Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi di Sumatra yang sempat mengalami inflasi tinggi pada akhir 2025 kini berbalik mengalami deflasi pada Januari 2026. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Data BPS menunjukkan inflasi Desember 2025 di Aceh mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional. Sementara inflasi di Sumatra Utara tercatat 1,6 persen dan Sumatra Barat 1,48 persen. Lonjakan harga tersebut dipicu terganggunya distribusi barang dan pasokan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November 2025.

Namun, kondisi mulai membaik pada awal 2026. Pada Januari, Aceh mencatat deflasi sebesar 0,15 persen, Sumatra Utara 0,75 persen, dan Sumatra Barat 1,15 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasari menjelaskan, deflasi terjadi seiring membaiknya distribusi dan normalisasi pasokan pascabencana. Pemerintah dinilai berhasil mempercepat pemulihan melalui pembukaan akses jalan serta perbaikan infrastruktur dasar.

“Ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana sudah membuahkan hasil,” ujar Amalia, Rabu (4/2/2026).

BPS mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi di wilayah tersebut. Di Aceh, komoditas yang menekan harga antara lain telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng.

Sementara di Sumatra Utara, deflasi dipicu penurunan harga cabai merah, cabai rawit, kelapa, bawang merah, dan bayam. Adapun di Sumatra Barat, komoditas penyumbang deflasi terbesar meliputi cabai merah, tarif air minum PAM, bawang merah, tarif angkutan antarkota, serta cabai hijau.

“Secara umum, deflasi ini menandakan wilayah terdampak bencana mulai pulih dan pasokan pangan kembali normal,” tegas Amalia.

Secara nasional, Indonesia juga mencatat deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penekan utama inflasi nasional dengan andil deflasi sebesar 0,30 persen. Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama penurunan harga.

Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat tekanan inflasi dari beberapa komoditas, terutama emas perhiasan, ikan segar, dan tomat. Namun secara keseluruhan, tren deflasi awal 2026 mencerminkan meredanya tekanan harga dan membaiknya distribusi barang di berbagai daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Bahas Board of Peace dengan Eks Menlu dan Akademisi di Istana

    Prabowo Bahas Board of Peace dengan Eks Menlu dan Akademisi di Istana

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Rabu (4/2/2026). Pertemuan tersebut membahas dinamika politik luar negeri Indonesia, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, diskusi […]

  • Hingga September 2025, Pajak Digital Tembus Rp 10,21 Triliun

    Hingga September 2025, Pajak Digital Tembus Rp 10,21 Triliun

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor digital kini menjadi penggerak baru penerimaan pajak Indonesia. Dari sektor ini pemerintah telah menghimpun pajak senilai Rp 10,21 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Hal itu disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rosmauli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (23/10/2025). Secara rinci, penerimaan dari pajak pertambahan […]

  • Bos BBC Mundur di Tengah Skandal Manipulasi Pernyataan Trump

    Bos BBC Mundur di Tengah Skandal Manipulasi Pernyataan Trump

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama British Broadcasting Corporation (BBC) Tim Davie mengundurkan diri dari lembaga penyiaran nasional Inggris tersebut di tengah tudingan telah menyesatkan publik dengan mengedit pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dokumenter Panorama tahun lalu. Dalam memo internal kepada karyawan yang dikutip dari Bloomberg pada Senin (10/11/2025), Davie mengakui bahwa keputusan mundurnya […]

  • Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 8.064,67. IHSG lalu bergerak pada rentang 8.030-8.072 sesaat setelah pembukaan. Sebanyak 864,74 juta saham diperdagangkan, dengan nilai Rp947,68 miliar. Sejumlah 240 saham menguat, 164 saham melemah, dan 201 saham stagnan. […]

  • Harga Properti Residensial 2026 Naik: Permintaan Meningkat, Ukuran Mengecil

    Harga Properti Residensial 2026 Naik: Permintaan Meningkat, Ukuran Mengecil

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar properti residensial di Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami tren kenaikan harga jual pada tahun 2026. Kondisi ini menciptakan disparitas yang semakin lebar antara daya beli masyarakat, khususnya first-time home buyer, dengan harga hunian yang ditawarkan. CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, memaparkan analisis mengenai dinamika pasar perumahan, yang menunjukkan pergeseran fokus […]

  • Dwita Ria Gunadi: Apresiasi Respons Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

    Dwita Ria Gunadi: Apresiasi Respons Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilitas harga daging sapi di pasaran, menyusul sempat terjadinya gejolak akibat aksi mogok pedagang. Menurut Dwita, kehadiran pemerintah melalui kebijakan yang responsif berhasil meredam potensi gangguan distribusi sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan […]

expand_less