Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu sentimen negatif dari data ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,05% ke level 98,42.
Pergerakan mata uang di Asia sendiri bervariasi. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,12%.

Selanjutnya, baht Thailand dan yen Jepang yang sama-sama terkoreksi 0,06%. Diikuti ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama tertekan 0,05%.

Berikutnya ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,001% terhadap the greenback. Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,21%.

Kemudian won Korea Selatan naik 0,01% dan yuan China yang menguat tipis 0,009% di pagi ini.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah diproyeksi kembali melemah seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi AS, terkait data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran menunjukkan angka yang tinggi.

Menurut Ibrahim, tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun, memicu kekhawatiran terhadap perekonomian. Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS juga semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Desember.

“Sementara data penjualan ritel yang tertunda untuk bulan Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Ibrahim, baru-baru ini.

Perkembangan ini diperkirakan akan menempatkan rupiah tetap berada di zona merah.
Ibrahim menjelaskan, data yang lemah dari AS ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah The Fed melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut “pelonggaran kuantitatif,” pada bulan Desember.

Ibrahim menyebut, pasar saat ini berfokus pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Kamis (18/12).

“(Perkembangan ini) akan di pantau secara cermat untuk setiap tanda pendinginan inflasi sehingga mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia,” katanya.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Ingin Transfer Anggaran Daerah Dipercepat, KPPOD Ungkap Plus Minusnya

    Menkeu Purbaya Ingin Transfer Anggaran Daerah Dipercepat, KPPOD Ungkap Plus Minusnya

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mempercepat transfer ke daerah (TKD) menuai tanggapan dari Komisi Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). Kebijakan ini dinilai positif untuk mendorong percepatan belanja daerah, namun juga memiliki tantangan dari sisi kesiapan pemerintah daerah. Direktur Eksekutif KPPOD Herman Suparman mengatakan, percepatan penyaluran TKD harus diimbangi dengan peningkatan […]

  • DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia terus mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gas elpiji (LPG). Salah satu inovasi yang kini menjadi sorotan adalah Dimethyl Ether (DME), bahan bakar alternatif yang disebut-sebut mampu menggantikan peran LPG di masa depan. DME merupakan senyawa eter paling sederhana dengan rumus kimia CH₃OCH₃. Bahan ini memiliki karakteristik mirip dengan LPG, […]

  • Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

    Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat laba bersih sebesar USD 104,27 juta atau sekitar Rp 1,73 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini turun 22,17% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 133,99 juta atau sekitar Rp 2,22 triliun. Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa […]

  • BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025

    BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbedaan pola kepesertaan jaminan kesehatan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sepanjang 2025. Data yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tersebut menunjukkan Batang Hari menjadi daerah dengan persentase peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) tertinggi, sementara Kota Jambi mendominasi kepesertaan BPJS Kesehatan Non-PBI. […]

  • Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga di bawah level USD 100 per barel, menyusul meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat […]

  • BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

    BRI Catat Kredit Komersial Tumbuh 58,4% hingga Rp61,4 Triliun

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan tren positif seiring implementasi transformasi perusahaan melalui program BRIvolution. Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut datang dari segmen kredit komersial (commercial) yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan. Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran kredit komersial mencapai Rp61,4 triliun. Angka ini melonjak […]

expand_less