Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Tiongkok kembali memperketat kontrol ekspor mineral tanah jarang (rare earth) pada Kamis (9/10/2025). Tiongkok memperluas larangan atas teknologi pemrosesan dan produksi magnet rare earth, serta secara eksplisit menargetkan pengguna asing di sektor pertahanan dan semikonduktor.

Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China (MOFCOM), hanya dua hari setelah sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat menyerukan perluasan larangan ekspor peralatan pembuat chip ke Tiongkok.

Kebijakan terbaru ini memperluas aturan kontrol ekspor yang diumumkan pada April 2025, yang sempat menimbulkan kekurangan pasokan global sebelum kemudian mereda berkat serangkaian kesepakatan dagang antara Beijing, Eropa, dan AS.

Menurut analis geopolitik Tim Zhang, pendiri firma riset Edge Research di Singapura, langkah ini memiliki dimensi strategis yang jelas.

“Dari perspektif geostrategis, kebijakan ini meningkatkan posisi tawar Beijing menjelang pertemuan TrumpXi di Korea Selatan akhir bulan ini,” ujarnya.

Tiongkok memproduksi lebih dari 90% pasokan global rare earth yang telah diproses, termasuk magnet rare earth yang menjadi komponen penting dalam kendaraan listrik, mesin pesawat, radar militer, hingga perangkat energi hijau.

MOFCOM juga mengumumkan bahwa pembatasan baru akan mencakup perusahaan asing yang menggunakan bahan atau peralatan rare earth asal China, meniru langkah Washington yang selama ini membatasi ekspor produk semikonduktor ke luar negeri.

Teknologi pembuatan magnet rare earth kini masuk dalam kategori ekspor terbatas untuk lebih banyak jenis magnet. Selain itu, komponen dan rakitan yang mengandung magnet terlarang juga akan diawasi secara ketat.

China juga menambahkan peralatan daur ulang rare earth ke dalam daftar teknologi yang memerlukan izin ekspor khusus. Aturan baru dengan efek ekstrateritorial ini akan mulai berlaku 1 Desember 2025, sementara sebagian besar kebijakan lainnya efektif segera.

Pasar merespons positif langkah ini. Saham China Northern Rare Earth Group (600111.SS) melonjak 8,3%, sementara Shenghe Resources (600392.SS) naik 6,3% pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Singapura saat ini tengah diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, terutama terjadi di sektor yang bernilai tinggi. Data terbaru Survei Ekonomi Singapura Kuartal III-2025 yang telah dirilis tercatat hampir 20.000 posisi pekerjaan hilang hanya dari tujuh sektor industri. Temuan ini memicu tanda tanya besar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Singapura saat […]

  • Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

    Purbaya Semprot BPJS soal PBI JKN Nonaktif

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti keras tata kelola kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) menyusul viralnya kasus pasien yang tidak bisa berobat akibat status kepesertaan dinonaktifkan. Purbaya menilai pemutakhiran data PBI-JKN sejatinya bertujuan memperbaiki kualitas program JKN agar lebih tepat sasaran. Namun, proses tersebut dinilai justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat […]

  • Zona Hijau, IHSG Dibuka Pagi Ini Menguat ke Level 8.392

    Zona Hijau, IHSG Dibuka Pagi Ini Menguat ke Level 8.392

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (12/11/2025). IHSG dibuka menguat pada posisi 8.392,28 atau naik 0,25%. Berdasarkan data RTI, IHSG sempat bergerak pada rentang 8.379-8.397 sesaat setelah pembukaan. Tercatat, 274 saham menguat, 151 saham melemah, dan 202 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar IHSG […]

  • Rupiah Loyo Lagi! Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI hingga BNI

    Rupiah Loyo Lagi! Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI hingga BNI

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berkutik di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026), menandakan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda. Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka di level Rp17.645 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di […]

  • BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya melalui integrasi dan pemutakhiran data pelaku usaha halal nasional. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa penguatan basis data menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, terutama di tengah perluasan […]

  • Rahasia Sop Kambing Bening Tanpa Bau Prengus, Dijamin Gurih dan Segar!

    Rahasia Sop Kambing Bening Tanpa Bau Prengus, Dijamin Gurih dan Segar!

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sop kambing kuah bening menjadi salah satu hidangan favorit saat momen Idul Adha. Selain sate dan rendang, menu berkuah ini kerap jadi pilihan karena rasanya yang gurih, segar, dan cocok dinikmati bersama keluarga. Meski begitu, tidak sedikit orang yang masih ragu memasak sop kambing. Alasannya sederhana: aroma prengus yang cukup kuat sering kali […]

expand_less