Dari 1.000 Tamu Hotel di Jambi, Hanya 5 Wisman
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

BPS mencatat total tamu hotel berbintang pada Juli mencapai 58.932 orang. Dari jumlah tersebut, 58.629 merupakan tamu nusantara, sedangkan tamu mancanegara hanya 303 orang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Hotel berbintang di Provinsi Jambi masih sangat bergantung pada wisatawan domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dari setiap 1.000 tamu yang menginap pada Juli 2026, hanya sekitar lima orang yang berasal dari mancanegara.
BPS mencatat total tamu hotel berbintang pada Juli mencapai 58.932 orang. Dari jumlah tersebut, 58.629 merupakan tamu nusantara, sedangkan tamu mancanegara hanya 303 orang.
Rasio wisatawan mancanegara terhadap wisatawan nusantara tercatat 0,005. Angka tersebut menunjukkan pasar hotel berbintang Jambi masih didominasi perjalanan domestik.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi sektor pariwisata Jambi yang memiliki sejumlah destinasi alam dan budaya. Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya menilai promosi dan kepastian agenda wisata menjadi faktor penting untuk meningkatkan kunjungan.
Gubernur Jambi Al Haris mendorong adanya kalender kegiatan pariwisata tahunan yang terintegrasi. Dengan jadwal yang jelas, promosi destinasi dapat dilakukan lebih awal sehingga wisatawan memiliki kesempatan menyusun perjalanan ke Jambi.
Upaya mendatangkan wisatawan juga tidak cukup hanya dengan mengandalkan objek wisata. Event budaya, olahraga, bisnis dan ekonomi kreatif dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar.
Pada Juli 2026, Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian sebagai salah satu ruang promosi potensi daerah, termasuk budaya, kuliner dan produk unggulan.
Di sisi lain, data BPS memperlihatkan rata-rata lama menginap seluruh tamu hotel berbintang pada Juli hanya 1,58 hari. Tamu hotel bintang tiga tercatat memiliki rata-rata lama menginap tertinggi, yakni 1,71 hari. Sementara hotel bintang satu berada di posisi terendah dengan 1,35 hari.
Kombinasi dominasi wisatawan domestik dan durasi menginap yang pendek menunjukkan ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.
Tantangannya adalah bagaimana Jambi mengubah kunjungan menjadi perjalanan yang lebih lama. Jika wisatawan datang hanya untuk satu agenda kemudian langsung meninggalkan daerah, manfaat ekonomi bagi hotel, restoran, transportasi dan pelaku UMKM menjadi terbatas.
Karena itu, pengembangan pariwisata Jambi membutuhkan paket perjalanan yang menghubungkan event, destinasi, kuliner dan akomodasi dalam satu pengalaman wisata.
Sumber: BPS Provinsi Jambi
- Penulis: say say
