nagari juga mengaku telah menerima surat dari OJK mengenai relaksasi pelaporan bank. Pihaknya juga turut mengapresiasi kebijakan tersebut.

“Kami menerima surat tersebut dan mengucapkan terimakasih atas attensi dan respon OJK dengan memberikan relaksasi penyesuaian batas waktu laporan BUK, BUS, dan UUS,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, sebagai langkah cepat OJK, pada 4 Desember 2025 telah menerbitkan surat kepada seluruh direksi bank (baik Bank Umum, UUS maupun BPR/S) yang berkantor pusat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengenai penyesuaian batas waktu laporan bank sehubungan dengan keadaan kahar.

“Hal ini merelaksasi batas waktu pelaporan bagi bank yang semula disampaikan pada awal Desember menjadi penyampaian pada akhir Desember dengan tanggal penyampaian laporan yang telah ditentukan dalam surat,” kata Dian kepada Investor Daily.

Di sisi lain, Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba menambahkan, berdasarkan pengalaman pada saat bencana alam memang berdampak pada pemburukan kualitas aset perbankan, terutama BPD dan BPR yang skalanya kecil. Seperti debitur yang awalnya lancar menjadi mulai macet karena terdampak bencana, hal ini logis tetapi sebesar apa dampaknya untuk individual bank akan berbeda-beda, namun secara industri tidak terlalu tinggi.

“Pasti ada pengaruh terutama dari sisi aset, tentu bagi LPS kami akan sangat-sangat tergantung kerja sama dengan OJK, harus segera ketemu utamanya BPR untuk tentukan kalau bisa lebih awal terlibat lebih bagus untuk menghindarkan bank tersebut dari kegagalan,” beber Purba.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LHKPN Terbaru: Edi Purwanto Ungguli Hasan Basri Agus, Harta HBA Anjlok Tajam

    LHKPN Terbaru: Edi Purwanto Ungguli Hasan Basri Agus, Harta HBA Anjlok Tajam

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dua anggota DPR RI asal Jambi, Edi Purwanto dan Hasan Basri Agus, menunjukkan dinamika yang kontras. Satu relatif stabil dengan dominasi aset properti, sementara yang lain justru mengalami penurunan tajam dalam setahun terakhir. Edi Purwanto melaporkan total kekayaan sebesar Rp 8,74 miliar per 2025. Laporan yang disampaikan […]

  • Terapkan Skema FLPP, Pemerintah Bangun Rusun Subsidi Hak Milik di Lima Kota

    Terapkan Skema FLPP, Pemerintah Bangun Rusun Subsidi Hak Milik di Lima Kota

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah membahas rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati mengatakan, hunian vertikal ini akan dikembangkan di 5 kota, yakni Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Manado. “Jakarta sama Surabaya (dua kota yang paling siap menjadi […]

  • Tongkat Komando HIPMI di Tangan Ade Jona, Misi Besar Cetak Pengusaha Baru

    Tongkat Komando HIPMI di Tangan Ade Jona, Misi Besar Cetak Pengusaha Baru

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – ADE Jona Prasetyo resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026–2029. Keputusan konstitusional tersebut diketuk dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI ke-XVIII yang berlangsung dinamis di Ballroom Novotel Lampung. Pencapaian aklamasi bagi kandidat nomor urut 2 ini terwujud setelah peta dukungan di arena […]

  • Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Pilih Dorong Evaluasi Sistem Sampah

    Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Pilih Dorong Evaluasi Sistem Sampah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik pengelolaan sampah di Kota Jambi terus bergulir. Persoalan yang semula berkaitan dengan kebersihan lingkungan kini meluas menjadi isu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga kenyamanan kawasan perdagangan. Di tengah perdebatan penerapan sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), sejumlah aliansi masyarakat mendatangi DPRD Kota Jambi dan mendesak lembaga legislatif menggunakan hak angket untuk […]

  • Prabowo Subianto Targetkan Kemiskinan Turun 6,5% dan Pengangguran 4,87% di 2027

    Prabowo Subianto Targetkan Kemiskinan Turun 6,5% dan Pengangguran 4,87% di 2027

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penurunan angka kemiskinan nasional menjadi 6,5 persen dan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,87 persen pada 2027. Target tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPR saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027. Prabowo menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada […]

  • Bank Negara Indonesia Tutup Internet Banking 21 April 2026, Nasabah Dialihkan ke Aplikasi Digital Terbaru

    Bank Negara Indonesia Tutup Internet Banking 21 April 2026, Nasabah Dialihkan ke Aplikasi Digital Terbaru

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Negara Indonesia (BNI) resmi mengumumkan penghentian layanan internet banking berbasis browser yang akan dimulai secara bertahap pada 21 April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi digital BNI untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus menyesuaikan dengan perubahan perilaku nasabah yang kini lebih mengandalkan perangkat mobile. Langkah ini diambil setelah BNI melihat tren penggunaan […]

expand_less