Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Respons Menkeu Purbaya soal Misbakhun Masuk Bursa Calon Ketua OJK

Respons Menkeu Purbaya soal Misbakhun Masuk Bursa Calon Ketua OJK

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons kabar Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang disebut masuk bursa calon Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Purbaya mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan menegaskan fokusnya saat ini adalah pembentukan panitia seleksi (pansel) OJK.

“Oh saya enggak tahu (Misbakhun masuk bursa calon Ketua DK OJK). Ini kan saya baru membentuk pansel,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/2).

Purbaya menjelaskan proses pembentukan pansel OJK masih berjalan. Ia mengaku telah meminta Bank Indonesia (BI) mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam pansel, serta akan melibatkan sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas.

“Baru minta BI untuk mengirim orangnya ke pansel, dan nanti kita akan panggil beberapa tokoh masyarakat yang canggih untuk ikut di pansel itu,” katanya.

Pembentukan pansel OJK dilakukan menyusul mundurnya sejumlah pejabat tinggi OJK di tengah gejolak pasar modal. Saat ini, Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua DK OJK.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun juga buka suara terkait kabar dirinya masuk bursa calon Ketua DK OJK. Ia mengaku tidak ingin berandai-andai dan menegaskan fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.

“Saya belum tahu. Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI. Saya tidak berandai-andai,” ujar Misbakhun.

Ia menambahkan mandat dari Partai Golkar saat ini adalah memimpin Komisi XI DPR, sehingga belum terpikir untuk melangkah ke posisi lain.

Sebagai informasi, posisi Ketua DK OJK saat ini kosong secara definitif setelah Mahendra Siregar mengundurkan diri. Selain Mahendra, beberapa pejabat OJK lainnya juga mundur, termasuk Mirza Adityaswara sebagai Wakil Ketua DK OJK dan Inarno Djajadi dari posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Sebelumnya, Purbaya juga menyatakan ingin mempercepat proses seleksi pimpinan OJK. Namun, ia mengakui proses tersebut harus mengikuti ketentuan undang-undang yang mengatur tahapan dan tenggat waktu.

“Saya maunya cepat-cepat, tapi ada undang-undang yang mengatur waktunya,” ucap Purbaya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Ayam Anjlok, Kementerian Pertanian RI Minta Produksi DOC dan Pakan Dikendalikan

    Harga Ayam Anjlok, Kementerian Pertanian RI Minta Produksi DOC dan Pakan Dikendalikan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian RI mendorong penyesuaian produksi di sektor hulu industri perunggasan menyusul tekanan harga ayam hidup (livebird) yang berada di bawah level keekonomian peternak. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Hary Suhada, mengatakan struktur biaya produksi saat ini menunjukkan margin peternak semakin tertekan. Ia menyebut, estimasi harga pokok produksi (HPP) nasional […]

  • Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp16.563 per Dolar AS

    Rupiah Bangkit, Menguat ke Level Rp16.563 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS. Penguatan itu seiring dengan sentimen pasar sedikit membaik berkat harapan negosiasi dagang lanjutan antara AS dan China. Di Asia, mayoritas mata […]

  • ESDM Ungkap Alasan RKAB 2026 Perusahaan Tambang Belum Terbit

    ESDM Ungkap Alasan RKAB 2026 Perusahaan Tambang Belum Terbit

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga kini masih memproses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 bagi perusahaan mineral dan batu bara (minerba). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa sambil menunggu proses persetujuan rampung, pemerintah telah menerbitkan surat edaran sebagai dasar operasional sementara bagi […]

  • Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang merasa tersinggung atas pernyataannya terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utamanya tetap sama: anggaran harus dihabiskan agar ekonomi nasional bergerak optimal. “Kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi yang benar lah, habiskan […]

  • Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025 dengan total nilai mencapai Rp3,22 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada sekitar 3,58 juta rekening penerima di berbagai wilayah Indonesia. Penugasan ini diberikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga […]

  • Menguat Tipis, Rupiah Perkasa Hadapi Pukulan Beruntun

    Menguat Tipis, Rupiah Perkasa Hadapi Pukulan Beruntun

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada sesi kedua perdagangan, Jumat (20/2/2026) sore. Rupiah ditutup menguat 0,04 persen pada level Rp 16.888 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.984 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang masih melemah terhadap dolar AS sore ini. Rupee India mencatat pelemahan […]

expand_less