10 Bulan Menjabat, Harta Dirut Treasury Bank Jambi Rp2,41 Miliar
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, Achmad Nunung Haji Sabki.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Baru sekitar 10 bulan menjabat sebagai Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, Achmad Nunung Haji Sabki mulai menjadi sorotan publik.
Selain laporan harta kekayaan yang tercatat mencapai sekitar Rp2,41 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), gangguan layanan perbankan yang menyebabkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jambi mengalami kendala saldo rekening juga menjadi perhatian.
Achmad Nunung resmi dilantik pada Senin, 1 September 2025 oleh Gubernur Jambi Al Haris. Dalam prosesi tersebut, ia mengucapkan sumpah jabatan untuk memimpin salah satu lini strategis perbankan daerah, khususnya di bidang treasury, dana, teknologi informasi, dan layanan digital.
Namun, belum genap satu tahun masa jabatannya, pada 22 Februari 2026, terjadi gangguan layanan perbankan yang dilaporkan berdampak luas. Sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi mengaku mengalami kehilangan atau ketidaksesuaian saldo rekening. Gangguan juga disebut membuat layanan e-banking dan ATM tidak dapat digunakan dalam waktu bersamaan di sejumlah wilayah.
Peristiwa tersebut kemudian memicu perhatian publik terkait keandalan sistem digital perbankan daerah.
Di tengah sorotan itu, laporan LHKPN Achmad Nunung periode 2025 juga ikut menjadi perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan pada 29 Januari 2026, total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp2.413.013.220 dan telah berstatus verifikasi administratif lengkap.
Kekayaannya didominasi oleh kas dan setara kas sebesar Rp1,68 miliar. Selain itu, aset tanah dan bangunan tercatat sekitar Rp780 juta yang berada di Kota Jambi.
Untuk kendaraan, ia melaporkan kepemilikan tiga unit dengan total nilai sekitar Rp234,5 juta, terdiri dari satu unit Toyota Innova tahun 2019 serta dua sepeda motor yakni Honda dan Yamaha X Max.
Selain itu, harta bergerak lainnya tercatat sekitar Rp281,24 juta. Dalam laporan tersebut, tidak terdapat kepemilikan surat berharga maupun aset investasi lainnya.
Di sisi kewajiban, tercatat utang sebesar Rp570,19 juta sehingga total kekayaan bersihnya berada di kisaran Rp2,41 miliar.
Struktur kekayaan yang didominasi kas menunjukkan tingkat likuiditas yang tinggi, namun minim diversifikasi investasi, yang menjadi salah satu catatan dalam profil keuangan pejabat di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
- Penulis: say say
