Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai siap menjadi salah satu pusat suplai energi baru dan terbarukan (EBT) nasional untuk mendukung agenda Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Pakar energi Prof. Fredrik L. Benu mengungkapkan bahwa NTT memiliki dua sumber energi strategis yang berpotensi besar menopang bauran energi nasional, yaitu biomassa serta energi surya dan angin.

“NTT punya potensi besar. Sumba sebagai Sumba Iconic Island dan Timor sebagai Timor Biomass Island,” kata Fredrik di Kupang, Kamis (6/11/2025).

Ia menjelaskan, diversifikasi energi menjadi kunci untuk mencapai target bauran energi 19–23 persen pada 2030, sebagaimana visi transisi energi hijau dalam program Asta Cita Prabowo–Gibran.

Fredrik menilai, Provinsi NTT telah memiliki berbagai diversifikasi energi yang memadai untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Swasembada energi itu artinya kemampuan memasok energi secara mandiri, tanpa bergantung dari luar. Untuk itu, pemanfaatan EBT harus didorong secara serius dan masif,” ujarnya.

Menurutnya, suplai EBT dari NTT tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi dikirim ke wilayah lain seperti Bali, Jawa Timur, hingga Surabaya.

“NTT diharapkan mampu memberi suplai energi baru terbarukan untuk Bali. Bahkan sudah ditawarkan juga untuk Jawa Timur,” tambahnya.

Sejumlah PLTU di Timor kini mulai menjalankan program co-firing biomassa, menggunakan chip kayu dari tanaman lokal seperti lamtoro dan gamal. Kedua jenis tanaman ini memiliki nilai kalor mendekati batu bara namun menghasilkan emisi jauh lebih rendah.

Dengan pasokan biomassa mencapai 20 ton per hari, pemerintah daerah berpotensi meraih pendapatan tambahan hingga Rp 2,8 miliar per bulan melalui perdagangan karbon (carbon trade).

“Dari substitusi batu bara dengan biomassa saja, potensi pendapatan dari perdagangan karbon bisa mencapai Rp 2,8 miliar per bulan. Tinggal diperkuat regulasi daerahnya,” jelas Fredrik.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • KSPM Universitas Jambi Dorong Literasi Investasi, Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

    KSPM Universitas Jambi Dorong Literasi Investasi, Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya memperluas literasi keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan. Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Jambi menggelar kegiatan “KSPM Insight Room: Spesial Nobar Capital Market and Summit Expo 2025” di Paviliun Jambi Business Center, Jumat (17/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, yang diselenggarakan […]

  • Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2026

    Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah tekanan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan ekonomi nasional mampu tumbuh hingga 5,3% sepanjang 2026. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja ekonomi domestik yang dinilai kuat serta relatif tahan terhadap gejolak eksternal. Bahkan, pada kuartal I-2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa mencapai 5,5%. Di […]

  • Impor Benang Kapas Membanjir, Pemerintah Terapkan Bea Masuk untuk Lindungi Industri Dalam Negeri

    Impor Benang Kapas Membanjir, Pemerintah Terapkan Bea Masuk untuk Lindungi Industri Dalam Negeri

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi memberlakukan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk impor benang kapas, sebagai langkah melindungi industri dalam negeri dari kerugian akibat lonjakan impor. Keputusan ini mencakup 27 nomor HS sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Pengenaan BMTP berlaku selama tiga tahun, mulai 30 Oktober 2025 hingga 29 Oktober 2028. “Industri dalam negeri […]

  • Kemnaker Tegas: Perusahaan Wajib Miliki RPTKA, 94 WNA Ilegal Didepak dari KEK Sei Mangkei

    Kemnaker Tegas: Perusahaan Wajib Miliki RPTKA, 94 WNA Ilegal Didepak dari KEK Sei Mangkei

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan sikap tegas terhadap seluruh perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) tanpa izin resmi. Pemerintah memperingatkan agar seluruh perusahaan mematuhi regulasi dan mekanisme penggunaan TKA sesuai peraturan yang berlaku. Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan bahwa Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) merupakan syarat […]

  • AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US1 per Barel

    AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US$101 per Barel

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak dan menembus level psikologis US$100 per barel pada Senin (13/4/2026), menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini diperparah dengan rencana blokade jalur pelayaran menuju Iran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak […]

  • Udang Indonesia Lolos Uji Radioaktif, Ekspor ke Amerika Serikat Kembali Dibuka

    Udang Indonesia Lolos Uji Radioaktif, Ekspor ke Amerika Serikat Kembali Dibuka

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar baik datang dari sektor perikanan nasional. Udang Indonesia kembali diizinkan masuk ke pasar Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya tertahan akibat dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137.Hanya dalam waktu tiga bulan, pemerintah Indonesia berhasil memulihkan kepercayaan otoritas AS terhadap produk perikanan Indonesia, khususnya komoditas udang vaname. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan […]

expand_less