Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BNI Optimis Lampaui Target KUR Perumahan Rp250 Miliar di Akhir Tahun

BNI Optimis Lampaui Target KUR Perumahan Rp250 Miliar di Akhir Tahun

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan optimis dapat melampaui target penyaluran KUR (kredit usaha rakyat) perumahan sebesar Rp250 miliar hingga akhir tahun, terdiri dari Rp100 miliar di sisi supply dan Rp150 miliar di sisi demand.

“BNI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, baik dari sisi pasokan maupun permintaan,” kata Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Rabu (12/11/2025).

Adapun hingga akhir Oktober 2025, BNI telah menyalurkan KUR perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp40,7 miliar kepada 41 pelaku UMKM sektor perumahan.

Jumlah tersebut terdiri dari Rp28,1 miliar untuk sisi pasokan (supply) kepada tujuh pelaku UMKM dan dan Rp12,66 miliar untuk sisi permintaan (demand) kepada 34 pelaku UMKM.

Capaian ini, catat perseroan, setara dengan 15,2 persen dari total penyaluran KPP nasional yang menurut data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah mencapai Rp267 miliar dengan 117 debitur.

Iqbal menyampaikan, program KPP hadir untuk memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan, sekaligus membantu pelaku usaha memperkuat daya saing di sektor riil.

Melalui program ini, ia menambahkan bahwa perseroan ingin memastikan pelaku UMKM dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat.

Program yang resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2025 ini memiliki mekanisme serupa dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pelaku UMKM yang menjadi nasabah BNI dapat mengajukan pembiayaan melalui kantor cabang maupun kanal digital resmi BNI. Proses pengajuan mencakup analisis, persetujuan, dan pencairan dana yang dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian perbankan.

Dalam menjaga kualitas pembiayaan, BNI menerapkan berbagai langkah mitigasi risiko, di antaranya optimalisasi ekosistem perumahan dengan melibatkan pengembang, kontraktor, dan UMKM bahan bangunan.

Perseroan juga bersinergi dengan pemerintah daerah serta pengembang untuk memastikan legalitas aset dan kelayakan usaha.

Selain itu, risk acceptance criteria (RAC) dan credit scoring system digunakan dalam menilai karakter serta kapasitas calon debitur. BNI juga melakukan monitoring portofolio kredit secara berkala agar tetap sesuai dengan profil risiko perusahaan.

Terkait kolaborasi dengan pemerintah daerah dan asosiasi pengembang, BNI telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi KPP Nasional. Acara ini digelar bersama Kementerian PKP di Sutera Hall, Alam Sutera, Tangerang, pada 26 September 2025.

“Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program perumahan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil melalui pemberdayaan UMKM,” kata Iqbal.

Melalui program KPP, catat perseroan, BNI tidak hanya memperkuat ekosistem perumahan nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan komitmennya sebagai agent of development yang berperan aktif dalam membangun sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Nasional Bangkit Lagi: Prabowo Janjikan Produksi 3 Tahun Lagi

    Mobil Nasional Bangkit Lagi: Prabowo Janjikan Produksi 3 Tahun Lagi

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    Gaung mobil nasional kembali menggema! Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya untuk mewujudkan mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun mendatang  sebuah mimpi lama yang pernah coba diwujudkan lewat Timor, Bimantara, Maleo, hingga Esemka. “Belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” ujar Prabowo saat […]

  • Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

    Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (6/11/2025). Meski kenaikannya tipis, penguatan rupiah sebesar  18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.699 per dolar Amerika Serikat (AS) sangat berarti. Pada saat yang sama, indeks dolar AS bertahan di kisaran 100. Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah 9 poin dan parkir […]

  • Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

    Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah langkah pemerintah melakukan nasionalisasi kebun sawit ilegal, pelaku usaha dan petani sawit meminta kepastian hukum agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan masyarakat. Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai penertiban lahan sawit ilegal perlu disertai mekanisme hukum yang jelas, transparan, dan membuka ruang dialog antara pemerintah […]

  • Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan laba bersih perusahaan sepanjang 2025 dapat tembus US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun (kurs Rp 16.500). Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 49,54 triliun. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 68 miliar […]

  • Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menghadirkan skema berbagi risiko yang konkret yang menjamin pendapatan program makan bergizi gratis (MBG) dapat diprediksi. Dengan begitu, proyek ini dapat masuk kategori bankable. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menyampaikan skema yang konkret dibutuhkan mengingat bank memerlukan kestabilan […]

  • Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Dimona Israel, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

    Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Dimona Israel, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran mengancam akan menargetkan fasilitas nuklir milik Israel sebagai serangan balasan. Kantor berita semi-resmi Iran melaporkan seorang pejabat militer menyatakan bahwa Teheran mempertimbangkan menyerang reaktor nuklir di Dimona, yang selama ini diyakini sebagai pusat pengembangan program senjata nuklir Israel. Fasilitas tersebut berada di Shimon Peres […]

expand_less