Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Hubungan perdagangan Indonesia–Australia dinilai masih belum optimal meski memiliki potensi ekonomi yang besar. Anggota Dewan Institut Australia–Indonesia, Rob Law, menyebut bahwa hambatan utama terletak pada regulasi yang ketat serta biaya operasional tinggi di Australia.

Dalam media briefing di The Grace Hotel, Sydney, Senin (18/11/2025), Law menegaskan bahwa sistem hukum Australia sangat detail dan tidak memberikan ruang kompromi. Inilah yang membuat banyak pelaku usaha Indonesia terkejut saat mencoba masuk ke pasar Australia.

Menurut Law, Australia dikenal dengan persyaratan legal dan standar operasional yang sangat rapi dan wajib dipatuhi. Struktur regulasi tersebut berbeda dengan kondisi pasar Indonesia yang lebih fleksibel, sehingga sering menimbulkan kesulitan bagi pebisnis yang tidak terbiasa dengan tingkat disiplin administrasi itu.

“Ada juga tantangan terkait regulasi Australia. Australia adalah negara dengan sistem hukum yang sangat ketat dan memiliki banyak peraturan,” ujar Law.

Selain regulasi, tingginya biaya operasional di Australia juga menjadi hambatan besar. Mulai dari biaya tenaga kerja, standar keselamatan, hingga kepatuhan lingkungan, semuanya menuntut penyesuaian besar.

Hal itu membuat banyak perusahaan Indonesia ragu mengambil langkah ekspansi karena menilai biaya awal tidak sebanding dengan potensi keuntungan jangka pendek.

“Bagi bisnis Indonesia yang ingin masuk ke Australia, mereka menghadapi beberapa hambatan. Secara khusus, tingginya biaya operasional di Australia menjadi tantangan besar bagi bisnis Indonesia,” lanjutnya.

Law menambahkan bahwa proses perizinan dan tata kelola bisnis di Australia memerlukan strategi yang komprehensif. Tanpa persiapan matang, pelaku usaha bisa kewalahan menghadapi berbagai tuntutan administratif.

“Karena itu kita bisa bekerja dengan bisnis Indonesia untuk memastikan mereka memahami tantangan tersebut sebelum masuk ke pasar, dan bahwa mereka menyiapkan strategi yang kuat untuk mengatasinya,” jelasnya.

Pernyataan ini semakin menegaskan perlunya pendampingan, edukasi, dan perencanaan matang bagi perusahaan Indonesia agar bisa memanfaatkan peluang besar yang sebenarnya tersedia di pasar Australia.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontrak Diperpanjang, Freeport Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia Mulai 2041

    Kontrak Diperpanjang, Freeport Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia Mulai 2041

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan tambang global Freeport-McMoRan Inc. sepakat melepas 12 persen saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemerintah Indonesia pada 2041, menyusul perpanjangan hak operasi tambang di distrik mineral Grasberg, Papua. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Freeport dan Pemerintah Indonesia yang ditandatangani pada Rabu (18/2/2026). Dalam kesepakatan itu, pelepasan saham dilakukan […]

  • Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari

    Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian produksi atau lifting minyak nasional yang telah melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Bahlil menyampaikan laporan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). “Target APBN kan 605.000 barel per hari, jadi sekarang sudah melampaui […]

  • BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

    BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BYD Motor Indonesia mencatat lonjakan penjualan besar pada Oktober 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) BYD mencapai 10.593 unit, melesat 873,9 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1.088 unit. Kenaikan juga terlihat pada penjualan ritel. Sebanyak 9.732 unit mobil BYD terjual ke konsumen pada Oktober […]

  • Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menyempitnya ruang fiskal pemerintah akibat pelebaran defisit APBN 2025 membuat peran Bank Indonesia (BI) semakin krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan keterbatasan stimulus fiskal, kebijakan moneter dinilai menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik […]

  • 187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

    187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, membuat 187 pendaki, termasuk rombongan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sempat terjebak di Ranu Kumbolo. Keberadaan Tim tersebut saat itu sedang bertugas membuat materi promosi wisata namun terjadi erupsi saat itu. Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, memastikan seluruh anggota […]

  • Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman dan Terkendali

    Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Masih Aman dan Terkendali

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan posisi utang Indonesia yang mencapai Rp 9.138,05 triliun atau setara 39,86% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam kategori aman dan terkendali. Dalam kegiatan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025), Purbaya menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional menilai kesehatan fiskal suatu negara berdasarkan dua indikator […]

expand_less