Harga Daging Ayam Naik, Inflasi Jambi Agustus 2026 Mencapai 3,60 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

BPS menyebut kenaikan harga ayam dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat, penyerapan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kenaikan harga pakan ternak.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga daging ayam ras menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga di Provinsi Jambi pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Jambi mencatat inflasi bulanan sebesar 0,38 persen, sedangkan inflasi tahunan mencapai 3,60 persen.
Kenaikan harga daging ayam ras memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,47 persen. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain kentang, ikan serai, ikan nila, emas perhiasan, beras dan telur ayam ras.
BPS menyebut kenaikan harga ayam dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat, penyerapan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kenaikan harga pakan ternak.
Secara tahunan, daging ayam ras juga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,66 persen. Tekanan harga kemudian datang dari emas perhiasan dengan andil 0,51 persen dan bensin sebesar 0,25 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan inflasi Jambi tidak hanya berasal dari kebutuhan pangan. Komponen transportasi dan komoditas perawatan pribadi juga ikut memengaruhi kenaikan harga.
Pada saat yang sama, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi. Tomat memberikan andil deflasi 0,10 persen, cabai merah 0,09 persen, jengkol 0,07 persen, bawang merah 0,07 persen dan bawang putih 0,06 persen.
Harga tomat turun karena pasokan melimpah dari sentra produksi hortikultura, termasuk Kerinci, Curup dan Sumatera Barat. Adapun bawang merah mengalami tekanan harga akibat panen raya di sejumlah sentra produksi, terutama Brebes dan Sumatera Barat.
Inflasi tahunan Jambi sebesar 3,60 persen juga lebih tinggi dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 3,85 persen? Data ini perlu dibaca secara tepat: angka Juni 3,85 persen merupakan inflasi tahunan pada bulan tersebut, sedangkan Agustus tercatat 3,60 persen. Artinya, tekanan inflasi tahunan justru melandai dibanding Juni.
Bank Indonesia sebelumnya mencatat inflasi Jambi masih menjadi perhatian dalam pengendalian harga pangan. Pada triwulan I 2026, inflasi Jambi tercatat 3,55 persen secara tahunan.
Data Agustus memperlihatkan harga pangan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Pengendalian pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci agar kenaikan harga tidak berlanjut ke bulan berikutnya.
Sumber: BPS Provinsi Jambi
- Penulis: say say
