Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Diburu Interpol, Ini Profil Lengkap Bos WanaArtha Life dan Kresna Group yang Jadi Buronan Kasus Keuangan RI

Diburu Interpol, Ini Profil Lengkap Bos WanaArtha Life dan Kresna Group yang Jadi Buronan Kasus Keuangan RI

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Interpol Indonesia terus memburu dua buronan kelas kakap dalam kasus keuangan dan investasi yang menggemparkan Tanah Air, yakni Michael Steven, pemilik Grup Kresna, dan Evelina F. Pietruschka, pemilik WanaArtha Life. Keduanya kini masuk dalam daftar red notice internasional sejak 19 September 2025.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa nama Michael Steven telah resmi masuk daftar pencarian internasional (red notice), namun tidak semua data publik ditampilkan di laman resmi Interpol.

“Tidak semua red notice ditampilkan di website. Ada yang hanya bisa diakses oleh aparat penegak hukum dan imigrasi di pintu perlintasan,” jelas Untung di Tangerang, Banten.

Untung juga mengonfirmasi bahwa Reza Nantha Pietruschka, putra Evelina, sempat tertangkap di California, Amerika Serikat (AS). Namun ia dibebaskan setelah membayar jaminan atau bail.

“Pelaku kejahatan ekonomi biasanya bukan orang miskin, mereka punya pengacara dan bisa bail. Mereka juga sering menggugat red notice dengan alasan perkara perdata, bukan pidana,” ujar Untung.

Interpol Indonesia kini berkoordinasi dengan sejumlah lembaga penegak hukum AS, termasuk Department of Homeland Security, ICE, dan FBI, untuk menindaklanjuti proses hukum terhadap keluarga Pietruschka.

Evelina F. Pietruschka dikenal luas di industri asuransi Indonesia. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak 1999 dan kemudian menjadi Presiden Komisaris pada 2011. Wanita lulusan Pepperdine University, California ini memiliki karier panjang, termasuk:

  • Vice Chairman Dewan Asuransi Indonesia (DAI) pada 2001–2002
  • Chairman DAI pada 2002–2005
  • Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) 2005–2011
  • Chairman Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) 2007–2008
  • Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council

Evelina juga pernah dinobatkan sebagai Finalis Entrepreneur of the Year (EoY) oleh Ernst & Young pada 2009 dan menerima penghargaan Personality of The Year 2013 dari Asia Insurance Review Magazine.

Namun, namanya kini tercoreng karena diduga terlibat dalam skandal keuangan dan gagal bayar polis nasabah WanaArtha Life yang merugikan ribuan investor.

Michael Steven dikenal sebagai pengusaha keuangan berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pemilik manfaat terakhir (ultimate beneficial owner) dari PT Kresna Asset Management, yang terlibat dalam transaksi keuangan tidak wajar hingga merugikan investor.
Selain itu, ia juga pemilik PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life), yang gagal bayar klaim senilai Rp6,4 triliun terhadap lebih dari 8.900 nasabah.

Michael mendirikan PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN) pada 1999, yang kemudian berubah nama menjadi PT Quantum Clovera Investama Tbk. setelah izin Kresna Life dicabut oleh OJK.
Ia dikenal aktif di dunia bisnis dan organisasi:

  • Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan Kelautan & Perikanan Kadin Indonesia
  • Mantan Komisaris Utama PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS)
  • Direktur PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR)
  • Direktur PT Kresna Cakra Unika

Michael meraih gelar MBA dari Golden Gate University dan sarjana dari The University of Texas, Austin.
Sebelumnya, KREN sempat masuk daftar “Best Under a Billion” Forbes Asia 2019 dan “50 Best of the Best Companies” Forbes Indonesia selama dua tahun berturut-turut.

Kasus WanaArtha Life dan Kresna Group menjadi sorotan publik karena merugikan ribuan nasabah. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin kedua perusahaan, sementara Interpol Indonesia berkoordinasi dengan otoritas global untuk melacak keberadaan kedua tersangka utama.

“Kita bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional agar keduanya bisa segera dibawa ke Indonesia dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Untung.

 

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV DPR Minta Bulog Jangan Simpan Beras Lebih dari 6 Bulan, Jaga Kualitas untuk Konsumen

    Komisi IV DPR Minta Bulog Jangan Simpan Beras Lebih dari 6 Bulan, Jaga Kualitas untuk Konsumen

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi IV DPR RI meminta Perum Bulog memastikan stok beras di gudang tidak disimpan lebih dari enam bulan agar kualitas beras tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. “Jangan menyimpan beras terlalu lama, apalagi lebih dari satu tahun. Paling lama enam bulan sudah harus berputar lagi,” kata Ketua Komisi IV DPR RI Titiek […]

  • DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2026 kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah hingga kini belum dilaksanakan. Meski demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berjalan tanpa hambatan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut hanya menyangkut agenda seremoni penyerahan DIPA dan tidak […]

  • Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor

    Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras sepanjang 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah stok cadangan beras nasional menembus angka 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Amran menyebut lonjakan stok tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah mencapai titik swasembada pangan, setidaknya untuk komoditas beras. “Insyaallah 2026 tidak […]

  • Percasi Jambi Perkuat Regenerasi Catur Lewat Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    Percasi Jambi Perkuat Regenerasi Catur Lewat Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi terus memperkuat fondasi pembinaan atlet muda. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui coaching clinic catur bersama FIDE Master (FM) Rian Kapiraga yang digelar di Paviliun Jambi Business Center (JBC), Sabtu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan atlet catur junior dari berbagai kabupaten dan kota […]

  • Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

    Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Adu argumen panas kembali terjadi antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disebut mengendap di bank. Dedi tidak tinggal diam  ia menantang balik Menteri Keuangan untuk membuka data secara transparan, agar publik tahu siapa sebenarnya yang menahan dana triliunan […]

  • Provinsi Jambi Deflasi 0,47 Persen

    Provinsi Jambi Deflasi 0,47 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat pada Januari 2026 Provinsi Jambi mengalami deflasi M to M/ Y to D sebesar 0,47% dan inflasi Y on Y sebesar 3,35%. Susiawati Kristiarini, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi menyampaikan penyumbang utama deflasi Januari 2026 secara M to M adalah kelompok makanan minuman dan tembakau […]

expand_less