Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa menanam kelapa saat ini lebih  menguntungkan dibandingkan kelapa sawit. Pernyataan ini muncul seiring lonjakan permintaan kelapa dari China yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut di tingkat petani.

Zulhas mengungkapkan harga kelapa di tingkat petani melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh tingginya konsumsi santan di China, terutama untuk industri minuman.

“Kelapa sekarang lakunya luar biasa. Dari Rp2.000 sekarang sampai Rp12.000 satu butir. Di China, santan dipakai untuk kopi, tidak pakai susu lagi,” ujar Zulhas dalam Kompas100 CEO Forum di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (26/11/2025).

Menurut Zulhas, tingginya permintaan global membuat pasokan kelapa di sejumlah sentra produksi seperti Sumatra menipis.

“Kelapa kita di mana-mana dikejar sekarang ini. Kalau di Sumatra sudah enggak bisa lagi, kelapa sudah Rp12.000 satu butir,” ujarnya.

Pemerintah kini fokus mengembangkan perkebunan rakyat secara masif melalui penyediaan bibit unggul, termasuk kelapa, kopi, lada, dan cengkeh.

“Agar rakyat menjadi produktif. Paling tidak dia dapat bibit unggul. Dibantu bibit saja sudah cukup,” lanjutnya.

Zulhas menekankan bahwa potensi keuntungan dari kebun kelapa saat ini bahkan melampaui kebun sawit.

“Kebun kelapa lebih untung dari kebun sawit sekarang,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa dua perusahaan China yang berinvestasi di hilirisasi kelapa berpotensi membuka 10.000 lapangan kerja. Salah satu proyek hilirisasi saat ini sudah menyerap 500 juta butir kelapa per tahun pada tahap pertama, dengan target penyelesaian tahun ini.

“Penyerapan tenaga kerjanya 5.000 orang. Tahun depan bisa sampai 10.000 orang,” kata Rosan.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya kelapa Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah, sehingga harga jual petani rendah akibat biaya logistik yang tinggi. Setelah negosiasi, investor China setuju membangun pabrik di Indonesia. Menurut Rosan, hilirisasi kelapa memiliki produk turunan yang sangat luas sehingga nilai tambah bisa dinikmati langsung di dalam negeri.

“Produk turunannya sangat banyak. Kami ingin value added dan penciptaan lapangan kerja ada di Indonesia,” jelasnya.

Rosan menyebut investasi sektor ini mencapai US$100 juta, dengan dampak tenaga kerja yang jauh lebih besar dibandingkan hilirisasi mineral.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersiaplah! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik , JKN Defisit Rp30 Triliun

    Bersiaplah! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik , JKN Defisit Rp30 Triliun

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bersiaplah. Pemerintah memberi sinyal kuat bakal menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 2026. Langkah itu diambil sebagai upaya menyelamatkan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diperkirakan mengalami defisit hingga Rp20–30 triliun tahun ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyesuaian iuran merupakan hal yang wajar. Menurutnya, tarif iuran JKN semestinya dievaluasi dan […]

  • Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi strategis investor nasional. Djoni, investor asal Jambi, resmi masuk ke jajaran pemegang saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) dengan kepemilikan sebesar 5,09 persen saham. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham FOLK, dengan tanggal efektif kepemilikan pada […]

  • 20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

    20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 20 perusahaan batu bara yang beroperasi di Provinsi Jambi mendapat penugasan memasok batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group dan Independent Power Producer (IPP) selama periode 2024–2026. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor B-1839/MB.05/DBB.OP/2023 tertanggal 2 Desember 2023 mengenai pemenuhan pasokan […]

  • Koni Jambi Bangun Bank Data Atlet Terintegrasi, Pengprov Cabor Jadi Penginput Utama Data Atlet, Wasit dan Pelatih

    Koni Jambi Bangun Bank Data Atlet Terintegrasi, Pengprov Cabor Jadi Penginput Utama Data Atlet, Wasit dan Pelatih

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia terus mendorong transformasi digital dunia olahraga melalui pembangunan aplikasi Bank Data Atlet terintegrasi di Provinsi Jambi. Program ini menjadi langkah strategis KONI Jambi dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga berbasis data dan teknologi. Wakil Ketua KONI Jambi, Aswan Hidayat menyampaikan bahwa aplikasi tersebut akan mengintegrasikan seluruh data olahraga mulai […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini Didominasi Hujan Ringan, Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Sejuk 17 Derajat

    Cuaca Jambi Hari Ini Didominasi Hujan Ringan, Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Sejuk 17 Derajat

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi memproyeksikan cuaca di Provinsi Jambi pada Jumat, 28 November 2025, didominasi kondisi hujan ringan di sebagian besar kabupaten/kota. Beberapa wilayah pegunungan seperti Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga mengalami hujan ringan dengan suhu yang lebih sejuk berkisar 17–21 derajat Celcius. Berikut kondisi cuaca beberapa kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi. Kerinci […]

  • Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025 kembali menegaskan rentannya kawasan tersebut terhadap kerusakan ekologis. Analisis terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan, kerugian ekonomi akibat bencana mencapai jauh di atas penerimaan daerah dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit yang selama ini mendorong alih fungsi lahan. Celios […]

expand_less