Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

Harga Kelapa Meroket, Zulhas: Berkebun Kelapa Kini Lebih Untung dari Sawit

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa menanam kelapa saat ini lebih  menguntungkan dibandingkan kelapa sawit. Pernyataan ini muncul seiring lonjakan permintaan kelapa dari China yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut di tingkat petani.

Zulhas mengungkapkan harga kelapa di tingkat petani melonjak dari Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh tingginya konsumsi santan di China, terutama untuk industri minuman.

“Kelapa sekarang lakunya luar biasa. Dari Rp2.000 sekarang sampai Rp12.000 satu butir. Di China, santan dipakai untuk kopi, tidak pakai susu lagi,” ujar Zulhas dalam Kompas100 CEO Forum di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (26/11/2025).

Menurut Zulhas, tingginya permintaan global membuat pasokan kelapa di sejumlah sentra produksi seperti Sumatra menipis.

“Kelapa kita di mana-mana dikejar sekarang ini. Kalau di Sumatra sudah enggak bisa lagi, kelapa sudah Rp12.000 satu butir,” ujarnya.

Pemerintah kini fokus mengembangkan perkebunan rakyat secara masif melalui penyediaan bibit unggul, termasuk kelapa, kopi, lada, dan cengkeh.

“Agar rakyat menjadi produktif. Paling tidak dia dapat bibit unggul. Dibantu bibit saja sudah cukup,” lanjutnya.

Zulhas menekankan bahwa potensi keuntungan dari kebun kelapa saat ini bahkan melampaui kebun sawit.

“Kebun kelapa lebih untung dari kebun sawit sekarang,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa dua perusahaan China yang berinvestasi di hilirisasi kelapa berpotensi membuka 10.000 lapangan kerja. Salah satu proyek hilirisasi saat ini sudah menyerap 500 juta butir kelapa per tahun pada tahap pertama, dengan target penyelesaian tahun ini.

“Penyerapan tenaga kerjanya 5.000 orang. Tahun depan bisa sampai 10.000 orang,” kata Rosan.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya kelapa Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah, sehingga harga jual petani rendah akibat biaya logistik yang tinggi. Setelah negosiasi, investor China setuju membangun pabrik di Indonesia. Menurut Rosan, hilirisasi kelapa memiliki produk turunan yang sangat luas sehingga nilai tambah bisa dinikmati langsung di dalam negeri.

“Produk turunannya sangat banyak. Kami ingin value added dan penciptaan lapangan kerja ada di Indonesia,” jelasnya.

Rosan menyebut investasi sektor ini mencapai US$100 juta, dengan dampak tenaga kerja yang jauh lebih besar dibandingkan hilirisasi mineral.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tertekan Lagi, Kini Rp16.928 per Dolar AS

    Rupiah Tertekan Lagi, Kini Rp16.928 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah tertekan lagi. Pada perdagangan pagi ini rupiah sentuh Rp16.928 per dolar AS. Hal ini akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih membayangi pasar keuangan global. Mengutip dari Antara, Jumat (27/3/2026), mata uang Indonesia bergerak melemah 14 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.928 per dolar AS dari penutupan sebelumnya, Kamis (26/3/2026), tercatat […]

  • Harga Batubara Acuan (HBA) Naik ke US$ 103,43 per Ton pada April 2026

    Harga Batubara Acuan (HBA) Naik ke US$ 103,43 per Ton pada April 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menaikkan Harga Batubara Acuan (HBA) pada periode kedua April 2026. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 145.K/MB.01/MEM.B/2026 yang ditetapkan pada 15 April 2026, seluruh kategori batubara dari berbagai tingkat kalori tercatat mengalami kenaikan harga. Untuk batubara kalori tinggi dengan nilai 6.322 kcal/kg GAR, HBA ditetapkan sebesar […]

  • Geely Gaspol! Galaxy Starship 7 EV Meluncur, Sekali Cas Tembus 605 Km

    Geely Gaspol! Galaxy Starship 7 EV Meluncur, Sekali Cas Tembus 605 Km

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen otomotif asal China, Geely, kembali bikin gebrakan di pasar kendaraan listrik. Mereka resmi meluncurkan SUV listrik terbaru, Geely Galaxy Starship 7 EV, dengan kemampuan jelajah hingga 605 kilometer dalam sekali pengisian daya. Mengutip laporan CarNewsChina pada Rabu (29/4), mobil ini hadir dalam dua varian jarak tempuh, yakni 525 km dan 605 km […]

  • Inilah Tema Natal Nasional 2025 dari PGI-KWI Lengkap Makna dan Pesannya

    Inilah Tema Natal Nasional 2025 dari PGI-KWI Lengkap Makna dan Pesannya

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) resmi menetapkan Tema Natal Nasional 2025, yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema ini diambil dari Matius 1:21–24 dan menjadi pedoman gereja-gereja di seluruh Indonesia dalam merayakan Natal tahun 2025. Tema Natal Nasional setiap tahun disusun dengan mempertimbangkan situasi sosial, kemanusiaan, dan kehidupan […]

  • Rupiah Kini Rp16.631 per Dolar AS: Menguat 0,19 persen

    Rupiah Kini Rp16.631 per Dolar AS: Menguat 0,19 persen

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (2/12/2025). Rupiah menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.631 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.663 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau naik 0,01% ke posisi 99,42. Berbeda dengan rupiah, sejumlah mata uang di Asia lainnya mengalami […]

  • Hyundai Tawarkan Mobil Desain Penumpang untuk Proyek Mobnas

    Hyundai Tawarkan Mobil Desain Penumpang untuk Proyek Mobnas

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) ingin turut berkontribusi dalam proyek mobil nasional (Mobnas). Proposal sudah diajukan dan kabarnya sedang dalam tahap peninjauan. Pemerintah telah mengusulkan program mobil nasional untuk ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Langkah ini sejalan dengan keinginan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Indonesia mampu memproduksi mobil buatan sendiri […]

expand_less