Kemarau Melanda, Debit Air Baku di Sungai Penuh Turun 40 Persen, Distribusi Pelanggan Dibatasi
- account_circle say say
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Khayangan di Desa Pelayang Raya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kota Sungai Penuh, Jambi. Debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Khayangan di Desa Pelayang Raya turun hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal.
Penurunan debit air tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh.
Direktur Utama Perumda Tirta Khayangan, Edi Al Farisi, mengatakan berkurangnya debit air baku terjadi akibat musim kemarau yang menyebabkan pasokan air menuju instalasi pengolahan menurun.
“Kondisi sekarang debit air baku mengalami penurunan sekitar 40 persen dibandingkan hari normal. Penurunan ini terjadi karena musim kemarau,” ujar Edi.
Edi menjelaskan, terbatasnya pasokan air baku membuat Perumda Tirta Khayangan harus melakukan penyesuaian terhadap pola distribusi. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan pelanggan tetap dapat dipenuhi meski dengan kapasitas yang terbatas.
Saat ini, gangguan distribusi air bersih terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, dan Kecamatan Sungai Bungkal. Sejumlah desa di Kecamatan Pesisir Bukit juga turut terdampak akibat penurunan debit air baku. Untuk menjaga pemerataan distribusi, Perumda Tirta Khayangan menerapkan sistem penyaluran air secara bergiliran berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
“Distribusi dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal untuk menjaga pemerataan di tengah kondisi pasokan air baku yang terbatas,” kata Edi.
Perumda Tirta Khayangan mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi yang terjadi selama musim kemarau. Pelanggan juga diminta menggunakan air secara bijak dan menghindari pemakaian secara berlebihan. Penghematan air dinilai penting agar persediaan air yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, terutama wilayah yang saat ini mengalami gangguan distribusi.
Perumda Tirta Khayangan berharap musim kemarau tidak berlangsung dalam waktu lama. Jika debit sumber air kembali meningkat ke kondisi normal, distribusi air bersih kepada pelanggan diharapkan dapat kembali berjalan secara normal.
Sementara itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti jadwal distribusi yang ditetapkan Perumda Tirta Khayangan serta menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari selama pasokan masih terbatas.
- Penulis: say say
