Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Mulai Desember 2025, TNI AD dan BAIS Siap Kawal Kilang dan Terminal Pertamina

Mulai Desember 2025, TNI AD dan BAIS Siap Kawal Kilang dan Terminal Pertamina

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) akan mulai melakukan penjagaan di seluruh kilang dan terminal bahan bakar minyak milik Pertamina mulai Desember 2025. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan pengamanan instalasi vital negara.

Pengumuman tersebut disampaikan Sjafrie setelah menghadiri rapat kerja tertutup bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). Dalam pertemuan itu, Kementerian Pertahanan juga membahas penambahan kekuatan Batalyon Teritorial Pembangunan di sejumlah wilayah.

“Menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” ujar Sjafrie, dikutip Selasa (25/11/2025).

Sjafrie menegaskan bahwa penempatan prajurit TNI di kawasan operasional Pertamina merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana tertuang dalam revisi Undang-Undang TNI.

“Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengerahan personel dimulai pada Desember dan melibatkan TNI AD di bawah pemantauan BAIS. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi ancaman terhadap fasilitas strategis energi nasional.

“Untuk bisa mengetahui hal-hal yang mungkin perlu kita ketahui sebagai suatu ancaman yang potensial, yang mungkin muncul sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik,” kata Sjafrie.

Kilang minyak dan terminal BBM Pertamina dikategorikan sebagai instalasi kritis yang berperan besar dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pengamanan yang lebih sistematis diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan negara terhadap gangguan keamanan maupun ancaman teror terhadap infrastruktur vital.

Dengan keputusan ini, pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara unsur pertahanan, intelijen, dan BUMN energi dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di sektor pasokan dan distribusi BBM yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taksi Listrik Hadir Dukung Konektivitas Stasiun Whoosh Halim

    Taksi Listrik Hadir Dukung Konektivitas Stasiun Whoosh Halim

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kehadiran kereta cepat Jakarta–Bandung membawa perubahan mendasar dalam pola perjalanan antarkota. Waktu tempuh yang singkat, perjalanan yang senyap, serta efisiensi energi menjadikannya simbol kemajuan transportasi modern. Mulai 18 Desember 2025, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju atau dari Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim menggunakan taksi listrik Green SM yang beroperasi di area […]

  • Anggota DPR Alifudin Dorong Warga Kalbar Promosikan Wisata Lewat Media Sosial Secara Bijak

    Anggota DPR Alifudin Dorong Warga Kalbar Promosikan Wisata Lewat Media Sosial Secara Bijak

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Alifudin, mendorong masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memaksimalkan potensi media sosial dalam memperkenalkan keindahan dan keragaman wisata daerah ke tingkat nasional maupun internasional. Dalam kegiatan sosialisasi bertajuk Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Media Sosial di Pontianak, Minggu (26/10/2025), Alifudin menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memanfaatkan platform […]

  • Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi. Mata uang Garuda turun 33 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp17.630 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga tercatat mengalami […]

  • BGN Angkat 32.000 Petugas Makan Bergizi Gratis Jadi PPPK Februari 2026

    BGN Angkat 32.000 Petugas Makan Bergizi Gratis Jadi PPPK Februari 2026

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan mengangkat sebanyak 32.000 petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026. Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) di lembaga tersebut. Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, proses rekrutmen PPPK telah dilakukan secara bertahap. Pada […]

  • Harga Perak Antam Kembali Melesat, Cek Disini

    Harga Perak Antam Kembali Melesat, Cek Disini

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam terpantau menguat pada Senin (16/3/2026). Kenaikan harga perak Antam ini sejalan dengan harga perak dunia. Namun, berlawanan dengan harga emas Antam yang ambrol. Mengutip logammulia.com, harga perak Antam naik Rp350. Kini, harga perak Antam ditetapkan menjadi Rp51.200 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp50.850 per […]

  • Investasi RI Kuartal I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Pertumbuhan Melambat ke 7,2% di Tengah Tekanan Global

    Investasi RI Kuartal I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Pertumbuhan Melambat ke 7,2% di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Meski tetap tumbuh, lajunya melambat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan pertumbuhan investasi hanya sebesar 7,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), turun dari capaian 15,9 persen pada kuartal I 2025. […]

expand_less