Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » 187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, membuat 187 pendaki, termasuk rombongan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sempat terjebak di Ranu Kumbolo. Keberadaan Tim tersebut saat itu sedang bertugas membuat materi promosi wisata namun terjadi erupsi saat itu.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, memastikan seluruh anggota tim dalam kondisi selamat. Ia menjelaskan bahwa mereka langsung berupaya turun dari Ranu Kumbolo, Karna cuaca sudah semakin gelap mereka sangat mengalami kesulitan untuk turun.

“Kondisi Ranu Kumbolo saat itu relatif aman. Tapi hari ini, sudah turun semua ke Ranu Pane. Itu laporan dari Taman Nasional update ke kami,” kata Fadjar di Jakarta pada Kamis, 20 November 2025.

Ada 137 pengunjung yang mendaki ke Ranu Kumbolo, dan total 187 orang, termasuk petugas, porter, pemandu, serta tim Kemenpar. Kloter terakhir tiba pada 19 November sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemenpar terus berkoordinasi dengan BASARNAS, pengelola Taman Nasional, dan BNPB untuk memperoleh perkembangan terbaru terkait aktivitas Semeru. Pihaknya juga mengimbau wisatawan agar menjauhi Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar Semeru.

“Terkait dengan Semeru, kami juga mengamplifikasi apa yang disampaikan Taman Nasional untuk menghindari daerah aliran sungai sepanjang Besuk Kobokan itu,” ucap Fadjar.

Ia menambahkan, wisatawan di harap perlu untuk mengetahui prediksi cuaca dari BMKG mengingat potensi cuaca ekstrem di daerah tersebut. Sebelumnya, PVMBG melaporkan terjadinya erupsi Semeru berupa awan panas pada 19 November pukul 14.13 WIB.

Sementara itu, Basarnas telah mengawal proses evakuasi pendaki dari kawasan Ranu Kumbolo. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa dua tim SAR disiagakan di kawasan Ranupani untuk memantau dan menyiapkan skenario evakuasi darurat.

“Seluruhnya diarahkan untuk turun secara bertahap mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan sekarang masih berlangsung,” kata Edy.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pertamax dan Pertamax Green Berpotensi Naik, Pertamina Patra Niaga Masih Evaluasi

    Harga Pertamax dan Pertamax Green Berpotensi Naik, Pertamina Patra Niaga Masih Evaluasi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada 18 April 2026. Kenaikan ini memicu pertanyaan publik terkait kemungkinan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dalam waktu dekat. Hingga saat ini, harga Pertamax masih […]

  • 5 Fakta Kekalahan An Se Young di Final All England 2026

    5 Fakta Kekalahan An Se Young di Final All England 2026

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pebulu tangkis Korea Selatan, An Se Young, harus puas menjadi runner-up pada turnamen All England 2026 setelah kalah dari wakil China, Wang Zhiyi, di partai final. Pertandingan final yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu (8/3/2026), mengakhiri dominasi panjang An Se Young di sejumlah turnamen BWF World Tour. Kekalahan tersebut juga menghadirkan […]

  • Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi. Rupiah menguat 42 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.168 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai […]

  • Tinjau Banjir Padang, Zulhas Panggul Beras Sekarung untuk Warga

    Tinjau Banjir Padang, Zulhas Panggul Beras Sekarung untuk Warga

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau wilayah terdampak banjir bandang di Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (1/12/2025). Dalam kunjungan itu, pemerintah memutuskan untuk menggandakan suplai logistik melalui Perum Bulog guna mengantisipasi krisis pangan akibat akses jalan yang terputus. Zulkifli mengatakan, suplai bantuan harus diperbanyak untuk mencegah kekurangan […]

  • PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri. Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi […]

  • Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah mengimpor 100.000 unit kendaraan niaga jenis pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menuai kritik. Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai kebijakan impor dalam jumlah besar tersebut perlu dikaji ulang. Ia mempertanyakan alasan pemerintah tidak memaksimalkan kapasitas industri otomotif dalam negeri. “Kenapa harus impor dalam jumlah besar? […]

expand_less