Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

“Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang BUMN seperti KAI. Karena Danantara adalah badan publik yang langsung bertanggung jawab kepada presiden, maka isu ini bisa dianggap mencerminkan kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan BUMN,” ujar Pengamat BUMN Next Center, Herry Gunawan, kepada kumparan, Senin (27/10).

Proyek Whoosh memiliki nilai investasi USD 7,27 miliar atau sekitar Rp 120,6 triliun, termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) senilai USD 1,2 miliar (Rp 19,8 triliun). Sebagai pemimpin konsorsium BUMN, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menanggung beban utang sebesar Rp 6,9 triliun dari China Development Bank (CDB) untuk menutup pembengkakan biaya tersebut.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menolak opsi penyelesaian utang menggunakan dana APBN, dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara.

“Keputusan Menteri Keuangan sudah tepat, karena dengan begitu utang Whoosh tidak akan membebani fiskal negara yang terbatas,” jelas Herry.

Proyek Whoosh sepanjang 142,3 km dari Jakarta ke Bandung tercatat memiliki biaya lebih besar dibanding proyek Saudi Land Bridge di Arab Saudi yang memiliki panjang 1.500 km. Proyek Saudi tersebut menelan investasi USD 7 miliar atau Rp 116 triliun, lebih rendah dari total biaya pembangunan Whoosh.

Menurut Herry, tingginya biaya proyek Whoosh disebabkan perencanaan yang kurang matang, mulai dari relokasi fasilitas umum, kenaikan harga material konstruksi, hingga pembebasan lahan yang tidak efisien.

“Kalau perencanaannya matang dari awal, pembengkakan biaya sebesar ini seharusnya tidak terjadi,” katanya.

Ketua Forum Pembiayaan Transportasi MTI, Muhammad Syaifullah, menilai pembengkakan biaya besar kerap terjadi pada proyek infrastruktur dunia, namun mitigasi risiko harus dilakukan sejak awal melalui kajian komprehensif.

“Contohnya proyek MRT di Amerika Serikat juga mengalami pembengkakan luar biasa karena lemahnya kajian risiko,” ujarnya.

Menurut Syaifullah, faktor geotektonik dan topografi juga menjadi penyebab utama mahalnya biaya konstruksi Whoosh.

“Konstruksi yang banyak menggunakan terowongan (tunnel) dan struktur elevated jelas lebih mahal dibanding jalur datar (at grade). Apalagi wilayah Jakarta–Bandung rawan pergeseran lempeng bumi, yang berpengaruh pada desain teknik dan keamanan proyek,” jelasnya.

Ia juga menduga, bunga pinjaman dari CDB yang lebih tinggi dibanding proyek lain turut memperbesar total biaya proyek.
“Hal ini harus diverifikasi lebih lanjut karena bisa berdampak signifikan pada total pengembalian investasi,” tambahnya.

Dengan penolakan penggunaan APBN dan pelimpahan tanggung jawab ke Danantara, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga disiplin fiskal. Namun, para pengamat menilai langkah ini akan menjadi ujian kredibilitas pertama bagi Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional. Jika gagal mengelola beban utang proyek besar seperti Whoosh, kepercayaan investor terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas keuangan dan tata kelola BUMN bisa terpengaruh.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabe Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12 Persen Menjadi Rp50.000 per Kilogram

    Harga Cabe Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12 Persen Menjadi Rp50.000 per Kilogram

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, hari ini terpantau relatif stabil pada Kamis (29/1/2026). Berdasarkan data SIHARKO pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, terlihat mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Harga beras Belido tercatat dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, sementara beras […]

  • IHSG Dibuka Menguat 49 Poin ke Level 8.189

    IHSG Dibuka Menguat 49 Poin ke Level 8.189

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menghijau pada perdagangan hari ini, Selasa (7/10/2025). IHSG dibuka menguat 0,61% atau bertambah 49 poin ke level 8.189,44. Mayoritas indeks sektoral di BEI menyokong kenaikan IHSG. Sejumlah sektor yang menguat paling tinggi adalah barang baku, energi, infrastruktur, perindustrian, transportasi, Keuangan, Kesehatan, properti dan […]

  • NM Izhar Bafadhol Juara Padang Open National Chess Tournament 2025, Anna Mepti Febria Raih Peringkat Tiga

    NM Izhar Bafadhol Juara Padang Open National Chess Tournament 2025, Anna Mepti Febria Raih Peringkat Tiga

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pecatur andalan Provinsi Jambi, NM Izhar Bafadhol, menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara pertama kategori Open pada Padang Open National Chess Tournament 2025. Turnamen bergengsi ini digelar di Lubuk Minturun, Kota Padang, pada 19–21 Desember 2025, dan diikuti puluhan pecatur terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Pada ajang tersebut, Izhar tampil impresif […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok pada Kamis (23/10/2025). Pelemahan itu tertekan oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Mengutip Antara, rupiah melemah sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis, mengatakan […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • Rupiah Menguat Rp16.776 per Dolar AS, Naik 10 Poin

    Rupiah Menguat Rp16.776 per Dolar AS, Naik 10 Poin

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) meningkat pada Senin (2/2/2026) pagi. Dikutip dari Antara, rupiah bergerak menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.776 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,09% ke posisi 97,07. Selain rupiah, penguatan juga dialami oleh dolar Hong […]

expand_less