Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.956, Pengamat Sebut Faktor Penyebabnya Ini

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.956, Pengamat Sebut Faktor Penyebabnya Ini

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah sore ini. Rupiah terkoreksi sebesar 1,50 poin atau 0,01 persen di level Rp 16.956 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.955.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan ini terutama didorong oleh serangkaian faktor eksternal yang menguatkan dolar. Sementara kekhawatiran atas proyeksi fiskal domestik juga menambah tekanan.

Ia menganalisis bahwa gejolak geopolitik dan kebijakan Amerika Serikat menjadi pemicu utama. Indeks dolar AS menguat di tengah ketegangan baru antara Washington dan Eropa, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang mempertahankan tuntutannya atas Greenland dan mengancam memberlakukan tarif impor baru terhadap delapan negara Eropa.

“Selama akhir pekan, kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui meningkat setelah Trump mengatakan dia akan mengenakan bea tambahan 10 persen mulai 1 Februari pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Sementara itu mengenai prospek penurunan suku bunga, sebagian besar analis memperkirakan Federal Reserve AS (Fed) akan menghentikan pelonggaran moneternya pada pertemuannya akhir bulan ini karena kondisi pasar tenaga kerja yang stabil.

“Pasar saat ini memperkirakan hanya 5 persen kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada pertemuan kebijakan Januari, menurut alat CME FedWatch,” ucapnya.

Sementara itu, di tengah gempuran eksternal, sentimen domestik juga turut membebani rupiah.
Menurut Ibrahim, pelemahan ini terjadi meskipun dua lembaga keuangan global terkemuka, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, secara simultan merevisi ke atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk dua tahun ke depan.

Dalam proyeksi terkininya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 akan bertengger di level 5,1 persen, sedikit lebih tinggi dari estimasi untuk tahun 2025 yang diproyeksikan tumbuh 5 persen.

Revisi naik ini mencerminkan optimisme yang lebih besar, dengan angka untuk 2026 naik 0,2 persen poin dan untuk 2027 naik 0,1 persen poin dari ramalan Oktober 2025. Proyeksi ini sejalan dengan perbaikan prospek ekonomi global, di mana IMF juga merevisi pertumbuhan dunia 2026 menjadi 3,3 persen dari sebelumnya 3,1 persen.

“IMF tak mengulas prospek terbarunya itu untuk ekonomi Indonesia. Namun, secara global, ketahanan pertumbuhan ekonomi lebih disebabkan gencarnya stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif,” katanya.

Optimisme serupa datang dari Bank Dunia, yang memperkirakan pertumbuhan Indonesia akan terjaga di level 5,1 persen pada 2026, sebelum meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027.

Bank Dunia menilai, terjaganya laju pertumbuhan ini didorong oleh efek kucuran stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah sejak 2025, ditambah dengan investasi yang akan terus dimotori pemerintah.

Secara relatif, jelas Ibrahim, performa ekonomi Indonesia yang diproyeksikan tetap kuat. Laju pertumbuhan 5,1 persen pada 2026 dan 2027 ini masih lebih cepat dibandingkan banyak negara dalam daftar 30 negara terpilih IMF, dan hanya tertinggal dari Filipina 5,6 persen pada 2026 serta India 6,4 persen pada 2026.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp16.950-Rp16.980,” jelas Ibrahim dalam proyeksinya.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jambi Cultural Fest 2026 Resmi Dibuka, Sajikan Karya Kolaboratif 6 Koreografer Hebat Se-Indonesia

    Jambi Cultural Fest 2026 Resmi Dibuka, Sajikan Karya Kolaboratif 6 Koreografer Hebat Se-Indonesia

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perhelatan seni budaya bergengsi, Jambi Cultural Fest (JCF) 2026, resmi dibuka pada Kamis (16/7/2026) malam. Festival yang berlangsung hingga 19 Juli 2026 ini menjadi panggung kolaborasi epik bagi seniman lintas pulau di Indonesia. Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jambi, Ibnu Rosadi, serta dihadiri oleh para budayawan, seniman, […]

  • Kebutuhan Aluminium RI Diproyeksi Melonjak 600%, Inalum Percepat Hilirisasi Bauksit

    Kebutuhan Aluminium RI Diproyeksi Melonjak 600%, Inalum Percepat Hilirisasi Bauksit

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mempercepat langkah hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium guna memenuhi lonjakan kebutuhan nasional yang diproyeksi meningkat hingga 600 persen dalam 30 tahun mendatang. Kenaikan konsumsi aluminium di Indonesia terutama didorong oleh perkembangan pesat sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), industri baterai, serta proyek energi baru terbarukan (EBT) yang membutuhkan […]

  • PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri. Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi […]

  • Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.746 per Dolar AS

    Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.746 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari zona merah. Dilansir dari Antara, Selasa (6/1/20260, rupiah dibuka pada level Rp16.746 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 6 poin atau 0,04 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.740 dolar AS. Sementara itu, indeks dolar naik 98,28. Saat ini, pergerakan mata uang […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

    Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional menjadi strategi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar akan lebih mudah dijaga apabila kondisi fundamental ekonomi tetap kuat. Dengan demikian, gejolak eksternal tidak akan memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap rupiah. […]

  • Harga Emas Antam Melonjak Rp20.000, Cek Daftar Terbaru

    Harga Emas Antam Melonjak Rp20.000, Cek Daftar Terbaru

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Harga emas Antam kembali melonjak pada perdagangan Senin, (9/2/2026). Harga emas Antam naik Rp20.000. Dengan demikian, selama dua hari berturut harga emas Antam sudah melonjak Rp 50.000. Melansir  logammulia.com, harga emas Antam hari ini dipatok Rp2.940.000,00 per gram. Pada perdagangan Sabtu pekan lalu, harga emas Antam dibanderol Rp2.920.000 per gram. Sementara itu, harga buyback […]

expand_less