Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun, Serap 37.833 Tenaga Kerja

Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun, Serap 37.833 Tenaga Kerja

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menggarap 26 proyek hilirisasi strategis dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun. Rangkaian proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 37.833 tenaga kerja langsung dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua.

Program hilirisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Komoditas yang selama ini berpotensi dijual dalam bentuk bahan mentah diarahkan untuk diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Pelaksanaan 26 proyek tersebut dilakukan secara bertahap melalui dua fase groundbreaking sepanjang 2026. Fase pertama dimulai pada 6 Februari 2026 dengan groundbreaking enam proyek prioritas yang tersebar di 13 lokasi. Total nilai investasi pada fase pertama mencapai Rp109 triliun. Proyek-proyek tersebut diperkirakan mampu menciptakan 11.456 lapangan kerja.

Sejumlah proyek yang masuk dalam fase pertama antara lain pembangunan smelter alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, fasilitas bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, serta proyek bioetanol berbasis tebu di Banyuwangi, Jawa Timur.

Proyek tersebut mencerminkan cakupan hilirisasi yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga mulai merambah energi dan komoditas perkebunan.

Fase kedua dilaksanakan pada 29 April 2026 dengan mencakup 10 proyek prioritas di 13 lokasi. Nilai investasi fase kedua mencapai Rp116 triliun, dengan potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 26.377 orang. Jika digabungkan, kedua fase tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp225 triliun dan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 37.833 orang.

Proyek yang digarap Danantara mencakup sejumlah sektor strategis. Diantaranya sektor pertambangan, pengembangan diarahkan pada industri pengolahan aluminium, baja nirkarat, dan tembaga. Sementara di sektor energi dan bioenergi, proyek mencakup produksi bioavtur berbahan minyak jelantah atau used cooking oil serta bioetanol berbasis tebu. Hilirisasi juga diarahkan pada pengolahan komoditas perkebunan dan hasil bumi di daerah penghasil.

Dengan demikian, bahan baku yang berasal dari daerah diharapkan tidak langsung keluar dalam bentuk komoditas mentah. Pengolahan di dalam negeri diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja di sekitar wilayah produksi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

    Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah dan hampir mendekati 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (19/2/2026). Kurs rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS didukung oleh faktor global dan prospek kebijakan BI pada siang ini. Dikutip dari Antara, rupiah bergerak melemah 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.933 per dolar AS dari […]

  • Resep Gulai Ikan Semah Khas Kerinci Jambi, Sisiknya Dimakan dan Rasanya Gurih

    Resep Gulai Ikan Semah Khas Kerinci Jambi, Sisiknya Dimakan dan Rasanya Gurih

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gulai ikan semah menjadi salah satu kuliner khas dari Kerinci, Provinsi Jambi, yang memiliki cita rasa gurih dan unik. Hidangan ini cukup terkenal karena menggunakan ikan semah, jenis ikan endemik yang hidup di hulu sungai berarus deras dan kawasan air terjun. Keunikan gulai ikan semah terletak pada cara pengolahannya. Berbeda dengan kebanyakan olahan […]

  • Upadate Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Rp10 Ribu, Warga Jambi Siap Borong?

    Upadate Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Rp10 Ribu, Warga Jambi Siap Borong?

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Kabar gembira bagi masyarakat Jambi yang tengah memburu logam mulia, khususnya emas Antam. Harga emas produksi Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin (21/9/2026). Penurunan harga kali ini mencapai Rp10.000 per gram. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.628.000 per gram. Harga tersebut turun dari posisi sebelumnya […]

  • Hilirisasi & Industrialisasi Dinilai Tidak Sinkron, Lapangan Kerja Tak Bertambah

    Hilirisasi & Industrialisasi Dinilai Tidak Sinkron, Lapangan Kerja Tak Bertambah

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program hilirisasi dan industrialisasi yang digenjot pemerintah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja di Indonesia. Padahal, proyek hilirisasi yang berjalan saat ini didukung investasi jumbo, terutama dari sektor mineral dan batu bara. Pemerintah menargetkan penyelesaian prastudi kelayakan 18 proyek hilirisasi dengan nilai investasi mendekati Rp600 triliun pada 2025. Komitmen ini […]

  • Jangan Salah Beli, Ini Kisaran Harga Tanah dan Ruko di Berbagai Kawasan Jambi

    Jangan Salah Beli, Ini Kisaran Harga Tanah dan Ruko di Berbagai Kawasan Jambi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga properti di Kota Jambi tidak terjadi secara merata. Perbedaan lokasi, akses jalan, aktivitas perdagangan, hingga perkembangan kawasan membuat harga tanah dan ruko dapat terpaut cukup jauh. Data listing Rumah123 yang diperbarui sepanjang 2026 menunjukkan harga tanah di Jambi berada pada kisaran Rp450.000 hingga Rp1,5 juta per meter persegi. Untuk Jambi Selatan […]

  • Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa menanam kelapa saat ini lebih  menguntungkan dibandingkan kelapa sawit. Pernyataan ini muncul seiring lonjakan permintaan kelapa dari China yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut di tingkat petani. Zulhas mengungkapkan harga kelapa di tingkat petani melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan signifikan ini […]

expand_less