Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pekerja informal masih mendominasi pasar tenaga kerja nasional, meski terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja formal hingga Agustus 2025. Dalam laporan terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 146,54 juta orang. Dari total tersebut, 38,74 persen bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa secara jumlah, pekerja formal mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Dibandingkan setahun sebelumnya, penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai mengalami penambahan sekitar 0,65 juta orang,” kata Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Meski demikian, proporsi pekerja formal turun tipis dibandingkan Agustus 2024 yang tercatat sebesar 38,80 persen. Penurunan proporsi tersebut diimbangi dengan peningkatan pekerja informal yang masih mendominasi sebesar 57,80 persen dari total tenaga kerja.

Jika dibandingkan dengan Sakernas Februari 2025, dominasi pekerja informal menurun dari 59,40 persen menjadi 57,80 persen, sedangkan pekerja formal meningkat dari 40,50 persen menjadi 42,20 persen.

Pekerja informal yang dimaksud mencakup kategori pekerja keluarga, wiraswasta tanpa bantuan tetap, serta pekerja bebas. Sementara pekerja formal terdiri dari buruh, karyawan, pegawai, dan pengusaha yang dibantu pekerja tetap.

“Kenaikan pekerja formal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan aktivitas industri serta jasa,” ujar Edy.

Namun demikian, BPS mencatat bahwa jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga atau tidak dibayar menurun paling besar, yakni sekitar 0,30 juta orang dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran struktur ketenagakerjaan Indonesia menuju sektor formal, meski dominasi sektor informal masih cukup kuat.

Pemerintah menilai tren ini menjadi indikasi positif bagi pemulihan ekonomi nasional, seiring dengan peningkatan produktivitas dan serapan tenaga kerja dari berbagai program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), industri padat karya, serta program UMKM digital yang terus digalakkan.

Ke depan, pemerintah menargetkan proporsi pekerja formal dapat meningkat di atas 45 persen pada 2026 dengan mendorong penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri, pertanian modern, dan ekonomi digital.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah  Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini

    Rupiah Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Kini rupiah di level Rp16.968 per dolar Amerika Serikat (AS) usai menguat 29 poin atau 0,17 persen dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.997 per dolar AS. Penguatan ini membawa harapan baru bagi mata uang Garuda setelah sebelumnya hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 akibat sentimen negatif […]

  • Zhong Shanshan, dari Tukang Bangunan Jadi Orang Terkaya di China

    Zhong Shanshan, dari Tukang Bangunan Jadi Orang Terkaya di China

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kisah hidup Zhong Shanshan menjadi salah satu perjalanan paling inspiratif di dunia bisnis modern. Pria kelahiran Hangzhou, Tiongkok, ini memulai hidup dari bawah sebagai tukang bangunan, hingga kini menjelma menjadi orang terkaya di China dengan total kekayaan mencapai Rp1.257 triliun. Menurut laporan Hurun Research Institute, Zhong menempati posisi puncak Daftar Orang Terkaya Tiongkok […]

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek  Update-nya

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek Update-nya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau turun di Hartadinata Abadi, Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas  pada Senin siang (2/2/2026). Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli […]

  • Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), menyusul masih besarnya piutang negara yang belum tertagih. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2024, piutang negara bukan pajak yang didominasi BLBI tercatat mencapai Rp 211,98 triliun. Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra […]

  • Harga Sembako Pasar Angso Duo: Cabai Merah dan Bawang Putih Naik Tajam

    Harga Sembako Pasar Angso Duo: Cabai Merah dan Bawang Putih Naik Tajam

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada awal pekan ini. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru per 8 Juni 2026, harga cabai merah besar mengalami lonjakan tajam hingga 23,91 persen dan kini berada di angka Rp46.000 per kilogram. […]

  • Ini 5 Poin Kesimpulan Rapat DPR dan Pemerintah soal Polemik BPJS PBI

    Ini 5 Poin Kesimpulan Rapat DPR dan Pemerintah soal Polemik BPJS PBI

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – DPR RI dan pemerintah menyepakati sejumlah langkah untuk mengatasi polemik penonaktifan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat konsultasi DPR dan pemerintah yang digelar di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri […]

expand_less