Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu sentimen negatif dari data ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,05% ke level 98,42.
Pergerakan mata uang di Asia sendiri bervariasi. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,12%.

Selanjutnya, baht Thailand dan yen Jepang yang sama-sama terkoreksi 0,06%. Diikuti ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama tertekan 0,05%.

Berikutnya ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,001% terhadap the greenback. Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,21%.

Kemudian won Korea Selatan naik 0,01% dan yuan China yang menguat tipis 0,009% di pagi ini.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah diproyeksi kembali melemah seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi AS, terkait data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran menunjukkan angka yang tinggi.

Menurut Ibrahim, tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun, memicu kekhawatiran terhadap perekonomian. Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS juga semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Desember.

“Sementara data penjualan ritel yang tertunda untuk bulan Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Ibrahim, baru-baru ini.

Perkembangan ini diperkirakan akan menempatkan rupiah tetap berada di zona merah.
Ibrahim menjelaskan, data yang lemah dari AS ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah The Fed melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut “pelonggaran kuantitatif,” pada bulan Desember.

Ibrahim menyebut, pasar saat ini berfokus pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Kamis (18/12).

“(Perkembangan ini) akan di pantau secara cermat untuk setiap tanda pendinginan inflasi sehingga mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia,” katanya.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor

    Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras sepanjang 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah stok cadangan beras nasional menembus angka 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Amran menyebut lonjakan stok tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah mencapai titik swasembada pangan, setidaknya untuk komoditas beras. “Insyaallah 2026 tidak […]

  • Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Berlaku Mulai 1 April 2026

    Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Berlaku Mulai 1 April 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar maksimal 50 liter per hari untuk setiap kendaraan pribadi. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 melalui sistem digital berbasis aplikasi MyPertamina. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pembatasan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran […]

  • Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), Yulisar Khiat, melepas 177,84 juta saham HEAL, menurunkan kepemilikannya dari 7,09% menjadi 5,16%. Perubahan ini terjadi sepekan setelah Yulisar diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Hasmoro dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). RUPSLB juga menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris, termasuk penunjukan Adia Susanti dan […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo 30 Maret 2026, Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo 30 Maret 2026, Cabai Rawit Merah Melonjak Tajam

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo pada 30 Maret 2026 relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas hortikultura khususnya cabai mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga sembako seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih berada dalam kondisi stabil. Harga beras medium seperti Beras Belido […]

  • Inilah Jalur Alternatif Jambi-Palembang Saat Terjadi Macet Parah

    Inilah Jalur Alternatif Jambi-Palembang Saat Terjadi Macet Parah

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kemacetan panjang masih terjadi di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Jambi dan Palembang. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer sejak Minggu (28/6/2026) malam dan masih berdampak pada arus lalu lintas pada Senin (29/6/2026). Kemacetan terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan Pangkalan Balai, Betung, Sekayu, hingga beberapa ruas jalan […]

  • Banjir Sumatra Tewaskan 442 Jiwa, 402 Orang Hilang

    Banjir Sumatra Tewaskan 442 Jiwa, 402 Orang Hilang

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Sumatra terus bertambah. Hingga 30 November 2025, total 442 orang meninggal dunia dan 402 orang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus melakukan pencarian korban, penyaluran bantuan, serta pembukaan akses wilayah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto […]

expand_less