60 Penerbangan Internasional Dibatalkan Imbas Konflik di Timur Tengah
- account_circle -
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar

KONFLIK: Sebanyak 60 jadwal penerbangan internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, dibatalkan pasca serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026. (F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu mulai berdampak signifikan pada operasional penerbangan internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.
Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap mengungkapkan bahwa pada 28 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026 terdapat 60 penerbangan internasional yang dibatalkan.
“Sudah terdapat 60 jadwal penerbangan yang menyatakan pembatalan. Terdiri dari 28 keberangkatan dan 32 kedatangan,” ungkap Fahmi kepada wartawan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa pagi (3/3/2026).
Fahmi menyampaikan, khusus pada Selasa per pukul 07.00 WIB, terdapat 15 jadwal penerbangan yang batal beroperasi. Pembatalan ini didominasi oleh rute-rute menuju hub besar di Timur Tengah yang dikelola oleh maskapai internasional.
“Untuk 15 jadwal penerbangan yang melakukan pembatalan hari ini, itu didominasi oleh tujuan Doha, kemudian ada Abu Dhabi, dan juga Dubai. Untuk maskapai yang terdampak akibat pembatalan ini adalah Emirates, kemudian ada Etihad, dan juga Qatar Airways,” jelasnya.
Meski demikian, Fahmi memastikan bahwa penerbangan langsung (direct) menuju Arab Saudi, khususnya untuk keperluan ibadah umrah masih berjalan normal.
“Namun untuk tujuan Jeddah yang direct langsung, dengan maskapai Saudia ataupun dengan maskapai chartered flight Garuda dan Lion, sampai dengan hari ini masih terjadwal untuk berangkat,” pungkasnya.
Sementara itu, Fahmi menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Airport Operation Control Center (AOCC), AirNav Indonesia, serta otoritas bandara untuk memastikan pelayanan tetap optimal. Sejauh ini, dilaporkan tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal karena sistem mitigasi dan penyampaian informasi dari maskapai berjalan baik.
Terkait hak penumpang, Fahmi menjelaskan bahwa maskapai yang terdampak telah menyiapkan sejumlah opsi kompensasi.
“Dari maskapai sendiri juga memberikan penawaran untuk melakukan refund, kemudian ada reschedule, dan juga reroute,” imbuh Fahmi.
Fahmi pun mengimbau kepada pengguna jasa Bandara Soekarno-Hatta untuk terus memantau status penerbangan secara berkala melalui media sosial resmi @soekarnohattaairport atau menghubungi layanan kontak Injourney Airport di nomor 172.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar