Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 29 Okt 2025
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana hasil sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 13,25 triliun resmi dialokasikan untuk memperkuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan tambahan tersebut, total dana abadi pendidikan kini mencapai Rp 25 triliun.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memanfaatkan aset hasil kejahatan korupsi untuk kepentingan produktif, terutama penguatan sektor pendidikan dan riset nasional.
“Sudah dimasukkan ke LPDP, kita kasih malah Rp 25 triliun ke LPDP,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Langkah ini mengikuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya memerintahkan agar dana sitaan korupsi digunakan untuk memperkuat pembiayaan pendidikan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden menegaskan pentingnya menginvestasikan hasil efisiensi dan sitaan koruptor untuk masa depan pendidikan Indonesia.
“LPDP akan saya tambahkan. Uang dari efisiensi penghematan dan hasil sitaan koruptor sebagian besar kita investasi di LPDP,” kata Presiden Prabowo.
Menurut Menkeu Purbaya, peningkatan dana abadi LPDP diharapkan mampu memperluas manfaat program beasiswa, riset strategis, dan kolaborasi akademik internasional, sekaligus memperkuat kapasitas riset dan inovasi teknologi nasional.
“Ini bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menyerahkan uang sitaan kasus korupsi ekspor CPO senilai Rp 13,25 triliun kepada Kementerian Keuangan. Pemerintah kemudian memutuskan agar seluruh dana tersebut masuk dalam pengelolaan LPDP untuk menjamin keberlanjutan pendidikan tinggi dan penelitian berkualitas di tanah air.
Dengan tambahan alokasi ini, LPDP diharapkan semakin menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM Indonesia, serta memperkokoh posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
- Penulis: syaiful amri



Saat ini belum ada komentar