Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Daya Beli Masyarakat Jambi 2026: Naik atau Turun? Ini Datanya

Daya Beli Masyarakat Jambi 2026: Naik atau Turun? Ini Datanya

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi daya beli masyarakat Jambi masih relatif terjaga. Namun, tekanan biaya hidup, pasar kerja dan harga kebutuhan pokok membuat ruang belanja rumah tangga tetap perlu mendapat perhatian.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jambi pada Februari 2026 sebesar 3,99 persen, turun 0,50 poin persentase dibandingkan Februari 2025.

Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 1,80 juta orang, meski turun sekitar 3.080 orang dibandingkan setahun sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah pekerja formal justru meningkat. BPS mencatat 830,31 ribu orang atau 46,21 persen penduduk bekerja berada dalam kegiatan formal, naik 1,55 poin persentase dibandingkan Februari 2025.

Angka ini menjadi salah satu sinyal bahwa pasar kerja Jambi belum menunjukkan pelemahan secara menyeluruh.

Meski pasar kerja relatif membaik, masyarakat tetap menghadapi tekanan dari sisi harga. Pada Maret 2026, inflasi tahunan Jambi tercatat 3,55 persen. Inflasi bulanan berada di level 0,14 persen dengan inflasi tahun berjalan 0,24 persen.

Sebelumnya, inflasi Jambi pada Februari bahkan mencapai 4,59 persen secara tahunan.

Inflasi Februari 2026 tercatat 0,58 persen secara bulanan. Kabupaten Muaro Bungo menjadi wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi, yakni 6,46 persen, sementara Kota Jambi 4,37 persen.

Artinya, meskipun pendapatan sebagian masyarakat meningkat, kemampuan membeli barang dan jasa tetap dipengaruhi oleh seberapa cepat harga kebutuhan naik.

Dari sisi pendapatan, ada kabar positif bagi pekerja. Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan UMP 2026 sebesar Rp3.471.497, naik Rp236.962 atau sekitar 7,33 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk Kota Jambi, UMK 2026 ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp3.868.963. Muaro Jambi Rp3.651.917, Tanjung Jabung Barat Rp3.551.430, Sarolangun Rp3.533.562 dan Tanjung Jabung Timur Rp3.486.521.

Kenaikan upah ini secara teori memberikan tambahan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Namun, kenaikan upah tidak otomatis berarti daya beli seluruh masyarakat meningkat. Pasalnya, UMP/UMK terutama berlaku bagi pekerja yang masuk cakupan ketentuan pengupahan, sementara struktur ekonomi Jambi juga ditopang pekerja informal dan sektor pertanian.

BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Jambi Juni 2026 mencapai 188,77, naik 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 2,10 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,98 persen.

Lebih menarik lagi, NTP Juni 2026 tercatat 13,08 persen lebih tinggi dibandingkan Juni 2025. BPS menyebut peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan daya beli petani, terutama pada subsektor tanaman perkebunan rakyat.

Ini menjadi indikator penting bagi Jambi karena sebagian besar aktivitas ekonomi daerah masih berkaitan dengan sektor berbasis komoditas dan pertanian.

BPS mencatat persentase penduduk miskin Jambi pada September 2025 sebesar 6,89 persen. Angka tersebut turun 0,30 poin persentase dibandingkan Maret 2025 dan turun 0,37 poin persentase dibandingkan September 2024.

Penurunan kemiskinan memberikan indikasi bahwa secara agregat kondisi kesejahteraan masyarakat mengalami perbaikan.

Namun, data kemiskinan tidak bisa digunakan sendirian untuk menyimpulkan daya beli karena indikator tersebut memiliki konsep dan periode pengukuran yang berbeda.

Melalui publikasi Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Provinsi Jambi 2025, BPS menggunakan pengeluaran masyarakat untuk melihat pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan sebagai salah satu indikator kesejahteraan.

BPS menegaskan bahwa pola konsumsi dan pangsa pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kesejahteraan serta ketahanan pangan masyarakat.

Data Susenas Maret 2025 yang menjadi dasar publikasi tersebut berasal dari 7.233 rumah tangga sampel di Jambi dan dapat menghasilkan estimasi hingga tingkat kabupaten/kota.

Dengan demikian, untuk membaca daya beli Jambi secara lebih lengkap, bukan hanya jumlah uang yang dimiliki masyarakat yang penting, tetapi juga ke mana uang tersebut dibelanjakan.

Jika porsi belanja makanan semakin besar, ruang rumah tangga untuk membayar pendidikan, kesehatan, transportasi, hiburan, tabungan dan kebutuhan lainnya menjadi semakin terbatas.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, pasar kerja tetap menjadi titik yang perlu diperhatikan. Data terbaru Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan terdapat 453 pekerja di Jambi terdampak PHK sepanjang Januari-Juni 2026.

Secara nasional, jumlah pekerja terdampak PHK pada periode yang sama mencapai 32.389 orang. Angka Jambi memang jauh lebih kecil dibandingkan provinsi dengan PHK tertinggi. Namun bagi rumah tangga yang kehilangan pekerjaan, dampaknya terhadap konsumsi bisa langsung terasa.

PHK berarti hilangnya sumber pendapatan dan biasanya membuat rumah tangga melakukan penyesuaian pengeluaran, mulai dari menunda pembelian barang hingga mengurangi konsumsi nonpokok.

Jika seluruh indikator tersebut dibaca secara bersamaan, belum ada dasar kuat untuk menyebut daya beli masyarakat Jambi sedang anjlok pada 2026.

Justru terdapat beberapa indikator positif:

  • Pertama, TPT turun menjadi 3,99 persen.
  • Kedua, pekerja formal meningkat menjadi 46,21 persen dari total penduduk bekerja.
  • Ketiga, UMP Jambi naik 7,33 persen.
  • Keempat, NTP Jambi Juni 2026 meningkat 13,08 persen secara tahunan, menunjukkan daya beli petani semakin kuat.
  • Kelima, angka kemiskinan turun menjadi 6,89 persen pada September 2025.

Namun terdapat pula sejumlah risiko:

  • Pertama, inflasi masih berada di level yang cukup signifikan.
  • Kedua, harga pangan sangat menentukan biaya hidup masyarakat.
  • Ketiga, masih terdapat pekerja yang terkena PHK.
  • Keempat, kenaikan pendapatan tidak dirasakan secara seragam oleh seluruh kelompok masyarakat, khususnya pekerja informal.
  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

    ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) resmi menyepakati aturan baru dalam perdagangan barang melalui penandatanganan The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade). Kesepakatan ini menandai langkah besar ASEAN dalam memperkuat integrasi ekonomi kawasan dan menghadapi tantangan global. Penyerahan naskah perjanjian dilakukan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan […]

  • Kabar Baik! Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Tak Naik

    Kabar Baik! Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Tak Naik

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar baik datang bagi masyarakat Jambi, khususnya pelanggan PT PLN (Persero). Tarif listrik pada Agustus 2026 dipastikan tidak mengalami kenaikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tarif tenaga listrik yang berlaku pada bulan ini masih menggunakan tarif yang telah ditetapkan untuk periode Juli-September 2026. Artinya, pelanggan PLN tidak perlu khawatir adanya […]

  • teller bank

    Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok menengah dan bawah yang cenderung stagnan, bahkan tertekan. Fenomena ini menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution lonjakan simpanan jumbo tidak sepenuhnya bersifat organik. […]

  • Puluhan Gubernur Temui Menkeu Purbaya, Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah Rp226 Triliun

    Puluhan Gubernur Temui Menkeu Purbaya, Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah Rp226 Triliun

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan gubernur dan wakil gubernur dari berbagai provinsi di Indonesia mendatangi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Pertemuan itu berlangsung panas setelah para kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Appsi) menyampaikan protes keras atas kebijakan pemotongan transfer ke daerah (TKD) dalam APBN […]

  • Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Makin Mahal

    Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Makin Mahal

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua produk emas buatan UBS dan Galeri24 yang ditawarkan Pegadaian makin mahal. Kini keduanya kembali mengalami kenaikan harga secara bersamaan pada perdagangan Selasa (23/12/2025). Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 melonjak ke angka Rp2.536.000 dari awalnya Rp2.519.000 per gram atau naik Rp17.000. Begitu pula emas UBS naik menjadi Rp2.593.000 dari […]

  • BYD Luncurkan Song Ultra EV, Harga Mulai Rp370 Jutaan: Ini Rinciannya!

    BYD Luncurkan Song Ultra EV, Harga Mulai Rp370 Jutaan: Ini Rinciannya!

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BYD meluncurkan mobil listrik yang dinamai Song Ultra EV pada Kamis (26/3) waktu setempat di China, yang baterainya diklaim dapat diisi daya dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam waktu 9 menit. Sementara dari 10 ke 70 hanya 5 menit. Kemudian pada suhu −30°C, waktu pengisian bertambah sekitar 3 menit. Laman Carnewschina […]

expand_less