Performa Positif, Kurs Rupiah Menguat Jadi Rp16.775 per dolar AS
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif dengan menguat 36 poin menjadi Rp16.775 per dolar AS.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu (11/2/2026). Rupiah menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah di level Rp16.811 per dolar AS.
Analisis pasar menunjukkan bahwa penguatan Mata Uang Rupiah pagi ini dipicu oleh optimisme investor terhadap fundamental ekonomi nasional tahun 2026. Selain itu, adanya aliran modal asing (capital inflow) yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) turut memperkuat posisi nilai tukar terhadap dolar AS di pasar spot.
Meskipun kurs Rupiah bergerak positif, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas global. Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data inflasi di Amerika Serikat yang akan keluar dalam waktu dekat, karena hal tersebut akan menjadi kompas bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Di sisi lain, stabilitas inflasi dalam negeri yang tetap terjaga di awal tahun 2026 memberikan sentimen pendukung bagi Bank Indonesia untuk terus menjaga ketersediaan likuiditas dan stabilitas nilai tukar Mata Uang Rupiah agar tetap kompetitif di pasar regional.
Beberapa mata uang Asia juga menguat. Salah satunya, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,27 persen.
Disusul, baht Thailand yang terkerek 0,21 persen. Selanjutnya ada dolar Taiwan yang menanjak 0,16 persen, dan peso Filipina yang terangkat 0,15 persen.
Lalu ada won Korea Selatan yang terapresiasi 0,09 persen. Berikutnya, dolar Hongkong yang naik 0,03 persen dan dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,02 persen.
Sedangkan, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,07 persen. Kemudian yuan China terlihat melemah tipis 0,04 persen terhadap the greenback di pagi ini.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua

Saat ini belum ada komentar