Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Purbaya Klaim Sektor Riil Bisa Dongkrak Rasio Pajak hingga 1% PDB

Purbaya Klaim Sektor Riil Bisa Dongkrak Rasio Pajak hingga 1% PDB

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa pemulihan sektor riil akan menjadi pendorong utama peningkatan rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1%. Langkah ini diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan menekan defisit anggaran di tengah lonjakan utang pemerintah.

“Kalau sektor riil berjalan dengan bagus seperti yang saya desain, beberapa bulan ke depan harusnya bisa menaikkan tax ratio hampir 0,5% sampai 1%. Itu kira-kira setara tambahan penerimaan pajak Rp100 triliun,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, peningkatan aktivitas dunia usaha akan mendorong naiknya penerimaan negara, baik dari pajak, bea dan cukai, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Purbaya menjelaskan bahwa strategi utama pemerintah saat ini adalah memastikan anggaran belanja negara tepat sasaran dan tepat waktu, sekaligus meminimalkan kebocoran.

“Strateginya jelas: anggaran dibelanjakan secara efisien, dampaknya optimal ke ekonomi, dan itu akan mempercepat pertumbuhan serta memperbesar penerimaan pajak,” ungkapnya.

Pemerintah juga menginjeksi sistem keuangan nasional dengan likuiditas murah sebesar Rp200 triliun yang bersumber dari kas pemerintah, serta menambah stimulus ekonomi Rp46 triliun hingga akhir 2025.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 bisa melesat di atas 5,5% year-on-year (yoy). Ia menilai bahwa pemulihan sektor riil menjadi kunci bagi peningkatan penerimaan pajak dan penguatan fiskal nasional.

Kendati demikian, Purbaya mengakui masih ada tantangan besar dalam mencapai target penerimaan pajak tahun ini, yang baru terealisasi 62,4% dari total outlook Rp2.076,9 triliun. Karena itu, Kementerian Keuangan terus melakukan pembenahan sistem administrasi perpajakan (Coretax) serta debottlenecking dunia usaha agar proses bisnis lebih lancar dan transparan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Purbaya yang juga anggota Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah intens berinteraksi dengan pelaku usaha dan investor untuk menyerap masukan dan memberikan solusi, terutama dalam hal kebijakan fiskal.

“Saya sering bertemu dengan dunia usaha untuk dengar langsung keluhan mereka. Kita ingin pastikan kebijakan fiskal berpihak pada pertumbuhan sektor riil,” tegasnya.

Dengan berbagai dorongan tersebut, Purbaya berharap kontribusi sektor usaha terhadap penerimaan negara meningkat signifikan, sekaligus memperbaiki rasio pajak Indonesia yang selama ini masih berada di bawah rata-rata negara-negara ASEAN.

Hingga saat ini, total outstanding utang pemerintah mencapai Rp9.302,6 triliun atau sekitar 39,8% terhadap PDB — mendekati level saat pandemi Covid-19. Meski demikian, Purbaya memastikan bahwa rasio tersebut masih tergolong aman dan dapat dikendalikan melalui strategi fiskal yang hati-hati.

“Kuncinya bukan menekan utang secara ekstrem, tapi memastikan utang itu produktif. Dengan ekonomi tumbuh cepat, rasio utang terhadap PDB akan turun secara alami,” ujarnya menegaskan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diakui Dunia, Kampung Mrican Yogyakarta Raih Penghargaan Tertinggi Ammodo

    Diakui Dunia, Kampung Mrican Yogyakarta Raih Penghargaan Tertinggi Ammodo

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arsitektur yang bertanggung jawab secara sosial dan ekologis kini mendapat sorotan global. Dalam edisi kedua Ammodo Architecture Award 2025 yang diumumkan di Amsterdam Kamis (13/11/2025), sebuah proyek dari Indonesia, Kampung Mrican Phase 1, berhasil meraih penghargaan tertinggi, yaitu Social Architecture Award, mengalahkan ratusan karya dari 60 lebih negara. Penghargaan ini menegaskan praktik arsitektur […]

  • Mulai 1 Januari 2026, Ekspor Batu Bara Dikenai Bea Keluar 1–5%

    Mulai 1 Januari 2026, Ekspor Batu Bara Dikenai Bea Keluar 1–5%

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan mulai memberlakukan bea keluar ekspor batu bara pada 1 Januari 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan, terutama saat harga komoditas sedang tinggi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pengenaan bea keluar batu bara sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang […]

  • Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan mengalami penurunan tajam sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat tertekan karena harga jual di kandang kini berada jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP). Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, mengatakan harga ayam hidup di […]

  • Rupiah Tergerus Lagi, Ditutup di Level Rp 16.736

    Rupiah Tergerus Lagi, Ditutup di Level Rp 16.736

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Rupiah melemah 29 poin terhadap dolar AS di level Rp 16.736 dari penutupan sebelumnya diposisi Rp 16.707. Mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS sore ini. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam yakni 0,46%, disusul won Korea yang melemah 0,36%, rupiah […]

  • Tergelincir ke Zona Merah, IHSG Dibuka Terkoreksi ke  8.583

    Tergelincir ke Zona Merah, IHSG Dibuka Terkoreksi ke 8.583

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi saat perdagangan dibuka pagi ini. Indeks komposit sempat naik ke zona hijau sesaat. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 0,02% menjadi 8.583,35. Indeks sempat menguat ke teritori positif menyentuh level tertinggi 8.611,33 sebelum turun hingga mencapai 8.576,65. Sebanyak 242 saham menguat, 258 saham melemah, dan 183 […]

  • Menguat Tipis, Rupiah Jadi Rp16.694 per Dolar AS

    Menguat Tipis, Rupiah Jadi Rp16.694 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kini diposisi Rp16.694 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah terjadi penguatan pada perdagangan Selasa (9/12/2025) pagi ini sebesar 1 poin atau 0,01 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.695 per dolar AS. Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, yen Jepang dan dolar […]

expand_less