Kamis, 16 Jul 2026
light_mode
Beranda » Regional » 20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sebanyak 20 perusahaan batu bara yang beroperasi di Provinsi Jambi mendapat penugasan memasok batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group dan Independent Power Producer (IPP) selama periode 2024–2026.

Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor B-1839/MB.05/DBB.OP/2023 tertanggal 2 Desember 2023 mengenai pemenuhan pasokan batu bara untuk kelistrikan umum dan industri nonkelistrikan tahun 2024–2026.

Berdasarkan dokumen tersebut, total kuota penugasan perusahaan-perusahaan asal Jambi mencapai sekitar 3 juta metrik ton (MT) yang akan disalurkan ke berbagai PLTU milik PLN maupun PLTU yang dikelola Independent Power Producer (IPP) atau produsen listrik swasta.

Dalam surat tersebut juga tercantum besaran kuota yang harus dipenuhi masing-masing perusahaan beserta tujuan pengiriman batu bara ke sejumlah PLTU di berbagai wilayah Indonesia.

Daftar 20 Perusahaan Batu Bara Jambi Pemasok PLTU PLN

Berikut daftar perusahaan beserta tujuan pasokan batu bara sesuai surat penugasan Kementerian ESDM.

1. PT Batu Hitam Sukses

  • PLTU Surabaya Baru: 15.000 MT
  • PLTU Lontar Extension: 7.500 MT
  • PLTU Pelabuhan Ratu: 10.000 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 30.000 MT
  • PLTU Ketapang: 8.800 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 20.000 MT

2. PT Batu Hitam Jaya

  • PLTU Pelabuhan Ratu: 75.000 MT

3. PT Dinar Kalimantan Coal

  • PLTU Surabaya 1–7: 204.000 MT

4. PT Hutamas Kuado

  • PLTU Bangka Baru: 15.000 MT
  • PLTU Belitung: 10.000 MT
  • PLTU Ketapang: 7.200 MT
  • PLTU Sebalang: 30.000 MT
  • PLTU Bengkulu (IPP): 100.000 MT

5. PT Jambi Prima Coal

  • PLTU Surabaya Baru: 37.500 MT
  • PLTU Lontar Extension: 63.750 MT
  • PLTU Pelabuhan Ratu: 57.500 MT
  • PLTU Sebalang: 30.000 MT
  • PLTU Belitung: 24.000 MT
  • PLTU Tembilahan: 15.000 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 110.000 MT
  • PLTU Tanjung Balai Karimun: 21.000 MT
  • PLTU Teluk Sirih: 242.500 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 65.000 MT
  • PLTU Sanggau: 47.500 MT
  • PLTU Sintang: 89.000 MT

6. PT Minimex Indonesia

  • PLTU Sarolangun (IPP): 48.000 MT

7. PT Sarolangun Bara Prima

  • PLTU Lontar Extension: 7.500 MT
  • PLTU Sebalang: 15.000 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 45.000 MT
  • PLTU Ketapang: 7.600 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 10.000 MT

8. PT Sarolangun Prima Coal

  • PLTU Lontar Extension: 112.500 MT
  • PLTU Pelabuhan Ratu: 112.500 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 45.000 MT

9. PT Surya Anugerah Sejahtera

  • PLTU Surabaya Baru: 12.500 MT
  • PLTU Lontar Extension: 20.000 MT
  • PLTU Sebalang: 18.500 MT

10. PT Tebo Agung International

  • PLTU Pangkalan Susu: 15.000 MT
  • PLTU Ketapang: 39.000 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 50.000 MT

11. PT Tebo Prima

  • PLTU Ketapang: 37.500 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 20.000 MT

12. PT Bumi Bara Makmur Mandiri

  • PLTU Lontar Extension: 7.500 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 52.500 MT

13. PT Bumi Indo Power

  • PLTU Surabaya Baru: 15.000 MT
  • PLTU Lontar Extension: 15.000 MT
  • PLTU Pelabuhan Ratu: 22.500 MT
  • PLTU Sebalang: 30.000 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 22.500 MT
  • PLTU Ketapang: 4.000 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 15.000 MT
  • PLTU Bangka Baru: 5.000 MT
  • PLTU Belitung: 5.000 MT

14. PT Daya Bambu Sejahtera

PLTU Surabaya Baru: 75.000 MT
PLTU Lontar Extension: 75.000 MT
PLTU Pangkalan Susu: 150.000 MT

15. PT Triadat Quantum

  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 15.000 MT
  • PLTU Sintang: 10.000 MT

16. PT Alam Semesta Sukses Batubara

  • PLTU Surabaya Baru: 20.000 MT

17. PT Marga Perkasa

  • PLTU Bengkulu (IPP): 50.000 MT
  • PLTU Sarolangun (IPP): 48.000 MT

18. PT Inti Bara Nusa Lima

  • PLTU Sanggau: 15.000 MT
  • PLTU Sintang: 15.000 MT

19. PT Sinar Gunung Mole

  • PLTU Indramayu: 25.000 MT
  • PLTU Surabaya Baru: 15.000 MT
  • PLTU Lontar Extension: 22.500 MT
  • PLTU Parit Baru Bengkayang: 30.000 MT
  • PLTU Sanggau: 12.500 MT

20. PT Kamalindo Sompurna

  • PLTU Surabaya 1–7: 210.720 MT
  • PLTU Pangkalan Susu: 150.000 MT

Penugasan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan batu bara bagi sektor kelistrikan nasional. Melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), perusahaan tambang diwajibkan mengalokasikan sebagian produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama pembangkit listrik yang memasok energi bagi masyarakat dan industri.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tidak Loyo Lagi,  Berpeluang ke Level Ini

    Rupiah Tidak Loyo Lagi,  Berpeluang ke Level Ini

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat hari ini, Kamis (22/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.929 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp 16.936 per dolar AS. Pada saat bersamaan, greenback terpantau bergerak di tempat alias stagnan. Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman […]

  • Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

    Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aturan kuota internet yang hangus meski telah dibayar lunas kini diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini membuka perdebatan tajam antara hak konsumen dan model bisnis operator telekomunikasi, sekaligus mempertanyakan bagaimana negara memandang kepemilikan produk digital. Pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, menggugat Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Cipta Kerja […]

  • Berjaya, Harga Perak Antam Naik Lagi Hari Ini

    Berjaya, Harga Perak Antam Naik Lagi Hari Ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau menguat pada perdagangan Senin (15/12/2025). Dikutip laman Logam Mulia, harga perak Antam menguat sebesar Rp 50 menjadi Rp 38.485 per gram. Untuk harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.021.750, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 11.123.588. Sedangkan perak Antam murni […]

  • Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global, IHSG Melemah

    Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global, IHSG Melemah

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG melemah 88,21 poin atau 1,07 persen ke posisi 8.169,65 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (13/10/2025). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,45 poin atau 1,19 persen ke posisi 784,16. […]

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

  • Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

    Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu sentimen negatif dari data ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik […]

expand_less