Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Tiongkok kembali memperketat kontrol ekspor mineral tanah jarang (rare earth) pada Kamis (9/10/2025). Tiongkok memperluas larangan atas teknologi pemrosesan dan produksi magnet rare earth, serta secara eksplisit menargetkan pengguna asing di sektor pertahanan dan semikonduktor.

Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China (MOFCOM), hanya dua hari setelah sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat menyerukan perluasan larangan ekspor peralatan pembuat chip ke Tiongkok.

Kebijakan terbaru ini memperluas aturan kontrol ekspor yang diumumkan pada April 2025, yang sempat menimbulkan kekurangan pasokan global sebelum kemudian mereda berkat serangkaian kesepakatan dagang antara Beijing, Eropa, dan AS.

Menurut analis geopolitik Tim Zhang, pendiri firma riset Edge Research di Singapura, langkah ini memiliki dimensi strategis yang jelas.

“Dari perspektif geostrategis, kebijakan ini meningkatkan posisi tawar Beijing menjelang pertemuan TrumpXi di Korea Selatan akhir bulan ini,” ujarnya.

Tiongkok memproduksi lebih dari 90% pasokan global rare earth yang telah diproses, termasuk magnet rare earth yang menjadi komponen penting dalam kendaraan listrik, mesin pesawat, radar militer, hingga perangkat energi hijau.

MOFCOM juga mengumumkan bahwa pembatasan baru akan mencakup perusahaan asing yang menggunakan bahan atau peralatan rare earth asal China, meniru langkah Washington yang selama ini membatasi ekspor produk semikonduktor ke luar negeri.

Teknologi pembuatan magnet rare earth kini masuk dalam kategori ekspor terbatas untuk lebih banyak jenis magnet. Selain itu, komponen dan rakitan yang mengandung magnet terlarang juga akan diawasi secara ketat.

China juga menambahkan peralatan daur ulang rare earth ke dalam daftar teknologi yang memerlukan izin ekspor khusus. Aturan baru dengan efek ekstrateritorial ini akan mulai berlaku 1 Desember 2025, sementara sebagian besar kebijakan lainnya efektif segera.

Pasar merespons positif langkah ini. Saham China Northern Rare Earth Group (600111.SS) melonjak 8,3%, sementara Shenghe Resources (600392.SS) naik 6,3% pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Viral: Begini Cara Bikin Konten Edukasi Tetap Laku di Tengah Banjir Gosip

    Strategi Viral: Begini Cara Bikin Konten Edukasi Tetap Laku di Tengah Banjir Gosip

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan banjirnya konten viral di media sosial, konten edukatif sering kali tenggelam di antara gosip dan hiburan ringan. Namun, ada cara agar edukasi tetap diminati publik: lewat cerita dan emosi. Hal ini diungkapkan Victoria Wong, Founder Start Your Content Academy, dalam acara Upstream Force: We Are The Energy […]

  • Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Narada Asset Manajemen sebagai tersangka dalam perkara dugaan manipulasi pasar modal atau praktik goreng saham. Kasus ini terkait dugaan insider trading dan perdagangan semu yang menciptakan distorsi harga saham. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penyidik menemukan indikasi […]

  • BP Batam Batalkan Alokasi Lahan Anak Usaha HOME, Ini Alasannya

    BP Batam Batalkan Alokasi Lahan Anak Usaha HOME, Ini Alasannya

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengumumkan kabar penting terkait proyeknya di wilayah Pantai Timur, Nongsa, Batam. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) telah resmi membatalkan alokasi lahan untuk entitas anak perusahaan, PT Warga Tri Manunggal. Melalui keterbukaan informasi, Direktur HOME, Ardi Syofyan, menjelaskan hal tersebut. Pembatalan itu […]

  • Harga Sembako Jambi Hari Ini Stabil, Cabe Rawit Merah Turun!

    Harga Sembako Jambi Hari Ini Stabil, Cabe Rawit Merah Turun!

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi pada pekan keempat Oktober 2025 masih terpantau stabil. Berdasarkan data resmi SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, sebagian besar harga sembako di dua pasar utama, yaitu Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Angso Duo, tidak mengalami perubahan yang signifikan. Hanya beberapa komoditas yang tercatat mengalami […]

  • UPTD Samsat Batang Hari Tutup Sementara Selama Libur Nyepi dan Lebaran

    UPTD Samsat Batang Hari Tutup Sementara Selama Libur Nyepi dan Lebaran

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kabupaten Batang Hari, Jambi menutup sementara pelayanan administrasi kendaraan selama tujuh hari pada masa libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Kepala UPTD Samsat Batang Hari Hilda Susanti mengatakan penutupan pelayanan tersebut berlangsung mulai 18 hingga 24 Maret 2026 dan akan kembali dibuka pada 25 Maret […]

  • 115 Desa di Aceh Masih Terisolasi hingga Hari ke-21 Pascabencana

    115 Desa di Aceh Masih Terisolasi hingga Hari ke-21 Pascabencana

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBINIS.COM – Sebanyak 115 desa di Provinsi Aceh masih terisolasi hingga hari ke-21 pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh akses jalur darat yang terputus dan belum sepenuhnya pulih. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, keterbatasan akses darat membuat penyaluran bantuan logistik ke wilayah terdampak harus dioptimalkan melalui jalur […]

expand_less